Welcome to My "Fancy World"

Semua postingan yang ada di blog ini asli karya Renata Dinda it's Me . No Bash ! No Plagiat !
Song Sang Jae it's Me Kesya Hyena Idris it's Me
Cho Kyuhyun Lee Donghae Rachmanda Benn Primayudha


Facebook :
http://www.facebook.com/RenataDindaIdris

Kamis, 27 September 2012

~~I don’t know Who You’re but I’m with You [Part 3]~~




Author                  : Song Sang Jae (Renata Dinda Idris)
Genre                   : Romance
Rating                   : 20 page
Length                  : Series
Cast                      :     -Cho Kyuhyun Super Junior
           - Song Sang Jae a.k.a Cho Sang Jae
Other Cast          :        -Song Minah (Ibu Sang Jae)
                                     -Song Jung Hyun (Ayah Sang Jae)
                                     -Song Hyun Jae (Kakak Sang Jae)
                                     -Lee Sarang a.k.a Song Sarang (Kakak Ipar Sang Jae / Istri Song Hyun Jae)
                                     -Cho Hanna (Ibu Kyuhyun)
                                     -Han Hyorin a.k.a Sekertaris Han (Yeojachingu Kyuhyun)
                                     -Lee Dong Hae
 NO COPAST ! ASLI hasil khayalan author ! ckck ^_^ FF ini beredar di blog dan fb author (renatadinda9694.blogspot.com) .  FF ini berseri (lebih dari 1 part yang kelanjutannya tidak bisa di perkirakan) . oh ya, cerita ini hanya fiksi belaka, just FanFiction. Arachi !

•••

Author POV
di Apartement Kyuhyun..

Di sebuah ruangan bernuansa putih. Gadis cantik dengan kaca mata baca yang tersangkut di hidung mancungnya fokus dengan layar monitor di depannya, sibuk mengotak-atik software autocad yang tampil dari layar monitor tersebut.
Yup . Sang Jae sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh Kyuhyun, di temani segelas yoghurt strawberry dan snack snack ringan penghilang jenuh.
Jenuh ? jelas saja. Ini hari minggu, waktu libur terpakai mengurung diri di kamar karena design harus sudah di selesaikan besok.
Sesekali Ia berdiri tuk meregangkan otot otonya, keluar kamar hanya tuk mengambil makanan dan minuman, dan sesegera mungkin kembali lagi ke dalam kamar dan duduk tenang di depan design yang sedang  Ia selesaikan itu.

TOK ! TOK ! TOK ! #efek

“YAK ! SANG JAE~YA !”
Panggil seorang dari seberang pintu

“WAE ?”
Tanya Sang Jae dengan posisi yang tidak bisa di ganggu sedikitpun, gadis itu sedang menggenggam mouse membuat garis tepat di sana sini. #jalan kerja autocad

“AKU LAPAR !”

“ck ! hish jinja ! YAK ! CHO KYUHYUN ! KAU BISA MEMBUAT MI RAMEN SENDIRI !”

“YAK ! KAU SEDANG APA ? SEHARIAN AKU KELAPARAN !”

Dan akhirnya Sang Jaepun sadar.  Segera Ia lirik jam digital besar di atas nakas samping ranjangnya. Benar ! ini sudah jam 8 malam, dari pagi Ia mengerjakan tugas yang di berikan oleh suaminya itu.
Gadis itupun beranjak dari singgasananya berniat tuk membukakan pintu yang Ia kunci. Karena jika tidak di kunci, Kyuhyun pasti sudah bolak balik masuk ke kamarnya dan mengganggu pekerjaannya. Apapun alasan yang Kyuhyun berikan, Ia ingin ditemani bermain PSP, atau mengutarakan pertanyaan pertanyaan yang kadang membuat Sang Jaepun ikut bertanya tanya akan jawaban dari pertanyaan itu, dan terlebih lagi hari ini Sang Jae sedang malas mengerjakan pekerjaan rumah apalagi memasak. Tugas Kyuhyun benar benar menyita waktunya.
Dengan malas Sang Jae memutar knock pintu dan mendapati wajah suaminya itu yang sedang berdiri sembari menyilangkan kedua tangannya.
Namun, Sang Jae tak menghiraukan keberadaan Kyuhyun. Ia terus melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju dapur dan memasak apa saja yang ada yang bisa Ia masak dengan instan.
Begitu pula dengan Kyuhyun, Ia hanya mengikuti setiap langkah Sang Jae dan berhenti di depan meja makan bersiap tuk menyantap masakan yang di buat oleh istrinya itu.
Sang Jae meletakan sepiring pasta di atas meja makan. Dan berniat tuk kembali lagi kekamarnya, menyelesaikan design itu tentunya.

“selamat makan, TUAN CHO !”
“mwo ? piringmu ? kau tidak makan ?”
“ani, aku tidak lapar”
“kau sedang apa di kamarmu seharian ini ?”
“menyelesaikan tugas dari mu, bodoh !”

Tidak mau berdebat panjang lebar, Sang Jae pun segera beranjak dari ruang makan. Namun, langkahnya terhenti saat Kyuhyun menggenggam satu tangannya.

“kau harus makan ! bahkan para pekerja di kantorkupun aku beri waktu istirahat. Duduklah !”
“obsseo ! Kyu~ya, aku benar benar tidak lapar, aku akan melanjutkan tugasku, sebentar lagi selesai. Besok kau sudah bisa mengisi gedung barumu itu.”

Sang Jaepun kembali melangkahkan kakinya, menyusuri setiap anak tangga dan kembali kekamarnya.

“KAU TIDAK MENDAPATKAN IZIN LEMBUR DARIKU ! ARASSEO !”
Kyuhyun meninggikan suaranya agar gadis yang berada di lantai atas itu mendengarnya.

•••

Sang fajar telah menempati singgasananya.  Jendela yang tak tertutupi oleh gorden itu tak mampu membendung sinarnya.
Sang Jaepun meregangkan tubuhnya saat sadar bahwa semalaman, ah ani, seharian dari kemarin hingga sekarang Ia masih di kursi dengan posisi laptop di hadapannya.

“aigoo ! badanku serasa remuk “

Keluh gadis itu dan sadar bahwa ada sehelai selimut yang menutupi punggunya semalaman.
Matanya mengikuti sinar mentari yang masuk dari jendela, dan benar saja gordennya sudah terbuka.
Kyuhyun ?
Pikirannya langsung tertuju layar monitor.
Sang Jae menarik nafas panjang, merasa lega karena tugasnya sudah selesai.
Ia masukan data designnya itu ke dalam Flashdisk dan segera berlari membawa Flashdisk itu menuju kamar Kyuhyun.
Namun, hasilnya nihil.
Gadis itupun mencarinya di setiap sudut. Dan pagi ini, Ia tersadar bahwa Ia telat bangun.
Sang Jae menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.

“mianhae, aku tidak sempat membuatkanmu sarapan”

Sejenak Ia teringat akan ucapan Kyuhyun sebulan yang lalu
“Bulan depan kau ke kantorku dan beri design mu. .”

“HISH !”
Ia mengacak rambutnya gusar.
“manyusahkan  !!”

Author POV end

•••

Sang Jae POV

Oke ini kunjungan pertamaku ke kantornya.  Siapa ? ah hingga saat ini aku masih menganggapnya sebagai orang asing, namun tidak dengan hatiku.
Pagi ini, ah ani, ini sudah bisa di sebut siang. Tepat pukul 11 a.m, aku mengenakan kemeja putih polos dengan celana short levi’s. Yaah walaupun sebenarnya aku ingin sekali menggunakan kaus namun aku sadar akan tujuan ku hari ini.

“Maaf nona, kau tidak bisa masuk”
Langkah kakiku tertahan saat satpam penjaga melarangku masuk.

“aku ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun”
“apa kau memiliki janji dengan Tuan Cho ?”
“tentu, dia yang menyuruhku kesini”

“APA APAAN INI ?”
Tanya Ibu mertuaku yang entah sejak kapan berada di dekatku.

“eo ? eomma ?”
“Sayang, mengapa kau tidak masuk ?”
Tanyanya sembari sedikit merapikan poniku.

“NEO ! mengapa kau menahannya ?”
Lanjut Ibu mertuaku, melontarkan pertanyaan itu kepada satpam.
“ah, jeongmal jeosseonghamnida nyonya, aku hanya mengikuti peraturan, bahwa tuan Cho tidak bisa bertemu dengan sembarang orang”
Jelas satpam itu sembari tertunduk menyembunyikan rasa gugupnya.

“SEMBARANG ORANG KAU BILANG ?”
Ya, eomma meninggikan suaranya.
“Ia adalah NYONYA CHO ! Cho Sang Jae ! Istri dari Cho Kyuhyun !”
Jelas eomma terang terangan.
Aigoo ! bukan aku, Kyu ! bukan aku yang membocorkan pernikahan kita. Tapi eommamu lah.
Kulihat semua orang sedang memperhatikan kami. Jelas saja ! posisi kami sekarang di depan pintu masuk.

“ne? Tuan Cho sudah menikah ?”
Tanya satpam itu, memastikan kebenaran dari pendengarannya tadi.

Sang Jae POV end

Author POV

PLAK ! #efek

Satu  tamparan Ibu mertua gadis itu mendarat di pipi anaknya. Keadaan semakin memanas saat Cho Hanna, dan Cho Sang Jae memasuki ruangan Cho Kyuhyun.
Ya, memang semua sudah terbongkar. Ibunya marah besar karena Kyu menyembunyikan statusnya dari perusahaan dengan  alasan Han Hyorin. Satpam itulah yang secara terang terangan membeberkan hubungan Tuannya dengan sekertaris Han.
Sedari tadi, Sang Jae hanya terdiam menyaksikan perdebatan antara Ibu dan anak itu.

“Eomma !”  lirih Kyu
“KAU INI !! ANAK NAKAL !!”
“aku sudah bilang, bahwa aku tidak menyetujui pernikahan ini”
“DAN KESALANMU YANG KEDUA ADALAH BERHUBUNGAN DENGAN SEKRETARISMU SENDIRI !”
“aku tahu aku salah”

Aku Kyu sambil melirik ke arah gadis yang sedari tadi berada di belakang Ibunya. Gadis itu adalah Sang Jae. Ia mengira bahwa Sang Jae lah yang membongkar semuanya, namun di hatinya Ia sama sekali tidak marah jika memang gadis itulah yang membeberkan kebenaran kepada Ibunya.
 sebaliknya, wajah Sang Jae begitu tegang. Ia takut Kyuhyun akan memarahinya.
Ruangan Kyu bersebelahan dengan Sekretarisnya. Diam diam Han Hyorin mengintip semua kejadian dari kaca luar. Dan Iapun mengerti mengapa belakangan ini Kyuhyun sering tidak menghiraukannya.
Dari balik kaca, Hyorin mengamati tatapan Pria itu ketika melihat Sang Jae yang sedari tadi menunduk.  Terlihat bahwa Kyuhyun menyukai gadis itu, ya gadis yang di sebut sebagai Cho Sang Jae oleh Ibu Kyuhyun.
Babo ! Ia menyembunyikan ini dariku ! bagitulah umpat Hyorin di dalam hatinya.

“PECAT SEKRETARIS HAN SEKARANG JUGA !”
“eomma, rendahkan suaramu,  chebal ..”

Lirih Sang Jae sambil berjalan kedepan hadapan Ibu mertuanya, menghalangi pandangan Ibu dengan anaknya, mengambil kedua tangan Ibu mertuanya itu dan tersenyum menenangkannya.
Di usap rambut lembutnya, Ibu mertuanya merasa bersalah atas sikap anaknya itu.

“eomma minta maaf sayang. Mungkin memang tidak seharusnya pernikahan ini terjadi, salah kami sebagai orangtua yang memaksakan keinginan anaknya”

Dan tanpa sadar Sang Jae meneteskan air matanya, saat Ia menatap tatapan tulus dari Ibu mertuanya.
Telat eomma, kau telat mengakui semuanya. Kini aku tidak ingin melepaskan Kyuhyun. Lirih Sang Jae di dalam hati.

“ommo, aku benar benar merasa bersalah”

Ucap Ibu mertua sembari memeluk tubuh menantunya.
Kyu kembali menjatuhkan tubuh ke singgasananya. Tubuhnya melemas saat melihat kedua orang yang Ia sayangi menangis. Ya benar ! keduanya.

Bodoh ! jika aku mengatakan yang sebenarnya dan tidak menyembunyikan statusku, mungkin mereka tidak akan menangis. Ini semua karena ulah ku. Umpat Kyu di dalam hati.

Kyu menggenggam kepalanya frustasi.

“uljima Sang Jae, uhm ?”
Pinta Ibu Kyuhyun sembari mengusap air mata Sang Jae.
“uhm” Sang Jae mengangguk.

Author POV end

•••

Kyuhyun POV

“tapi Tuan, kau masih ada meeting sekali lagi di jam 7 malam ini”

Tidak peduli akan ucapannya, aku terus bersiap mengambil  Jas yang tergantung dan melangkahkan kaki keluar dari ruangan ini. Aku ingin segera menemui Sang Jae. Tidak peduli siapa yang sedang berbicara sekarang, ya memang rasa sayangku memudar terhadap gadis ini.

“sekretaris Han, ada urusan yang lebih penting. Percuma saja jika aku menghadiri rapat jika pikiranku sedang kacau”

Ucapku sambil melangkah menuju pintu. Namun, langkahku terhenti seketika dan berbalik menghadap gadis di belakangku ini.

“ah, Hyorin~a, mianhae..  aku merasa bersalah padamu”
Kulihat wajahnya memerah menahan tangis. Aku menghampirinya dan memeluknya.
“Kyuhyun~a..”
Lirihnya saat wajahnya terbenam di dadaku.
“maaf, tapi aku benar benar tidak bisa melepaskannya, Hyorin~a”
Sontak Ia memberikan jarak diantara kami,tangisannya semakin menjadi.
“lalu ? bagaimana denganku ?”

Bagaimana lagi ? aku akan melepaskanmu. Karena aku benar benar mencintai Sang Jae, gadis yang selalu bersamaku belakangan ini, gadis yang selalu berperan menjadi Istriku, gadis yang selalu membuatku kagum dan menghapuskan perasaanku untukmu seketika, Hyorin~a

“mianhae, kita berakhir saja”
Tidak ada respon darinya, Ia langsung berlari meninggalkan ruangan.

Berapa orang yang hari ini kau buat menangis Kyuhyun ?

di Apartement Kyuhyun..

Kulirik jam di tanganku, tepat menunjukan jam 6 sore. Namun mengapa dia  tidak ada, bahkan kamarnya masih rapi. Apa dia belum pulang? apa dia ada di kampusnya? Ah tidak mungkin.
Dan percuma saja aku menelfonnya, berkali kali tidak ada jawaban darinya.
Sang Jae~ya, Neo eoddiyo ?

Beberapa jam kemudian..
“ah ! jinja ! mengapa aku kalah terus ?”

 Psp ku, tolong hibur aku. Bukan semakin mengacaukan pikiranku.
Jam tepat menunjukan 12 malam. Kemana gadis itu ?
Kembali aku menghubunginya, namun tetap tidak ada jawaban darinya.
Eottohke? Jika aku menghubungi Hyun Jae Hyung, dan ternyata gadis bodoh itu tetap tidak ada dirumahnya, bisa bisa aku dihabisi Hyung.

Ah ! pengecut ! Cho Kyuhyun !

Keesokan harinya..

Aku benar benar menghkawatirkannya, namun apa yang telah aku lakukan ? semalaman hanya terdiam di sofa depan Tv. Bagaimana aku bisa tidur nyenyak ? dari kemarin aku juga belum makan.
Astaga ! hidupku memang sudah bergantung dengan kehadirannya.

KRIIING #efek

Handphone ku berbunyi tepat di genggaman.
Sang Jae ?

“Yak ! neo eoddiyo? “
“Kyu~a, jika kau lapar, kau bisa merebus mi”
“MWO ? kau masih bisa bicara seperti itu ?”
“Kyu~a, jangan cari aku di rumah Oppa ataupun di rumah orang tuaku, karena percuma saja, aku tidak ada di sana, aku ingin menyendiri sejenak”
“Sang Jae~ya, .......”
“Kyu~a, aku sedang memikirkan jalan terbaik untuk kita kedepannya. Kita berpisah sejenak, eotte ?”
“MWO ? ..... kau menangis ?”
Aku tahu benar, aku mendengar suaranya bergetar, Ia pasti sedang menangis. Mengapa hatiku terasa sakit ?
“abeonim, Ia kembali koma. Tapi aku justru tidak ingin menjenguknya, aku tidak tega melihatnya. Kau bisa menjenguk ayahku ? dan beri tahu dia dan ibuku bahwa aku baik baik saja bersamamu”
“Sang Jae~ya...”
“Kyu~a, aku takut tidak bisa menahan perasaanku”
“maksudmu ?”
“aku lelah, maka beri aku izin tuk menyendiri sejenak. Aku berada di kuil di bukit timur, tak usah mencariku aku baik baik saja”
“uhm. Aku menunggumu, aku me.......”
TUUUUT ! #efek
Ya telfon ditutup dari sebrang sana.
Aku merindukanmu !  kata kata itu yang tadinya ingin aku ucapkan.

Kubuka pintu kamarnya. Ck ! dulu kamar ini menjadi tempat bermainku, selalu berantakan. Namun kini, kamar ini menjadi bernuansa putih, rapi, dan aroma khas tubuhnya mengisi ruangan ini.
Kulihat ada kertas kecil di atas meja belajarnya dengan sebuah flashdisk di atasnya.

“Kyu~a, maaf telah mengacaukan semuanya. Tadinya aku hanya ingin memberikan designku, ada di dalam flashdisk ini. Jika tahu akan seperti ini, mungkin lebih baik tadi aku tidak memasuki ruanganmu dan menitipkannya pada satpam saja. Aku sendiri datang ke kantormu, namun ternyata Ibumu juga ingin mengunjungimu, kami bertemu tanpa sengaja di depan gedung. Maaf, entah mengapa aku ingin selalu mengucapkan kata maaf padamu. Maaf, karena aku selalu menyusahkanmu, dan terlebih lagi aku benar benar minta maaf karena seharusnya Han Hyorinlah yang menduduki posisiku saat ini. Aku merasa asing di apartemenmu. Sungguh, aku benar benar tidak nyaman dengan perasaanku. Kyu~a, jangan lupa makan, ne?  _Sang Jae_”

Aku melihat kursi belajarnya, di sinilah terakhir Ia duduk sambil membenamkan wajahnya di atas kedua tangannya yang bersilangan  di atas meja. Melihat wajahnya saat itu, sepertinya Ia kelelahan karena mengerjakan tugas dariku.  Aku ingin memindahkannya ke atas ranjang, namun aku takut membangunkannya, jadi aku hanya menyelimuti punggungnya.
Hingga esok paginya aku memasuki kamar yang penghuninya masih tertidur dalam posisi yang sama seperti tadi malam. Aku tak tega membangunkannya. Ku buka gorden dan cahaya matahari memenuhi ruangan, namun tetap saja gadis itu masih nyenyak dalam tidurnya. Tidak seperti biasanya, jam segini Ia belum bangun.
Gomawo. Aku ingin sekali mengucapkan kata itu padamu Sang Jae~a.
•••
“yang ini sebelah sana !”
“itu ! simpan diatasnya, tarik meja itu di samping sini !”
“yak ! mengapa kau beli warna merah ?”
“ingat ! di ruanganku khusus warna putih”
“yang seperti ini, pajang di sepanjang koridor !”
Ya, kini aku sedang mengisi gedung baruku, sesuai design yang gadis itu buat.
“Tuan, kapan kita meresmikan gedung baru ini?”
Tanya salah satu pegawaiku, ya bisa dibilang sebagai tangan kananku.
“aku ingin meresmikan gedung ini bersama dengan perancangnya. Aku belum tahu pasti, yang jelas kau harus mengundang semua perancangnya”
Ya, aku belum tahu kapan, karena selama Sang Jae belum pulang, aku tidak akan meresmikan gedung ini.
“ah, Donghae~ssi, tolong pantau semua sesuai design. Aku percaya padamu, sekarang aku mau pergi. Ada urusan yang lebih penting dari ini. Jika sudah selesai, segera hubungi aku”
“ye, algashimnikka”

di Seoul Hospital..

