Welcome to My "Fancy World"

Semua postingan yang ada di blog ini asli karya Renata Dinda it's Me . No Bash ! No Plagiat !
Song Sang Jae it's Me Kesya Hyena Idris it's Me
Cho Kyuhyun Lee Donghae Rachmanda Benn Primayudha


Facebook :
http://www.facebook.com/RenataDindaIdris

Kamis, 19 April 2018

Surat untuk Calon Ibu Mertuaku


Surat untuk calon ibu mertuaku...

Salam,
Duhai calon ibu mertuaku..
Perkenankanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja.
Saya bukanlah khadijah ra, seorang wanita yang luar biasa dan teramat mulia dalam sejarah wanita islam.
Saya bukanlah aisyah ra, seorang yang utama dalam ketakwaannya.
Bukan pula fatimah az zahra yang sangat utama dalam ketabahannya.
Tidak pula seperti zulaikha yang teramat sangat cantiknya.
Apalagi al khansa yang sangat pandai mendidik mujahid-mujahid kecilnya.
Tapi, seperti yang saya katakan, saya hanya wanita biasa.
Dengan ketakwaan yang bisa,
Ketabahan yang tak seberapa,
Dan kecantikkan saya pun tak pantas diperhitungkan,

Namun ibu.. saya adalah wanita akhir zaman, yang punya cita cita, menjadi wanita sholehah.
Yang akan berusaha mengabdi pada calon suamiku. Dan juga padamu calon ibu mertuaku..
Saya bukanlah musuhmu yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu.
Tapi saya akan menjadi rekanmu untuk memberikan kasih sayang pada anakmu, dan kelak pada mujahid mujahidah ku, calon cucu mu duhai ibu..

Engkau tak perlu khawatir ibu,
Saya tak akan memonopoli perhatian anakmu.
Justru saya akan menjadikannya lebih taat padamu.
Karena saya katakan padanya, bahwa engkaulah yang utama patut mendapatkan perhatiannya lalu saya.
Saya pun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga ku,
Karena sebagai wanita yang baru menikah, patutlah saya belajar darimu yang berlimpah pengalaman. Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu.

Duhai calon ibu mertuaku.
Saya harap kita bisa menjadi rekan yang baik.
Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara saya dan anakmu.
Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan kejutan dari perbedaan antara kami.
Saya berharap engkau dapat menjadi penasehat jika saya sedang dalam ke alpaan.
Menjadi pendengar yang setia saat saya ingin berbagi.
Karena sekali lagi saya bukanlah siti hajar yang sabar dalam penderitaan.

Salam, calon ibu mertuaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar