Author : Song Sang Jae (Renata Dinda
Idris)
Genre : Romance
Rating : 20 page
Length : Series
Cast : -Cho Kyuhyun Super Junior
- Song Sang Jae a.k.a Cho
Sang Jae
Other Cast : -Song Minah (Ibu Sang
Jae)
-Song Jung Hyun (Ayah Sang Jae)
-Song Hyun Jae (Kakak Sang Jae)
-Lee Sarang a.k.a Song Sarang (Kakak Ipar
Sang Jae / Istri Song Hyun Jae)
-Cho Hanna (Ibu Kyuhyun)
-Han Hyorin a.k.a Sekertaris Han (Yeojachingu Kyuhyun)
-Lee Dong Hae
NO
COPAST ! ASLI hasil khayalan author ! ckck ^_^ FF ini beredar di blog dan fb
author (renatadinda9694.blogspot.com) . FF ini berseri (lebih dari 1
part yang kelanjutannya tidak bisa di perkirakan) . oh ya, cerita ini hanya
fiksi belaka, just FanFiction. Arachi !
•••
Author POV
di
Apartement Kyuhyun..
Di sebuah ruangan bernuansa putih. Gadis cantik dengan kaca
mata baca yang tersangkut di hidung mancungnya fokus dengan layar monitor di
depannya, sibuk mengotak-atik software autocad yang tampil dari layar monitor
tersebut.
Yup . Sang Jae sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh
Kyuhyun, di temani segelas yoghurt strawberry dan snack snack ringan penghilang
jenuh.
Jenuh ? jelas saja. Ini hari minggu, waktu libur terpakai
mengurung diri di kamar karena design harus sudah di selesaikan besok.
Sesekali Ia berdiri tuk meregangkan otot otonya, keluar
kamar hanya tuk mengambil makanan dan minuman, dan sesegera mungkin kembali
lagi ke dalam kamar dan duduk tenang di depan design yang sedang Ia selesaikan itu.
TOK ! TOK ! TOK ! #efek
“YAK ! SANG JAE~YA !”
Panggil seorang dari seberang pintu
“WAE ?”
Tanya Sang Jae dengan posisi yang tidak bisa di ganggu
sedikitpun, gadis itu sedang menggenggam mouse membuat garis tepat di sana sini.
#jalan kerja autocad
“AKU LAPAR !”
“ck ! hish jinja ! YAK ! CHO KYUHYUN ! KAU BISA MEMBUAT MI
RAMEN SENDIRI !”
“YAK ! KAU SEDANG APA
? SEHARIAN AKU KELAPARAN !”
Dan akhirnya Sang Jaepun sadar. Segera Ia lirik jam digital besar di atas
nakas samping ranjangnya. Benar ! ini sudah jam 8 malam, dari pagi Ia
mengerjakan tugas yang di berikan oleh suaminya itu.
Gadis itupun beranjak dari singgasananya berniat tuk
membukakan pintu yang Ia kunci. Karena jika tidak di kunci, Kyuhyun pasti sudah
bolak balik masuk ke kamarnya dan mengganggu pekerjaannya. Apapun alasan yang
Kyuhyun berikan, Ia ingin ditemani bermain PSP, atau mengutarakan pertanyaan
pertanyaan yang kadang membuat Sang Jaepun ikut bertanya tanya akan jawaban dari
pertanyaan itu, dan terlebih lagi hari ini Sang Jae sedang malas mengerjakan
pekerjaan rumah apalagi memasak. Tugas Kyuhyun benar benar menyita waktunya.
Dengan malas Sang Jae memutar knock pintu dan mendapati
wajah suaminya itu yang sedang berdiri sembari menyilangkan kedua tangannya.
Namun, Sang Jae tak menghiraukan keberadaan Kyuhyun. Ia
terus melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju dapur dan memasak apa
saja yang ada yang bisa Ia masak dengan instan.
Begitu pula dengan Kyuhyun, Ia hanya mengikuti setiap
langkah Sang Jae dan berhenti di depan meja makan bersiap tuk menyantap masakan
yang di buat oleh istrinya itu.
Sang Jae meletakan sepiring pasta di atas meja makan. Dan
berniat tuk kembali lagi kekamarnya, menyelesaikan design itu tentunya.
“selamat makan, TUAN CHO !”
“mwo ? piringmu ? kau tidak makan ?”
“ani, aku tidak lapar”
“kau sedang apa di kamarmu seharian ini ?”
“menyelesaikan tugas dari mu, bodoh !”
Tidak mau berdebat panjang lebar, Sang Jae pun segera
beranjak dari ruang makan. Namun, langkahnya terhenti saat Kyuhyun menggenggam
satu tangannya.
“kau harus makan ! bahkan para pekerja di kantorkupun aku
beri waktu istirahat. Duduklah !”
“obsseo ! Kyu~ya, aku benar benar tidak lapar, aku akan
melanjutkan tugasku, sebentar lagi selesai. Besok kau sudah bisa mengisi gedung
barumu itu.”
Sang Jaepun kembali melangkahkan kakinya, menyusuri setiap
anak tangga dan kembali kekamarnya.
“KAU TIDAK MENDAPATKAN IZIN LEMBUR DARIKU ! ARASSEO !”
Kyuhyun meninggikan suaranya agar gadis yang berada di
lantai atas itu mendengarnya.
•••
Sang fajar telah menempati singgasananya. Jendela yang tak tertutupi oleh gorden itu
tak mampu membendung sinarnya.
Sang Jaepun meregangkan tubuhnya saat sadar bahwa semalaman, ah
ani, seharian dari kemarin hingga sekarang Ia masih di kursi dengan posisi
laptop di hadapannya.
“aigoo ! badanku serasa remuk “
Keluh gadis itu dan sadar bahwa ada sehelai selimut yang menutupi
punggunya semalaman.
Matanya mengikuti sinar mentari yang masuk dari jendela, dan benar
saja gordennya sudah terbuka.
Kyuhyun ?
Pikirannya langsung tertuju layar monitor.
Sang Jae menarik nafas panjang, merasa lega karena tugasnya sudah
selesai.
Ia masukan data designnya itu ke dalam Flashdisk dan segera
berlari membawa Flashdisk itu menuju kamar Kyuhyun.
Namun, hasilnya nihil.
Gadis itupun mencarinya di setiap sudut. Dan pagi ini, Ia tersadar
bahwa Ia telat bangun.
Sang Jae menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
“mianhae, aku tidak sempat membuatkanmu sarapan”
Sejenak Ia teringat akan ucapan Kyuhyun sebulan yang lalu
“Bulan
depan kau ke kantorku dan beri design mu. .”
“HISH !”
Ia mengacak rambutnya gusar.
“manyusahkan !!”
Author POV end
•••
Sang Jae
POV
Oke ini kunjungan pertamaku ke kantornya. Siapa ? ah hingga saat ini aku masih menganggapnya
sebagai orang asing, namun tidak dengan hatiku.
Pagi ini, ah ani, ini sudah bisa di sebut siang. Tepat pukul 11
a.m, aku mengenakan kemeja putih polos dengan celana short levi’s. Yaah
walaupun sebenarnya aku ingin sekali menggunakan kaus namun aku sadar akan
tujuan ku hari ini.
“Maaf nona, kau tidak bisa masuk”
Langkah kakiku tertahan saat satpam penjaga melarangku masuk.
“aku ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun”
“apa kau memiliki janji dengan Tuan Cho ?”
“tentu, dia yang menyuruhku kesini”
“APA APAAN INI ?”
Tanya Ibu mertuaku yang entah sejak kapan berada di dekatku.
“eo ? eomma ?”
“Sayang, mengapa kau tidak masuk ?”
Tanyanya sembari sedikit merapikan poniku.
“NEO ! mengapa kau menahannya ?”
Lanjut Ibu mertuaku, melontarkan pertanyaan itu kepada
satpam.
“ah, jeongmal jeosseonghamnida nyonya, aku hanya mengikuti
peraturan, bahwa tuan Cho tidak bisa bertemu dengan sembarang orang”
Jelas satpam itu sembari tertunduk menyembunyikan rasa
gugupnya.
“SEMBARANG ORANG KAU BILANG ?”
Ya, eomma meninggikan suaranya.
“Ia adalah NYONYA CHO ! Cho Sang Jae ! Istri dari Cho
Kyuhyun !”
Jelas eomma terang terangan.
Aigoo ! bukan aku, Kyu ! bukan aku yang membocorkan
pernikahan kita. Tapi eommamu lah.
Kulihat semua orang sedang memperhatikan kami. Jelas saja !
posisi kami sekarang di depan pintu masuk.
“ne? Tuan Cho sudah menikah ?”
Tanya satpam itu, memastikan kebenaran dari pendengarannya
tadi.
Sang Jae POV end
Author POV
PLAK ! #efek
Satu tamparan Ibu
mertua gadis itu mendarat di pipi anaknya. Keadaan semakin memanas saat Cho
Hanna, dan Cho Sang Jae memasuki ruangan Cho Kyuhyun.
Ya, memang semua sudah terbongkar. Ibunya marah besar karena
Kyu menyembunyikan statusnya dari perusahaan dengan alasan Han Hyorin. Satpam itulah yang secara
terang terangan membeberkan hubungan Tuannya dengan sekertaris Han.
Sedari tadi, Sang Jae hanya terdiam menyaksikan perdebatan
antara Ibu dan anak itu.
“Eomma !” lirih Kyu
“KAU INI !! ANAK NAKAL !!”
“aku sudah bilang, bahwa aku tidak menyetujui pernikahan
ini”
“DAN KESALANMU YANG KEDUA ADALAH BERHUBUNGAN DENGAN SEKRETARISMU
SENDIRI !”
“aku tahu aku salah”
Aku Kyu sambil melirik ke arah gadis yang sedari tadi berada
di belakang Ibunya. Gadis itu adalah Sang Jae. Ia mengira bahwa Sang Jae lah
yang membongkar semuanya, namun di hatinya Ia sama sekali tidak marah jika
memang gadis itulah yang membeberkan kebenaran kepada Ibunya.
sebaliknya, wajah
Sang Jae begitu tegang. Ia takut Kyuhyun akan memarahinya.
Ruangan Kyu bersebelahan dengan Sekretarisnya. Diam diam Han
Hyorin mengintip semua kejadian dari kaca luar. Dan Iapun mengerti mengapa
belakangan ini Kyuhyun sering tidak menghiraukannya.
Dari balik kaca, Hyorin mengamati tatapan Pria itu ketika
melihat Sang Jae yang sedari tadi menunduk.
Terlihat bahwa Kyuhyun menyukai gadis itu, ya gadis yang di sebut
sebagai Cho Sang Jae oleh Ibu Kyuhyun.
Babo ! Ia
menyembunyikan ini dariku ! bagitulah umpat Hyorin di dalam hatinya.
“PECAT SEKRETARIS HAN SEKARANG JUGA !”
“eomma, rendahkan suaramu,
chebal ..”
Lirih Sang Jae sambil berjalan kedepan hadapan Ibu
mertuanya, menghalangi pandangan Ibu dengan anaknya, mengambil kedua tangan Ibu
mertuanya itu dan tersenyum menenangkannya.
Di usap rambut lembutnya, Ibu mertuanya merasa bersalah atas
sikap anaknya itu.
“eomma minta maaf sayang. Mungkin memang tidak seharusnya
pernikahan ini terjadi, salah kami sebagai orangtua yang memaksakan keinginan
anaknya”
Dan tanpa sadar Sang Jae meneteskan air matanya, saat Ia
menatap tatapan tulus dari Ibu mertuanya.
Telat eomma, kau telat
mengakui semuanya. Kini aku tidak ingin melepaskan Kyuhyun. Lirih Sang Jae
di dalam hati.
“ommo, aku benar benar merasa bersalah”
Ucap Ibu mertua sembari memeluk tubuh menantunya.
Kyu kembali menjatuhkan tubuh ke singgasananya. Tubuhnya
melemas saat melihat kedua orang yang Ia sayangi menangis. Ya benar ! keduanya.
Bodoh ! jika aku
mengatakan yang sebenarnya dan tidak menyembunyikan statusku, mungkin mereka
tidak akan menangis. Ini semua karena ulah ku. Umpat Kyu di dalam hati.
Kyu menggenggam kepalanya frustasi.
“uljima Sang Jae, uhm ?”
Pinta Ibu Kyuhyun sembari mengusap air mata Sang Jae.
“uhm” Sang Jae mengangguk.
Author POV end
•••
Kyuhyun
POV
“tapi Tuan, kau masih ada meeting sekali lagi di jam 7 malam ini”
Tidak peduli akan ucapannya, aku terus bersiap mengambil Jas yang tergantung dan melangkahkan kaki
keluar dari ruangan ini. Aku ingin segera menemui Sang Jae. Tidak peduli siapa
yang sedang berbicara sekarang, ya memang rasa sayangku memudar terhadap gadis
ini.
“sekretaris Han, ada urusan yang lebih penting. Percuma saja jika
aku menghadiri rapat jika pikiranku sedang kacau”
Ucapku sambil melangkah menuju pintu. Namun, langkahku terhenti
seketika dan berbalik menghadap gadis di belakangku ini.
“ah, Hyorin~a, mianhae..
aku merasa bersalah padamu”
Kulihat wajahnya memerah menahan tangis. Aku menghampirinya dan
memeluknya.
“Kyuhyun~a..”
Lirihnya saat wajahnya terbenam di dadaku.
“maaf, tapi aku benar benar tidak bisa melepaskannya, Hyorin~a”
Sontak Ia memberikan jarak diantara kami,tangisannya semakin
menjadi.
“lalu ? bagaimana denganku ?”
Bagaimana
lagi ? aku akan melepaskanmu. Karena aku benar benar mencintai Sang Jae, gadis
yang selalu bersamaku belakangan ini, gadis yang selalu berperan menjadi
Istriku, gadis yang selalu membuatku kagum dan menghapuskan perasaanku untukmu
seketika, Hyorin~a
“mianhae, kita berakhir saja”
Tidak ada respon darinya, Ia langsung berlari meninggalkan
ruangan.
Berapa
orang yang hari ini kau buat menangis Kyuhyun ?
di
Apartement Kyuhyun..
Kulirik jam di tanganku, tepat menunjukan jam 6 sore. Namun
mengapa dia tidak ada, bahkan kamarnya
masih rapi. Apa dia belum pulang? apa dia ada di kampusnya? Ah tidak mungkin.
Dan percuma saja aku menelfonnya, berkali kali tidak ada
jawaban darinya.
Sang Jae~ya, Neo
eoddiyo ?
Beberapa jam
kemudian..
“ah ! jinja ! mengapa aku kalah terus ?”
Psp ku, tolong hibur
aku. Bukan semakin mengacaukan pikiranku.
Jam tepat menunjukan 12 malam. Kemana gadis itu ?
Kembali aku menghubunginya, namun tetap tidak ada jawaban
darinya.
Eottohke? Jika aku menghubungi Hyun Jae Hyung, dan ternyata
gadis bodoh itu tetap tidak ada dirumahnya, bisa bisa aku dihabisi Hyung.
Ah ! pengecut ! Cho
Kyuhyun !
Keesokan harinya..
Aku benar benar menghkawatirkannya, namun apa yang telah aku
lakukan ? semalaman hanya terdiam di sofa depan Tv. Bagaimana aku bisa tidur
nyenyak ? dari kemarin aku juga belum makan.
Astaga ! hidupku memang sudah bergantung dengan
kehadirannya.
KRIIING #efek
Handphone ku berbunyi tepat di genggaman.
Sang Jae ?
“Yak ! neo eoddiyo? “
“Kyu~a, jika kau
lapar, kau bisa merebus mi”
“MWO ? kau masih bisa bicara seperti itu ?”
“Kyu~a, jangan cari
aku di rumah Oppa ataupun di rumah orang tuaku, karena percuma saja, aku tidak
ada di sana, aku ingin menyendiri sejenak”
“Sang Jae~ya, .......”
“Kyu~a, aku sedang
memikirkan jalan terbaik untuk kita kedepannya. Kita berpisah sejenak, eotte ?”
“MWO ? ..... kau menangis ?”
Aku tahu benar, aku mendengar suaranya bergetar, Ia pasti
sedang menangis. Mengapa hatiku terasa sakit ?
“abeonim, Ia kembali
koma. Tapi aku justru tidak ingin menjenguknya, aku tidak tega melihatnya. Kau
bisa menjenguk ayahku ? dan beri tahu dia dan ibuku bahwa aku baik baik saja
bersamamu”
“Sang Jae~ya...”
“Kyu~a, aku takut
tidak bisa menahan perasaanku”
“maksudmu ?”
“aku lelah, maka beri
aku izin tuk menyendiri sejenak. Aku berada di kuil di bukit timur, tak usah
mencariku aku baik baik saja”
“uhm. Aku menunggumu, aku me.......”
TUUUUT ! #efek
Ya telfon ditutup dari sebrang sana.
Aku merindukanmu
! kata kata itu yang tadinya ingin
aku ucapkan.
Kubuka pintu kamarnya. Ck ! dulu kamar ini menjadi tempat
bermainku, selalu berantakan. Namun kini, kamar ini menjadi bernuansa putih,
rapi, dan aroma khas tubuhnya mengisi ruangan ini.