“eo ? Kyuhyun~a !”
Sapa ibu mertuaku saat pintu ruang inap berhasilku buka.
“uhm, eommonim..”
“Sang Jae~a, eoddi?”
“dia...” apa yang harus aku katakan ? “sedang kuliah, ya ! Ia sedang di kampusnya” lanjutku.
“mengapa Ia belum menjenguk ayahnya? Biasanya anak itu yang selalu ada di samping ayahnya. Namun, setelah menikah, Sang Jae jarang mengunjunginya”
“uhm,, mianhae eommonim”
“wae ? ah aku tahu masalah mu di kantor kemarin”
Kulihat Ia sedikit melirik kearah pasien di belakangnya. Ya, ayah mertuaku sedang tidur nyenyak sejak 2 hari yang lalu.
“kita bicara di luar saja. Ne ?”
Lanjut eommonim.
“uhm” aku mengangguk menyetujuinya.
•••
“suamiku mengidap lemah jantung sejak Ia kecil”
Jelas ibu mertuaku mengawali perbincangan kami.
“tekanan darahnyapun tidak pernah normal,, Ia kembali koma saat mendengar kabar tentang keributan 2 hari yang lalu di kantormu”
“jeongmal jeossonghamnida ommonim”
“uhm, bukan hanya kesalahanmu, namun kamilah yang bersalah telah memaksakan kehendak putra putrinya. Kyuhyun~a, aku sudah melepaskan putriku, ah maksudku, aku sudah membebaskan keinginan putriku. Jika kalian hingga saat ini masih merasa tertekan dengan hubungan kalian, sekarang terserah kalian, jika memang berpisah adalah jalan yang terbaik untuk kal...”
“ani, eommonim, semua sudah terlambat”
“mwo ? apa maksudmu ?”
“eommonim, aku mencintai Sang Jae. Keributan yang baru saja terjadi adalah kesalahanku di waktu itu, memang awalnya aku yang menyuruh Sang Jae untuk menyembunyikan status kami dari perusahaan. Dulu waktu kami baru menikah. Namun, setelah aku menjalani pernikahan ini, aku merasa bahwa aku menyukainya, bukan hanya itu, aku mencintainya, eommonim”
“lalu, hubunganmu dengan sekretarismu itu ?”
Aku menekukan lututku hingga terkena lantai di hadapan ibu mertuaku yang sedang duduk di kursi tamu rumah sakit.
“aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya. Sungguh maafkan aku, eommonim. Aku benar benar mencintai Sang Jae, namun aku belum mengungkapkan perasaanku ini padanya. Sebenarnya saat ini, Sang Jae sedang tidak bersamaku”
“mwo? Dimana putriku ??”
“Ia berada di kuil bukit timur”
“ck ! Ia selalu berkunjung kesana jika ingin menenangkan pikirannya. Gwaenchana, bangunlah.. aku yakin kalian bisa menyelesaikan masalah kalian”

Tempat kami duduk saat ini tak jauh dari ruang inap abeonim.
Dan tak lama kemudian, tatapan kami beralih menuju 3 orang yang menggunakan pakaian serba putih itu dari kejauhan sedang berlari menuju ruangan ayah mertuaku. Eommonimpun melangkah cepat menghampiri salah satu suster yang sedang tergesa gesa menuju ruangan.
“ada apa ini suster ?”
“detak jantung suami anda menghilang, kami sedang berusaha tuk menormalkannya lagi, mohon Ibu bersabar dan tetap tenang. Tunggu di sini, Ibu tidak boleh masuk”
“tapi aku ingin melihatnya, OMO ! CHAGI~YA !!”
Jerit ibu mertuaku memanggil pria yang Ia cintai sedang melawan maut. Aku merengkuh tubuh lemahnya, dan Ibu mertuaku ini menangis histeris, menjerit didekapanku.

Apa ini alasan Sang Jae menerima perjodohan kami ? Ia rela melakukan ini semua demi ayahnya. Sungguh, aku tidak bisa menahan air mataku, terlalu menyedihkan dalam situasi seperti ini.

“eommonim, tenanglah eo ?”
“ini sudah yang ke tiga kalinya, apa mungkin tuhan masih memberikan kesempatan untuknya?”
Tangisan eommonim semakin menjadi, dan aku masih memeluknya. Ia sudah ku anggap seperti Ibuku sendiri.

Kami melihatnya dari kaca jendela kecil di pintu. Terlihat dokter dengan suster sedang berusaha semampu mungkin tuk memberikan kehidupan yang ke tiga kali bagi abeonim. Namun, pada akhirnya dokter itu tertunduk sembari menggelengkan kepala.
Tangis ibu semakin menjadi, tubuhnya melemas dan tak sadarkan diri.

Kyuhyun POV end

•••

Author POV
HARI YANG SAMA
Di Kuil..

“agassi, ada yang mencarimu”
Ujar seorang namja paruh usia penjaga kuil.
“ye ?” Sang Jae menghentikan kegiatannya menyirami tanaman obat yang terpelihara di samping kuil. “nugu ?” lanjutnya.
“suamimu menunggu di pintu utara”
“nde ? ah, ye gamsahamnida”
Gadis itu mengerutkan kedua alisnya
Sudah ku bilang tak usah mencariku! Umpatnya ketika Ia melangkahkan kakinya berniat tuk menemui tamu yang mengaku sebagai suaminya.

Dari kejauhan sudah terlihat punggung pria itu sedang bertengger di pagar tangga. Dan Ia mengenalinya.
Ya benar ! Cho Kyuhyun..

