Kemarin aku bermain dengan suara air yang turun dari langit, mendengar kolaborasi antara senandung hati dengan rintik hujan. Desa pinggiran kota ditepian sungai ini tak berhasil membuat sepi. Jiwaku berkecamuk ramai dalam mimpi.
Aku pernah menepi hingga sehasta, dan terjatuh hingga selutut.
Aku pernah merasa lelah hati, hingga lupa bagaimana cara berhenti.
Namun benar katanya hujan pun berhenti turun, ku lihat pelangi dari jendela berembun.
Kelak diperjalanan menuju pulang ini, Tuhan memberasamaiku dengan pasangan yang selalu menjaga hati, orang orang yang selalu berbagi kebaikan, dan anak anak shalih yang selalu mendoakan.
Langit senja datang bercampur rona matahari, aku keluar tuk menghangatkan diri, mewujudkan mimpi.
Bumi belum mengering seutuhnya, esok bisa saja hujan datang untuk ke dua ke tiga atau keempat kalinya di perjalanan menuju pulang.