Kulihat ada kertas kecil di atas meja belajarnya dengan
sebuah flashdisk di atasnya.
“Kyu~a, maaf telah
mengacaukan semuanya. Tadinya aku hanya ingin memberikan designku, ada di dalam
flashdisk ini. Jika tahu akan seperti ini, mungkin lebih baik tadi aku tidak
memasuki ruanganmu dan menitipkannya pada satpam saja. Aku sendiri datang ke
kantormu, namun ternyata Ibumu juga ingin mengunjungimu, kami bertemu tanpa
sengaja di depan gedung. Maaf, entah mengapa aku ingin selalu mengucapkan kata
maaf padamu. Maaf, karena aku selalu menyusahkanmu, dan terlebih lagi aku benar
benar minta maaf karena seharusnya Han Hyorinlah yang menduduki posisiku saat
ini. Aku merasa asing di apartemenmu. Sungguh, aku benar benar tidak nyaman
dengan perasaanku. Kyu~a, jangan lupa makan, ne? _Sang Jae_”
Aku melihat kursi belajarnya, di sinilah terakhir Ia duduk
sambil membenamkan wajahnya di atas kedua tangannya yang bersilangan di atas meja. Melihat wajahnya saat itu,
sepertinya Ia kelelahan karena mengerjakan tugas dariku. Aku ingin memindahkannya ke atas ranjang,
namun aku takut membangunkannya, jadi aku hanya menyelimuti punggungnya.
Hingga esok paginya aku memasuki kamar yang penghuninya
masih tertidur dalam posisi yang sama seperti tadi malam. Aku tak tega membangunkannya.
Ku buka gorden dan cahaya matahari memenuhi ruangan, namun tetap saja gadis itu
masih nyenyak dalam tidurnya. Tidak seperti biasanya, jam segini Ia belum
bangun.
Gomawo. Aku ingin
sekali mengucapkan kata itu padamu Sang Jae~a.
•••
“yang ini sebelah sana !”
“itu ! simpan diatasnya, tarik meja itu di samping sini !”
“yak ! mengapa kau beli warna merah ?”
“ingat ! di ruanganku khusus warna putih”
“yang seperti ini, pajang di sepanjang koridor !”
Ya, kini aku sedang mengisi gedung baruku, sesuai design
yang gadis itu buat.
“Tuan, kapan kita meresmikan gedung baru ini?”
Tanya salah satu pegawaiku, ya bisa dibilang sebagai tangan
kananku.
“aku ingin meresmikan gedung ini bersama dengan
perancangnya. Aku belum tahu pasti, yang jelas kau harus mengundang semua
perancangnya”
Ya, aku belum tahu kapan, karena selama Sang Jae belum
pulang, aku tidak akan meresmikan gedung ini.
“ah, Donghae~ssi, tolong pantau semua sesuai design. Aku
percaya padamu, sekarang aku mau pergi. Ada urusan yang lebih penting dari ini.
Jika sudah selesai, segera hubungi aku”
“ye, algashimnikka”
di Seoul
Hospital..
“eo ? Kyuhyun~a !”
Sapa ibu mertuaku saat pintu ruang inap berhasilku buka.
“uhm, eommonim..”
“Sang Jae~a, eoddi?”
“dia...” apa yang harus aku katakan ? “sedang kuliah, ya !
Ia sedang di kampusnya” lanjutku.
“mengapa Ia belum menjenguk ayahnya? Biasanya anak itu yang
selalu ada di samping ayahnya. Namun, setelah menikah, Sang Jae jarang
mengunjunginya”
“uhm,, mianhae eommonim”
“wae ? ah aku tahu masalah mu di kantor kemarin”
Kulihat Ia sedikit melirik kearah pasien di belakangnya. Ya,
ayah mertuaku sedang tidur nyenyak sejak 2 hari yang lalu.
“kita bicara di luar saja. Ne ?”
Lanjut eommonim.
“uhm” aku mengangguk menyetujuinya.
•••
“suamiku mengidap lemah jantung sejak Ia kecil”
Jelas ibu mertuaku mengawali perbincangan kami.
“tekanan darahnyapun tidak pernah normal,, Ia kembali koma saat
mendengar kabar tentang keributan 2 hari yang lalu di kantormu”
“jeongmal jeossonghamnida ommonim”
“uhm, bukan hanya kesalahanmu, namun kamilah yang bersalah telah
memaksakan kehendak putra putrinya. Kyuhyun~a, aku sudah melepaskan putriku, ah
maksudku, aku sudah membebaskan keinginan putriku. Jika kalian hingga saat ini
masih merasa tertekan dengan hubungan kalian, sekarang terserah kalian, jika
memang berpisah adalah jalan yang terbaik untuk kal...”
“ani, eommonim, semua sudah terlambat”
“mwo ? apa maksudmu ?”
“eommonim, aku mencintai Sang Jae. Keributan yang baru saja
terjadi adalah kesalahanku di waktu itu, memang awalnya aku yang menyuruh Sang
Jae untuk menyembunyikan status kami dari perusahaan. Dulu waktu kami baru
menikah. Namun, setelah aku menjalani pernikahan ini, aku merasa bahwa aku
menyukainya, bukan hanya itu, aku mencintainya, eommonim”
“lalu, hubunganmu dengan sekretarismu itu ?”
Aku menekukan lututku hingga terkena lantai di hadapan ibu
mertuaku yang sedang duduk di kursi tamu rumah sakit.
“aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya. Sungguh maafkan aku,
eommonim. Aku benar benar mencintai Sang Jae, namun aku belum mengungkapkan
perasaanku ini padanya. Sebenarnya saat ini, Sang Jae sedang tidak bersamaku”
“mwo? Dimana putriku ??”
“Ia berada di kuil bukit timur”
“ck ! Ia selalu berkunjung kesana jika ingin menenangkan
pikirannya. Gwaenchana, bangunlah.. aku yakin kalian bisa menyelesaikan masalah
kalian”
Tempat kami duduk saat ini tak jauh dari ruang inap abeonim.
Dan tak lama kemudian, tatapan kami beralih menuju 3 orang yang
menggunakan pakaian serba putih itu dari kejauhan sedang berlari menuju ruangan
ayah mertuaku. Eommonimpun melangkah cepat menghampiri salah satu suster yang
sedang tergesa gesa menuju ruangan.
“ada apa ini suster ?”
“detak jantung suami anda menghilang, kami sedang berusaha tuk
menormalkannya lagi, mohon Ibu bersabar dan tetap tenang. Tunggu di sini, Ibu
tidak boleh masuk”
“tapi aku ingin melihatnya, OMO !
CHAGI~YA !!”
Jerit ibu mertuaku memanggil pria yang Ia cintai sedang melawan
maut. Aku merengkuh tubuh lemahnya, dan Ibu mertuaku ini menangis histeris,
menjerit didekapanku.
Apa ini alasan
Sang Jae menerima perjodohan kami ? Ia rela melakukan ini semua demi ayahnya.
Sungguh, aku tidak bisa menahan air mataku, terlalu menyedihkan dalam situasi
seperti ini.
“eommonim, tenanglah eo ?”
“ini sudah yang ke tiga kalinya, apa mungkin tuhan masih
memberikan kesempatan untuknya?”
Tangisan eommonim semakin menjadi, dan aku masih memeluknya. Ia
sudah ku anggap seperti Ibuku sendiri.
Kami melihatnya dari kaca jendela kecil di pintu. Terlihat dokter
dengan suster sedang berusaha semampu mungkin tuk memberikan kehidupan yang ke
tiga kali bagi abeonim. Namun, pada akhirnya dokter itu tertunduk sembari
menggelengkan kepala.
Tangis ibu semakin menjadi, tubuhnya melemas dan tak sadarkan
diri.
Kyuhyun
POV end
•••
Author POV
HARI YANG
SAMA
Di Kuil..
“agassi, ada yang mencarimu”
Ujar seorang namja paruh usia penjaga kuil.
“ye ?” Sang Jae menghentikan kegiatannya menyirami tanaman obat
yang terpelihara di samping kuil. “nugu ?” lanjutnya.
“suamimu menunggu di pintu utara”
“nde ? ah, ye gamsahamnida”
Gadis itu mengerutkan kedua alisnya
Sudah ku
bilang tak usah mencariku! Umpatnya ketika Ia melangkahkan kakinya
berniat tuk menemui tamu yang mengaku sebagai suaminya.
Dari kejauhan sudah terlihat punggung pria itu sedang bertengger
di pagar tangga. Dan Ia mengenalinya.
Ya benar !
Cho Kyuhyun..
Sadar akan kehadiran gadis itu semakin mendekat, Kyuhyunpun
berbalik posisi menghadap gadisnya dan segera menghampiri tuk memeluknya.