Sadar akan kehadiran gadis itu semakin mendekat, Kyuhyunpun berbalik posisi menghadap gadisnya dan segera menghampiri tuk memeluknya.

“yak !!” sentak Sang Jae memberontak saat Kyu memeluknya “waegeureo?”

Sang Jae terus berusaha melepaskan pelukan Kyu, namun semakin Sang Jae memberontak, Ia semakin mengeratkan pelukannya. Luapan dari kerinduannya kepada Sang Jae sekaligus merasa sedih yang mendalam ketika Ia harus menyampaikan berita kepada gadisnya.

“apa saja yang kau lakukan disini ?”
Tanya Kyu di dalam pelukannya.
“Kyu~a lepaskan dulu, aku sulit bernafas. Bodoh !”

Kyuhyun mulai melonggarkan pelukannya dan memberi jarak dengan kedua tangan yang memegang kedua bahu istrinya itu.
Sang Jae kembali mengerutkan kedua alisnya saat melihat tatapan tajam dari pria yang ada di hadapannya saat ini. Tatapannya begitu miris.

“yang ku lakukan hanya berdoa, menyiram kebun, dan menenangkan...”
“apa doa mu ?”
Tanya Kyu memotong ucapan Sang Jae
“aku berdoa untuk kebaikan ayahku dan..”
“kalau begitu ini yang terbaik untuk ayahmu”
Tandas Kyu kembali memotong kalimat Sang Jae tanpa sedikitpun melepaskan kedua tanggannya dari bahu Sang Jae.
Kyu semakin mendalam tatapannya, namun semakin lama, hatinya semakin sakit. Sakit bahwa sadar akan perasaannya mencintai gadis yang belum pernah Ia buat bahagia ini dan sakit jika Sang Jae tahu tentang keadaan ayahnya sekarang. Tanpa terasa, Kyu meneteskan air matanya.
Dan entah mengapa, tanpa tahu sebab saat melihat Kyu meneteskan air mata di depannya saat ini, tubuh gadis itu melemas dan Ia merasa sedih yang teramat dalam.

“Kyu~a, waegeureyo ?”
Tanya Sang Jae dengan nada bergetar, memastikan keadaan yang membuatnya sedih tanpa tahu sebab sepeti ini.
Kyu kembali merengkuh tubuh gadis didepannya itu.
“pulanglah, dan temui ayahmu, sore ini Ia akan di makamkan”
“mwo ? a a ab abeo.. abeo.. a”
Sontak kata kata itu membuat lidahnya membeku, tubuhnya melemas, air mata mengalir deras tanpa menjerit. Kyu semakin mengeratkan dekapannya, menahan tubuh istrinya yang melemas agar tetap berdiri.
“Kyuhyun~a, uri abeonim ? eoh ? abeonim ?”
Tanya Sang Jae di dalam dekapan Kyuhyun, Ia masih tidak percaya akan kenyataan.
Ayah yang sudah hampir setahun menghabiskan waktu di rumah sakit, 9 bulan koma dan sempat sadar untuk menghadiri pernikahan putrinya dengan Kyuhyun, pria yang Ia percayai tuk menjaga sekaligus menggantikan posisinya untuk Sang Jae. Dan beberapa bulan kemudian Ia kembali koma dan tidak di beri kesempatan  dari Tuhan untuk sadar yang ke tiga kalinya.

“mainhae”
Ucap Kyuhyun lemah.

Seminggu kemudian..

Berkali kali Kyu melihat bulatan kecil yang melingkar dengan tali kulit di pergelangan tangannya.
Sudah larut malam, namun Sang Jae belum pulang.

“jangan membuatku khawatir lagi Sang Jae !”
“ini bukan yang pertama kalinya, astaga !”
“bodoh ! mengapa tak ada kabar darinya !”
Umpat Kyu sembari melangkah mondar mandir di ruang tamu. Menunggu istrinya yang belum pulang.
Berkali kali Ia menelfon namun tidak ada jawaban darinya.

KRIIING ! #efek
Sebuah telfon dari Sang Jae

“yeobeohasseo”
“ye yeobeohasseo, tuan aku tidak tahu siapa gadis ini,  Ia sedang mabuk berat di kedai  kami, kedai kami seharusnya 2 jam yang lalu sudah tutup..”
“dimana ?”
Tanya Kyu memotong kalimat seorang namja di seberang sana.
“ (tempat di sensor karena FF ini tidak punya sponsor. Hiks :’) “
“baik aku akan kesana”
TUUUT ! #efek

Kyu langsung menutup telfon itu dan berlari secepat mungkin menuju kedai yang memang tidak jauh dari apartemennya.
Dalam waktu kurang dari 15 menit Ia berlari, akhirnya Ia sampai ketempat tujuan. Dan benar saja, hanya ada gadis itu pengunjung di kedai ini.
Ia melihat gadis itu terus menegukkan botol bir ke-4  yang sudah berjajar 3 botol kosong di depannya.