“yak !!” sentak Sang Jae memberontak saat Kyu memeluknya
“waegeureo?”
Sang Jae terus berusaha melepaskan pelukan Kyu, namun semakin Sang
Jae memberontak, Ia semakin mengeratkan pelukannya. Luapan dari kerinduannya
kepada Sang Jae sekaligus merasa sedih yang mendalam ketika Ia harus
menyampaikan berita kepada gadisnya.
“apa saja yang kau lakukan disini ?”
Tanya Kyu di dalam pelukannya.
“Kyu~a lepaskan dulu, aku sulit bernafas. Bodoh !”
Kyuhyun mulai melonggarkan pelukannya dan memberi jarak dengan
kedua tangan yang memegang kedua bahu istrinya itu.
Sang Jae kembali mengerutkan kedua alisnya saat melihat tatapan
tajam dari pria yang ada di hadapannya saat ini. Tatapannya begitu miris.
“yang ku lakukan hanya berdoa, menyiram kebun, dan menenangkan...”
“apa doa mu ?”
Tanya Kyu memotong ucapan Sang Jae
“aku berdoa untuk kebaikan ayahku dan..”
“kalau begitu ini yang terbaik untuk ayahmu”
Tandas Kyu kembali memotong kalimat Sang Jae tanpa sedikitpun
melepaskan kedua tanggannya dari bahu Sang Jae.
Kyu semakin mendalam tatapannya, namun semakin lama, hatinya
semakin sakit. Sakit bahwa sadar akan perasaannya mencintai gadis yang belum
pernah Ia buat bahagia ini dan sakit jika Sang Jae tahu tentang keadaan ayahnya
sekarang. Tanpa terasa, Kyu meneteskan air matanya.
Dan entah mengapa, tanpa tahu sebab saat melihat Kyu meneteskan
air mata di depannya saat ini, tubuh gadis itu melemas dan Ia merasa sedih yang
teramat dalam.
“Kyu~a, waegeureyo ?”
Tanya Sang Jae dengan nada bergetar, memastikan keadaan yang membuatnya
sedih tanpa tahu sebab sepeti ini.
Kyu kembali merengkuh tubuh gadis didepannya itu.
“pulanglah, dan temui ayahmu, sore ini Ia akan di makamkan”
“mwo ? a a ab abeo.. abeo.. a”
Sontak kata kata itu membuat lidahnya membeku, tubuhnya melemas,
air mata mengalir deras tanpa menjerit. Kyu semakin mengeratkan dekapannya,
menahan tubuh istrinya yang melemas agar tetap berdiri.
“Kyuhyun~a, uri abeonim ? eoh ? abeonim ?”
Tanya Sang Jae di dalam dekapan Kyuhyun, Ia masih tidak percaya
akan kenyataan.
Ayah yang sudah hampir setahun menghabiskan waktu di rumah sakit,
9 bulan koma dan sempat sadar untuk menghadiri pernikahan putrinya dengan
Kyuhyun, pria yang Ia percayai tuk menjaga sekaligus menggantikan posisinya
untuk Sang Jae. Dan beberapa bulan kemudian Ia kembali koma dan tidak di beri
kesempatan dari Tuhan untuk sadar yang
ke tiga kalinya.
“mainhae”
Ucap Kyuhyun lemah.
Seminggu
kemudian..
Berkali kali Kyu melihat bulatan kecil yang melingkar dengan tali
kulit di pergelangan tangannya.
Sudah larut malam, namun Sang Jae belum pulang.
“jangan membuatku khawatir lagi Sang Jae !”
“ini bukan yang pertama kalinya, astaga !”
“bodoh ! mengapa tak ada kabar darinya !”
Umpat Kyu sembari melangkah mondar mandir di ruang tamu. Menunggu
istrinya yang belum pulang.
Berkali kali Ia menelfon namun tidak ada jawaban darinya.
KRIIING ! #efek
Sebuah telfon dari Sang Jae
“yeobeohasseo”
“ye
yeobeohasseo, tuan aku tidak tahu siapa gadis ini, Ia sedang mabuk berat di kedai kami, kedai kami seharusnya 2 jam yang lalu
sudah tutup..”
“dimana ?”
Tanya Kyu memotong kalimat seorang namja di seberang sana.
“ (tempat
di sensor karena FF ini tidak punya sponsor. Hiks :’) “
“baik aku akan kesana”
TUUUT ! #efek
Kyu langsung menutup telfon itu dan berlari secepat mungkin menuju
kedai yang memang tidak jauh dari apartemennya.
Dalam waktu kurang dari 15 menit Ia berlari, akhirnya Ia sampai
ketempat tujuan. Dan benar saja, hanya ada gadis itu pengunjung di kedai ini.
Ia melihat gadis itu terus menegukkan botol bir ke-4 yang sudah berjajar 3 botol kosong di
depannya.
“geumanhae Sang Jae~ya !” ujar Kyu sambil mengambil botol itu dari
genggaman Sang Jae.
“hush ! pergi ! ga !” ucap Sang Jae tanpa sadar.
Kyu langsung menarik tangan Sang Jae dan melingkarkan keduanya
pada lehernya, membopong tubuh gadis itu dari belakang.
“cho kyuhyun,, kyuhyun~a..”
Sepanjang jalan Sang Jae hanya memanggil nama itu di tengkuk bahu
sang pemilik nama.
Kyuhyun hanya mendengar dan tetap fokus melangkahkan kakinya.
“hmmm abeonim !”
Masih dengan mata tertutup, Sang Jae terus memanggil sambil
meneteskan air matanya.
Dan tidak bisa di pungkiri lagi bahwa Kyuhyunpun ikut meneteskan
air matanya.
Setelah sampai di apartemennya. Kyu langsung membaringkan tubuh
Sang Jae ke atas ranjang, melepaskan sepatu Sang Jae dan membersihkan kakinya
dengan air hangat. Sama seperti yang di lakukan Sang Jae saat Ia mabuk waktu
itu.
Kyu menyelimuti tubuh mungil istrinya. Sejenak memperhatikan
setiap lekuk wajah polos gadis itu ketika tertidur. Dan tiba tiba, Sang Jae
langsung bangun dalam posisi duduk..
HUWEEK !! #efek
Yup ! Sang Jae memuntahkan minuman yang baru saja Ia minum
sebanyak 4 botol. Untung saja dengan cepat Kyuhyun langsung mengadahkan kedua tangannya
untuk menampung minuman yang keluar dari mulut istrinya itu tanpa rasa jijik.
Dan dengan polosnya Sang Jae kembali merebahkan tubuhnya kembali
memejamkan mata.
Kyu langsung menuju kamar mandi, membersihkan tangannya dan
kembali melangkahkan kakinya mendekat menuju ranjang Sang Jae. Merapikan kembali
selimut gadis itu.
“Mimpi indah, Cho Sang Jae...”
Ucap kyu sebelum meninggalkan kamar Sang Jae.
•••
“kau mau kemana ?”
Tanya Kyu saat melihat Sang Jae membawa koper keluar dari
kamarnya.
Namun, Sang Jae tidak menjawab. Ia terus melangkahkan kakinya.
“jawab aku ! pagi pagi begini, kau mau kemana ? dan apa yang kau bawa
?”
Kyuhyun berjalan mendekat dan membalikan tubuh gadis itu agar
menghadap ke arahnya.
“untuk apa lagi aku tinggal di sini ? ayahku ? ck ! sudah, kita
tidak usah berakting lagi. Bukankah sutradaranya sudah...”
“apa maksudmu ?”
Tanya Kyu dengan kasar memotong kalimat Sang Jae
“aku ingin kita bercerai”
Tandas Sang Jae dengan tegas.
Kyu menggigit bibirnya frustasi, dan menajamkan tatapan pada gadis
di hadapannya saat ini. Dengan kesal dan tidak bisa membendung lagi
perasaannya, Kyu langsung menarik tengkuk gadis itu dan menciumnya.
Sang Jae meneteskan air matanya dan membasahi pipi Kyuhyun.
Namun dengan sekuat tenaga, Sang Jae berhasil memberontak dan
melepaskan ciuman Kyu.
PLAK ! #efek
Sang Jae menepiskan tangan kanannya dan berhasil mendarat di pipi
Kyuhyun.
Gadis itu mengusap bibirnya kesal menggunakan punggung tangannya.
Tanpa panjang lebar, Sang Jae tetap meninggalkan Kyuhyun dan segera pergi dari
apartemennya.
Aku tidak
akan melepaskanmu, Sang Jae~a ! ujar Kyu di dalam hati saat Ia terdiam
melihat langkah Sang Jae semakin menjauh dari jarak pandangnya.
Sialan !
tragis sekali first kisseu ku ! gumam Sang Jae.
To be Continued..