“geumanhae Sang Jae~ya !” ujar Kyu sambil mengambil botol itu dari genggaman Sang Jae.
“hush ! pergi ! ga !” ucap Sang Jae tanpa sadar.

Kyu langsung menarik tangan Sang Jae dan melingkarkan keduanya pada lehernya, membopong tubuh gadis itu dari belakang.

“cho kyuhyun,, kyuhyun~a..”

Sepanjang jalan Sang Jae hanya memanggil nama itu di tengkuk bahu sang pemilik nama.
Kyuhyun hanya mendengar dan tetap fokus melangkahkan kakinya.

“hmmm abeonim !”

Masih dengan mata tertutup, Sang Jae terus memanggil sambil meneteskan air matanya.
Dan tidak bisa di pungkiri lagi bahwa Kyuhyunpun ikut meneteskan air matanya.

Setelah sampai di apartemennya. Kyu langsung membaringkan tubuh Sang Jae ke atas ranjang, melepaskan sepatu Sang Jae dan membersihkan kakinya dengan air hangat. Sama seperti yang di lakukan Sang Jae saat Ia mabuk waktu itu.
Kyu menyelimuti tubuh mungil istrinya. Sejenak memperhatikan setiap lekuk wajah polos gadis itu ketika tertidur. Dan tiba tiba, Sang Jae langsung bangun dalam posisi duduk..
HUWEEK !! #efek
Yup ! Sang Jae memuntahkan minuman yang baru saja Ia minum sebanyak 4 botol. Untung saja dengan cepat Kyuhyun langsung mengadahkan kedua tangannya untuk menampung minuman yang keluar dari mulut istrinya itu tanpa rasa jijik.
Dan dengan polosnya Sang Jae kembali merebahkan tubuhnya kembali memejamkan mata.
Kyu langsung menuju kamar mandi, membersihkan tangannya dan kembali melangkahkan kakinya mendekat menuju ranjang Sang Jae. Merapikan kembali selimut gadis itu.

“Mimpi indah, Cho Sang Jae...”
Ucap kyu sebelum meninggalkan kamar Sang Jae.

•••

“kau mau kemana ?”
Tanya Kyu saat melihat Sang Jae membawa koper keluar dari kamarnya.
Namun, Sang Jae tidak menjawab. Ia terus melangkahkan kakinya.

“jawab aku ! pagi pagi begini, kau mau kemana ? dan apa yang kau bawa ?”
Kyuhyun berjalan mendekat dan membalikan tubuh gadis itu agar menghadap ke arahnya.

“untuk apa lagi aku tinggal di sini ? ayahku ? ck ! sudah, kita tidak usah berakting lagi. Bukankah sutradaranya sudah...”
“apa maksudmu ?”
Tanya Kyu dengan kasar memotong kalimat Sang Jae
“aku ingin kita bercerai”
Tandas Sang Jae dengan tegas.

Kyu menggigit bibirnya frustasi, dan menajamkan tatapan pada gadis di hadapannya saat ini. Dengan kesal dan tidak bisa membendung lagi perasaannya, Kyu langsung menarik tengkuk gadis itu dan menciumnya.
Sang Jae meneteskan air matanya dan membasahi pipi Kyuhyun.
Namun dengan sekuat tenaga, Sang Jae berhasil memberontak dan melepaskan ciuman Kyu.
PLAK ! #efek
Sang Jae menepiskan tangan kanannya dan berhasil mendarat di pipi Kyuhyun.
Gadis itu mengusap bibirnya kesal menggunakan punggung tangannya. Tanpa panjang lebar, Sang Jae tetap meninggalkan Kyuhyun dan segera pergi dari apartemennya.

Aku tidak akan melepaskanmu, Sang Jae~a ! ujar Kyu di dalam hati saat Ia terdiam melihat langkah Sang Jae semakin menjauh dari jarak pandangnya.

Sialan ! tragis sekali first kisseu ku ! gumam Sang Jae.

To be Continued..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar