Author : Song Sang Jae (Renata Dinda
Idris)
Genre : Romance
Rating : 24 page
Length : Series
Cast : -Cho Kyuhyun Super Junior
- Song Sang Jae a.k.a Cho
Sang Jae
Other Cast : -Song Minah (Ibu Sang
Jae)
-Song Jung Hyun (Ayah Sang Jae)
-Song Hyun Jae (Kakak Sang Jae)
-Lee Sarang a.k.a Song Sarang (Kakak Ipar
Sang Jae / Istri Song Hyun Jae)
-Song Hyunseo (Keponakan Sang Jae / putri Song Hyun Jae)
-Cho Yeung Hwan (Ayah Kyuhyun)
-Cho Hanna (Ibu Kyuhyun)
-Han Hyorin a.k.a Sekertaris Han (Yeojachingu Kyuhyun)
NO
COPAST ! ASLI hasil khayalan author ! ckck ^_^ FF ini beredar di blog dan fb
author (renatadinda9694.blogspot.com) . FF ini berseri (lebih dari 1
part yang kelanjutannya tidak bisa di perkirakan) . oh ya, cerita ini hanya
fiksi belaka, just FanFiction. Arachi !
•••
Sang Jae POV
di rumah Hyun Jae
Oppa..
“Hyunseo~ya, amma berangkat dulu, eoh ?”
“ah nde hati hati amma”
“eoh !”
Ake segera berlari keluar rumah , semoga dosenku datang
kelas terlambat.
“amma ! kau melupakan sesuatu !”
Langkahku tertahan tepat di depan knock pintu. Aish
keponakanku yang satu itu ! ya benar , Ia bukan anakku, Ia adalah keponakanku,
anak dari Oppaku. Namun, karena Ayahnya adalah orang penting yang selalu sibuk,
begitu pula dengan Ibunya yang kerjaannya hanya menghambur hamburkan uang
dengan ahjumma ahjumma arisan untuk keliling keluar negeri, maka akulah yang
merawat Song Hyunseo sejak kecil, kini gadis manis ini berusia 4 tahun.
“aigoo.. benar aku lupa memelukmu, kemarilah..”
Ajakku sambi mengulurkan tangan dan Ia pun berlari
mengahamburkan tubuh mungilnya ke pelukanku.
“kau jangan lupa makan oke ? jika butuh sesutatu, ada Kim
ahjumma yang menemanimu, amma berangkat kuliah dulu eoh?”
“nde amma oke” dengan
gaya jari kelingking yang Ia berikan sambil mengedipkan sebelah mata. Ck ! aku
yang mengajarkannya, lucu bukan? Tapi untuk jari kelingking? Aku mengajarkan
menggunakan Ibu Jari sejak Ia kecil, namun setiap Ia mengucapkan kata ‘oke’
selalu jari kelingking yang Ia gunakan.
“amma cepatlah pulang”
“ck ! amma saja belum berangkat Hyunseo~ya”
Ceklek #efek
“gomawo Sang Jae~ah, ada aku juga yang akan menjaganya”
“ah, eomma !!”
Cha ! itu dia, ibunya datang. Gadis kecil ini langsung
berlari kepangkuan Ibunya.
“eoh ! eonni.. kau sudah datang?”
“hmm aku bawakan ini untukmu “ Ia memberikan bingkisan, oleh
olehnya dari Hongkong.
“Aigoo.. eomma benar benar merindukanmu Seo~ya”
“jeoneun neomu bogoshipo eomma, chu~”
Aigoo manis sekali bukan ?
“hmm eonni, mengapa pulang tiba tiba? Setidaknya kau
memberiku kabar terlebih dahulu”
“sengaja, aku ingin membuat kejutan untukmu dan Hyunseo,,
kkk~ bukan itu sebenarnya ada hal penting yang membuatku mendadak pulang”
“benarkah? Apa itu ?”
“ck ! kaupun pasti akan mengetahuinya, kkkk~”
“aish ! eonnie~ya !!’
Ya, Sarang eonnie, kakak iparku itu memang baik dan sangaaat
baik, Ia ramah, pintar, dan cantik, Oppaku memilih istri yang tepat. Namun,
untuk masalah menghambur hamburkan uang? Ck ! sudah tidak usah diperpanjang.
^_^”
“AH AIGOO ! aku sampai lupa dengan kuliahku. Aku berangkat
dulu, annyeong..”
•••
Drrrt !
Drrrt !
Benda mungil itu bergetar tepat di saku celana jeans ku. Eommonim
?
“yeobohasseo ..”
“Sang
Jae~ya, eoddi~yo?”
“kantin kampus, wae~yo eommonim?”
“tolong
ambilkan baju gantiku di rumah, dan segera kau bawa ke rumah sakit”
“hmm ye, algashimnika eommonim”
Hey, apa kalian tidak penasaran dengan apa yang dikatakan Ibuku
tadi ? rumah ? rumah sakit ? Aa ! aku
lupa memperkenalkan diri.
Namaku Song Sang Jae, usiaku 20 tahun, aku kuliah di Unniversitas
Korea jurusan Arsitektur, tinggiku 165 cm dengan berat 45 kg, uhm palagi yang ingin kalian ketahui ?
ah ada lagi ! aku masih memiliki keluarga yang lengkap dengan kedua orang tua
dan satu satunya Song Hyun Jae Oppa yang aku miliki, satu satunya kakak Ipar
yang bernama Lee Sarang, dan satu satunya keponakan yang bernama Song
Hyunseo. Namun, selama Ayahku terbaring
koma di rumah sakit, selama 9 bulan itulah aku sering tinggal di rumah Oppa ku
dengan kakak ipar dan keponakanku yang manis itu, dirumahku sepi karena Ibuku
selalu menemani Ayah di rumah sakit. Cha ! sampai sini, mengertikah ?
•••
di Seoul
Hospital..
Dari kejauhan sudah terlihat seorang yeoja cantik yang sedang
duduk di kursi depan ruang inap Ayahku. Chakkaman ! menangis ?
“EOMMONI !!”
Panggilku dari kejauhan sambil berlari menghampiri dan memeluk
Ibuku. Benar ! Ia sedang menangis.
“Sang Jae~ya..”
Lirih eomma di dalam pelukanku.
“wae~yo eommonim? Uri abeonim
?”
“uhm” eomma menganggukan kepalanya dan melanjutkan perkataannya.
“untuk yang kedua kalinya, detak jantungnya sempat menghilang”
Deg !! seketika
tubuhku melemas dan dengan goyah terhempas di kursi. Tangis ibuku semakin
menjadi dan segera memelukku. Tenang aku tidak pingsan.
Kulihat dokter dan susternya keluar dari ruang rawat.
“uisanim, eottohke ? suamiku, baik baik saja kan?”
“ye, syukurlah nyawanya masih bisa terselamatkan lagi, namun
kondisi jantung dan fungsi syarafnya semakin melemah, sekalipun Ia tersadar, besar kemungkinan Ia
akan lumpuh karena tidurnya yang cukup lama”
“chebal, lakukan yang terbaik, apapun yang terpenting adalah
suamiku masih bisa bernafas”
“ye, akan kami usahakan semaksimal mungkin”
“gamsahamnida uisanim”
Ucap ibuku melemas dan segera duduk di sampingku. Dokter dan
susternyapun semakin menjauh dari jarak pandangku.
“eommonim, eottohke ?”
“Sang Jae~ya ! ada satu permintaan Ayahmu yang harus kau kabulkan
!”
“mworago ?”
“menikahlah !”
“mwo ? eommonim, aku tidak memiliki namjachingu”
“karena itu, sebenarnya sudah lama Ayahmu memilihkan calon suami
untukmu”
“nugu ?”
“dengan keluarga Cho”
“siapa dia ? aku tidak memiliki teman satupun yang bermarga Cho, aku tidak mengenalinya,
bagaimana mungkin aku menikah dengan namja yang sama sekali belum aku kenal,
bahkan akupun tidak tahu bagaimana rupanya,
eommonim chebal..”
Di genggamnya tanganku dengan erat, aku tahu Ibuku ini sedang
memohon.
“aku mohon putriku, demi Ayahmu yang entah kapan akan sadar atau
bahkan tidak akan pernah sadar kembali”
“eommonim.. jangan bicara seperti itu..”
“Cho Kyuhyun. Namanya Cho Kyuhyun, umur kalian terpaut jarak 4
tahun, kini Ia melanjutkan S2 jurusan manajemen bisnis dan Ia pula pemegang
saham Ayahnya, Ia pemilik “Lejel Corporation””
“Lejel Corporation ?”
“uhm, perusahaan yang cukup terkenal di Korea bahkan di
mancanegara. Sang Jae~ya, kau pasti akan
bahagia bersamanya”
“eommonim, naega.......”
“ah sudah larut malam, kau pulanglah, istirahat. Bukankah besok
kau ada kuliah ? pulang dari kampus langsung kemari, eoh ? kau bisa memberitahu
Ayahmu besok bahwa kau menerima perjodohan ini”
Gleg!! eottohke ?
“ye, eommonim, aku pulang..”
Aku melangkah cepat dengan tubuh yang masih lemas bahkan kini
tubuhku bergetar. Sejak awal aku datang kerumah sakit, sampai aku pulang
sekarang, tak henti hentinya aku menangis.
Mian
Hyunseo~ya, amma tidak bisa pulang cepat.
Ya bukan rumah Hyun Jae Oppa yang aku tuju, aku ingin pulang
kerumah, rumah sepi yang kini sedang tidak ada Ayah dan Ibu di dalamnya.
Keesokan
harinya..
Ceklek !! #efek
“ah, kau sudah datang ?”
Sambut Ibuku saat aku memasuki ruang inap Ayah.
“uhm..”
“cha ! tolong jaga Ayahmu sebentar, aku pergi mengambil air hangat”
“uhm..”
Aku mendekati ranjang Ayah.
Tuhan, banyak sekali alat yang
terpasang di tubuh Ayah ?
“Abeonim, kau mendengarku?”
Aku yakin
kau mendengarku Ayah, ssh ! Sang Jae~ah suaramu jangan sampai bergetar, kau
tidak boleh bersedih di depan Ayahmu !
“ck ! sudah terlalu lama
kau tidur, abeonim.. sini aku bantu kau
berolahraga seperti biasanya..”
Aku menggerakan kedua lengannya, aku memijatnya, aku.. aku
menangis di hadapannya ! jangan bersuara
Sang Jae ! chebal !
“abeonim, eommonim bilang kau memilihkan calon suami untukku,
benarkah ?”
Sebisa mungkin aku harus terdengar bahagia.
“ah senang sekali mendengarnya. Abeonim, mengapa kau tidak dari
dulu memberitahuku dan mengenalkannya padaku ?”
Aku menggenggam tangan hangat Ayahku, benar selalu ku syukuri
setiap moment seperti ini karena yang ku
rasa tangannya “masih hangat”.
“uhhmm aku ingin secepatnya pernikahan itu diadakan, aku menerima
pilihanmu, abeonim.. sadarlah, dan lihat Putrimu bahagia di atas altar”
Dan aku menerima dekapan Ibuku yang entah sejak kapan ada di
belakangku.
“gomawo putriku..”
Ucap Ibuku yang terdengar sangat bahagia. DAN ....
“eo ? Eommonim ! JARINYA BERGERAK ! Abeonim menggerakan jarinya !”
“BENARKAH ? yeobo... cepat panggilkan dokter !””
“uhm...”
•••
di rumah Hyun Jae
Oppa..
“amma !”
Panggil Hyunseo ketika pintu kamarku berhasil Ia buka.
“uhm.. kemarilah”
Aku merentangkan tanganku dan gadis kecil itu berlari memelukku.
“amma mengapa kemarin tidak tidur di rumahku? “
“mian Hyunseo~ya, kemarin amma mengunjungi halaboji”
“benarkah? Halaboji sudah bangun tidur ?”
Aku menggelengkan kepala “belum”
“ish! Mengapa Ia belum bangun juga ? apa halaboji sedang bermimpi
indah? Sehingga Ia tidak ingin bangun dari tidurnya ?”
“uhmm mungkin halaboji sedang bermimpi jalan jalan bersamamu
Hyunseo~ya”
“benarkah? Ck! Pantas saja semalam aku memimpikannya. Uri aboji,
eomma, amma, halamonni, dan halaboji, kami semua pergi ke taman rekreasi, aku
di belikan es krim cokelat olehnya, seharian kita bermain bersama. Namun ketika
pulang, halaboji mengatakan bahwa Ia ingin tidur di rumah sakit”
Aku terdiam sejenak memahami maksud dari mimpi Hyunseo itu dan
mengingat kembali kata kata dokter kemarin. “ajaib,
meningat detak jantungnya melemah kemarin, dan hari ini Ia sudah bisa
menggerakan jarinya, sebuah kemajuan yang sangat pesat. Sangat drastis.
Teruslah berdoa dan terus berkomunikasi yang baik dan menyenangkan hatinya agar
Ia pun berusaha untuk sadar kembali”
Akankah ayah sadar ? sadar untuk jangka waktu yang lama atau hanya
sesaat ?
“amma !!”
“eo Hyunseo~ya”
“jangan melamun”
“uhm.. kau mau es krim ? hari ini kita pergi ke taman bermain,
eotte ?”
“amma tidak berangkat kuliah ?”
“ani, ini hari minggu sayang”
“oke” gaya kelingking dan kedipan mata seperti biasanya.
“cha ! gajja !!”
•••
Ditaman
bermain..
“hmmm mashitta !!”
Ujar Hyunseo bersemangat ketika Ia melumat es krim cokelatnya
“uhm.. kita duduk di sana”
Aku menunjuk kursi taman tepat di bawah pohon
Gadis kecil itupun langsung berlari mendahuluiku ke tempat yang
baru saja aku tunjuk. Namun .. langka kecilnya terhenti saat es krim yang Ia
bawa mendarat di baju pengunjung lain. Astagaa..
“YAK !” sentak yeoja yang berdiri di sebelah namja itu.
Ya memang sebenarnya baju namja itulah yang kotor, mengapa yeoja
itu yang marah dan menyentak anak kecil ? ck ! tidak punya perasaan !!
“jeoseonghamnida”
Ucap Hyunseo dengan lemah, aku yakin kini Ia benar benar takut.
Jelas saja, seumur hidupnya Ia tidak pernah di sentak dan tumbuh dengan
kelembutan.
Aku melangkah cepat menghampirinya.
“Hyunseo~ya..”
“eo amma..” lirihnya dan kedua lengannya langsung melingkar di
pinggangku.
“ooh kau Ibunya?”
“ani, dia keponakanku”
“ck ! ck ! ck ! jaga keponakanmu itu dengan baik, jangan sampai Ia
mencelakai orang lain. Lihatlah baju namjachinguku ! aigoo, kau tidak apa apa
chagi~ya?”
“ya agassi ! langkah kakinya belum sempurna, Ia masih kecil,
lagipula mengapa kau yang kelimpungan ? sedangkan namjachingumupun biasa saja.
Bukankah keponakanku ini sudah meminta maaf ?”
“kau pikir dengan kata maaf semuanya bisa teratasi?”
Aigoo ada juga yang mau menjadi namjachingu gadis cerewet seperti
ini.
“geumanhae ! geumanhae Hyorin~a..”
Akhirnya bersuara juga namja ini.
“Hyunseo~ya, ucapkan permintaan maafmu lagi pada ahjussi ini..”
“nde amma.. ahjussi, jeosonghamnida..”
“eo, gwaenchana gadis manis..”
Namja itu menunduk dan mencubit gemas pipi Hyunseo.
“uhm.. kalau begitu, kami permisi”
Pamitku sembari menggandeng tangan Hyunseo dan langsung
meninggalkan pasangan itu.
“amma, es krimku..”
“amma belikan lagi yang baru eo ? yang lebih besar !”
“jeongmal ?”
“uhm..”
Jawabku mengangguk sebisa mungkin mengembalikan semangat ponakanku
tersayang ini.
•••
Seminggu sudah semenjak kejadian detak jantung Ayahku sempat
menghilang itu. Setiap hari aku selalu menjenguknya, melakukan hal hal seperti
biasanya, mengajaknya olahraga, dan bercerita, tentu saja menceritakan tentang
pernikahanku itu, mencoba menerima semua keadaan yang sudah direncanakan oleh
Ayahku, dan benar saja memberi kemajuan yang sangat baik untuk kesembuhan
Ayahku. Benar ! cerita tentang pernikahanku itu sukses aku buat sebahagia mungkin
aku menerimanya dan membuat Ayah senang.
Drrrt !
Drrrt !
Eommonim ?
“yeobohasseo”
“.............”
“wae ? eomma tenanglah..”
“.........”
“ye eommonim”
Dengan cepat kututup telephone dan berlari menuju menuju rumah
sakit.
“Sang
Jae~ah ! cepat kemari, Uri abeonim ..... Ia sudah sadar !”
•••
at Seoul
Hospital..
“SONG SANG JAE !”
Aku segera menghampiri sumber suara.
“Oppa, mengapa kau duduk di luar ? Abeonim sudah bisa di jenguk ?”
“uhm, aku barusaja keluar. Cha ! kau masuklah. mereka sudah menunggumu”
Ceklek !! #efek
“d di dimana Song Sang Jae ?”
“sudahlah yeobo, kau tidak boleh banyak bicara. Ia sebentar lagi
datang”
Benar !
terimakasih tuhan, terimakasih..
“abeonim..”
“cha ! Sang Jae~ya, kemarilah, Ayahmu sudah menunggumu”
Aku segera melangkah cepat dan memeluknya.
“Abeonim, jeoneun bogoshipda”
Sayangnya aku tidak merasakan Ayah membalas pelukanku. Tuhan, apa benar tubuhnya melumpuh ?
“k kau s selalu ada di s sampingku, putriku”
“uhm..” aku mengangguk.
“aku sudah membicarakan soal pernikahanmu padanya. Sang Jae~ah,
besok besan akan datang menjenguk Ayah
dan merencanakan hari pernikahan” jelas Ibu.
“uhm.. ah akhirnya.. aku
sudah tidak sabar, abeonim. Terimakasih kau sadar, dan kau bisa menyaksikan
pernikahanku. Jeongmal gamsahamnida..”
Sekali lagi kupeluk tubuh lemahnya, berusaha menyembunyikan
sedihku.
“gu gomawo Sang Jae~ya”
“uhm,, sudahlah, abeonim istirahat. Jangan terlalu memaksakan
tubuhmu. Besok aku datang dengan pakaian
cantik, tenang saja besok Putrimu ini
tidak akan memakai celana jeans. Kkk~”
“kkk~”
Aku
tersenyum melihat tawanya, terimakasih tuhan. Aku akan mengabulkan segala
permintaan ayahku dan akan selalu membahagiakannya.
•••
“eo ? oppa masih disini?”
Tanyaku saat melihat Oppa yang masih duduk di depan ruang inap
Ayah.
“hmm kemarilah..”
Ia menepuk-nepuk bangku disampingnya.
“Oppa, eottohke ?”
“Sang Jae~ya. Uri Abeonim,
Ia pernah mengatakan bahwa Ia memiliki sarangan jantung sejak kacil. Makanya,
sejak kecil itupun Ia sudah memikirkan masa depannya yang sangat jauh secara
matang. Karena itu, Ia membuat segala macam rencana agar Ia tenang ketika tiba
tiba Tuhan memanggilnya”
“maksudmu ?”
“saat itu usiamu masih kecil tuk mengetahui semuanya”
“oppa !”
“akupun sama sepertimu, aku dijohkan dengan keluarga Lee”
“dan kau bahagia ?”
“tentu ! uri abeonim tidak mungkin merencanakannya jika aku tidak
bahagia. Menikah dengan gadis pintar, baik, cantik, dan memiliki putri yang
manis. Itu merupakan kebahagiaan”
“bagaimana bisa bahagia itu datang tanpa cinta ?”
“kau akan menyadarinya ketika kau menjalaninya”
“tapi aku benar benar tidak mengenalinya, oppa”
“besok Ia akan datang, tidak ada celana jeans dan kaus oblong lagi. Istriku sedang di rumah, pergilah
bersamanya tuk membeli baju”
“oppa..”
“aigoo ! sejak kapan adik manisku ini menjadi seorang pembangkang
?”
“uhm.. aku akan menuruti dan menjalani semua. Semuanya !”
“bersabarlah, aku selalu melindungimu”
“gomawo Oppa”
•••
“aigoo neomu yeppoda, adik iparku ini cantik sekali”
Aku mengenakan dress baby doll soft pink. Dan make up hasil karya
Sarang eonni.
“hmm gomawo eonni”
“cha ! pakai ini !”
Ia menawarkan high heels padaku !!
“ah shireo.. eonni, aku akan datang kerumah sakit bukan ke..”
“Sang Jae~ah, aku sengaja membelikanmu ini dari Hongkong kemarin”
“akan kugunakan di hari pernikahanku, aku janji eonni. Chebal..”
“uhm. Joha ..”
“eonni, apa ini alasannya menagapa kau mendadak pulang dari
Hongkong kemarin ?”
“eoh, pada akhirnya kaupun pasti tahu. Benarkan ?”
“uhm.. tapi aku tidak tahu
sampai kapan aku akan bertahan dengan namja yang belum aku kenal”
“kau pikir sebelum perjodohan itu terjadi, aku mengenali Oppamu?”
“jadi ?”
“uhm.. aku sama sepertimu. Aku menikah saat usiaku berumur 23
tahun dan Oppamu berumur 26 tahun”
“itu beda. Kau menikah pada saatnya di usiamu. Sedangkan aku?
Usiaku 20 tahun dan berapa usia calon suamiku itu ? ck ! bisa hancur cita
citaku”
“kau pikir aku tidak punya cita cita ! lihat aku, sama sepertimu !
aku berhasil menjadi seorang arsitek terkenal hingga kini,memiliki putri yang
cantik dan manis, menikah dengan namja yang tampan, pintar, baik, dan juga
kaya. Yak ! perjodohan itu tidak semengerikan yang kau kira Sang Jae~ya. Dan
usia calon suamimu itu 24 tahun”
“MWO ? tua sekali ! jaraknya jauh denganku, aku tidak punya cita
cita seperti itu, eonnie~ya..”
“Ia pengusaha muda ! Babo !”
Aish !
eonnie~ya. Sampai kapan otakmu itu berisi uang dan uang ?
“cha ! aku berangkat dulu”
“kau yakin akan mengenakan sepatu cats itu ?”
“eoh ! wae ?”
“ck ! ck ! ck !”
Aku melihat kakak iparku itu menggelengkan kepalanya dengan
pasrah. ^^v
•••
di Seoul
Hospital..
Dari jauh sudah terlihat Hyun Jae oppa sedang duduk di kursi dapan
ruang inap dan sedang berbincang bincang dengan namja di sebelahnya. Chakkaman
! namja es krim ? ck ! ck ! ck ! akrab sekali mereka.
“eoh . Sang Jae~ya”
“uhm oppa, mengapa kau di luar ?”
“kami menunggumu, Cha ! Cho Kyuhyun, kalian masuklah, aku disini
di dalam tidak boleh terlalu ramai”
DEG
!!! IGE MWO~YA ?
ck ! ck !
ck ! jaga keponakanmu itu dengan baik, jangan sampai Ia mencelakai orang lain.
Lihatlah baju namjachinguku ! aigoo, kau tidak apa apa chagi~ya?
Namjachingu ?
“Yak ! Sang Jae~ya !”
Kaget ? jelas ! Hyun Jae Oppa berusaha menyadarkan lamunanku.
“eoh.. annyeonghaseo”
Sapaku untuk calon suamiku !
“hmm annyeonghaseo”
“joha, kalian masuklah..”
Aku menuruti perintah Oppaku. Melihat Kyuhyun membukakan pintu
ruang inap dan akupun melangkah masuk. Baiklah..
permainan di mulai ! Tuan Cho !
•••
“eoh ? menantuku, Kyu~a
ajak calon istrimu itu kemari”
Mwo ? Ia merangkul bahuku dan mengajakku mendekat pada Ibunya.
“aigoo.. yeppo..”
“uhm, gomawo ahjumma”
“mwo ? kkk~ panggil saja eomma, jangan sungkan”
“ya benar, sebentar lagi kita semua akan menjadi keluarga”
Lanjut Cho Ahjussi.
“ye, aboji..”
“oh hahaha senang sekali bukan?
Song Jung Hyun ? Min ah ssi ? akhirnya kita benar benar menjadi besan”
“uhm, ye..”
Jawab Ibuku bersemangat. Bahagia sekali kalian ? sedangkan yang
kulihat dari tadi Kyuhyun hanya terdiam dan tersenyum sama sepertiku. Ya
senyuman “terpaksa”. Tak apalah, yang penting aku melihat Ayahku bahagia,begitu
senangnya Ia hari ini.
“cha ! kalau begitu besok kita akan daftarkan pernikahanmu. Dan
lusa kita adakan resepsi pernikahan. Eotte ?”
“ah, bukankah itu terlalu cepat, aboji ?”
Akhirnya Ia bersuara juga. Sebenarnya pria macam apa dia itu
? lelucon ! aku sama sekali tidak
mengenalinya.
“tidak ! Mengingat sudah 20 tahun semenjak kelahiran Sang Jae
pernikahan ini sudah di rencanakan..”
Jawab Ayahnya dengan tenang.
“Sang Jae~ya, karena Ibumu selalu menjaga Ayahmu dirumah sakit,
besok kau akan ku bantu mempersiapkan acara pernikahan kalian, eotte ?”
“aigoo, ibu mertuamu itu baik sekali..”
“ah tidak usah sungkan besan, putrimu itu putriku juga”
“uhm.. Ye eomma”
•••
dikampus..
“argth !”
Rintihku saat tangan kananku ditarik paksa oleh seorang namja. Yup
! dialah calon suamiku yang menarik tanganku.
“Yak ! Tuan Cho ! apa apaan ini?”
“masuklah !!”
Ajaknya saat Ia membukakan pintu mobilnya untukku. Dan memaksaku
untuk masuk.
di
perjalanan..
“mau kemana kita?”
“..”
“yak ! jawablah. Aish ! kau itu malas sekali bicara”
“..”
“kau menculikku ya ?”
“mana ada penculik yang mendapatkan izin dari orang tua si
korban?”
“ah, kau meminta izin orang tuaku tuk mengajakku pergi?”
“ck ! percaya diri sekali kau ! bukan itu maksudku. Ibumu yang menyuruhku
menjemputmu dan Ibuku yang menyuruhku tuk mencari gaun dan persipan pernikahan
lainnya”
“mwo ? bukankah Ibumu yang akan mengantarkanku ?”
“sudahlah, jangan banyak bertanya. Kita ikuti saja skenario yang
diberikan orang tua kita”
“dan kita terus berakting, begitu ?”
“lalu ? kau tega menolak perjodohan ini? Malihat kondisi ayahmu
itu?”
MWO ? segera
aku melepaskan selfbelt.
“turunkan aku !”
“mwo ?”
“kau tuli ? turunkan aku !”
“Yak ! Sang Jae~ya ! neo waegeureo ?”
Dan kau
malah bertanya ? kau kasihan padaku, ah ani, kau kasihan dengan kondisi ayahku
makanya kau menerima perjodohan ini. Dan aku yakin setelah Ayahku tiada, kau
akan menceraikanku. Begitukah maksud dari perkataanmu tadi, Tuan Cho ?
“Song Sang Jae ?”
Suara itu menghamburkan lamunanku. Sial ! mengapa belakangan ini
aku jadi sering melamun ?
“eoh ?”
“kau sudah tenang ?”
“uhm, Kyu~ah... kapan rencana resepsi pernikahan kita?”
“besok” jawabnya dengan singkat
“ck ! mich’yoseo !!”
Aku mendengar Kyuhyun manarik nafas panjangnya dan membuangnya
dengan berat. Ya.. sesak bukan ? apalagi
aku, Tuan Cho. Aku mengetahui bahwa kau memiliki kekasih lain. Cemburu ? ani.
Tapi adakah seorang wanita yang rela menerima semua ini?
•••
di
Apartement Kyuhyun..
“Ya aku
bersedia akan selalu menjaganya, suka maupun duka, susah maupun senang, akan ku
habiskan sisa umurku bersamanya hingga rambutku tidak menghitam lagi, aku akan
selalu mencintainya”
Aku mengingat kejadian dua hari yang lalu saat Ia mengucapkan
janji itu di atas altar, Tuhaan.. sejak kapan sumpah itu menjadi ajang
permainan ?
“ayoo cium
cium cium !!”
Teriak para saksi yang hadir di hari itu, aku melihat ke arah
Ayahku. Ya benar ! ayahku hadir di pernikahanku, dengan kursi rodanya, betapa
syukurnya aku melihat Ayahku tersenyum bahagia. Saat itu Kyu langsung mengambil
wajahku menghadap ke arahnya.
“bukankah
kita harus menuruti perintah sutradara?”
Itulah yang Ia ucapkan sebelum Ia menciumku, nyaris tak terdengar.
Aku memejamkan mataku, penat sekali. Berendam air hangat membuatku
sedikit tenang. Di sinilah aku sekarang, sudah dua hari terakhir aku tinggal
bersamanya, di apartemennya. Ck ! aku
jadi ingat saat kami berdua keluar dari gereja, saat itu seharusnya kami menuju
hotel tempat yang sudah disiapkan oleh orang tua kami tuk berbulan madu. Namun,
berbagaimacam cara yang Kyu lakukan hingga Ia berhasil mengendarainya dan
membawaku kesini. Syukurlah, setidaknya di tempat ini aku merasa aman, dengan
dua kamar.
Tok Tok
Tok !! #efek
“SANG
JAE~YA !! PPALIWA !!”
“MWORAGO?”
“AKU LAPAR !!”
HISSSSH !!
Sudah dua hari ini aku menjadi pembantu di rumah ini ! apaboleh
buat, aku tetap harus menikmati peran sebagai seorang istri.
“SANG
JAE~YA! KAU MENDENGARKU ? CEPATLAH KELUAR !”
“EOH ! KAU KELUARLAH DARI KAMARKU !”
Tanpa jawaban darinya. Benar ! aku lupa membuatkan makan malam,
bukankah ini baru jam 7 ? kemarin Ia pulang kerja jam 9.. Ah NANMOLLA ! aku
memang tidak tahu apa apa tentangnya.
Segera ku balut tubuhku dengan handuk.
“NEO !!?”
Sontak aku terkejut saat pintu kamar mandi berhasil ku buka dan melihat
namja yang tadi aku suruh keluar ternyata Ia masih duduk di pinggir ranjangku !
“wae ? kaget ?”
Ia mendekat dan #PLETAK !
Pinsil kayu ku sendiri mendarat di kepalaku.
“pelajaran untukmu karena kau telat menyiapkan makanan untukku !”
Ujarnya sambil tersenyum jahil.
“YAK ! MEMANGNYA AKU PEMBANTUMU ! penjahat ! sembarang memasuki
kamar wanita !”
“mwo ? sembarangan ? ini rumahku. YAK SONG SANG JAE ! ah ani, CHO
SANG JAE !”
Apa maksudnya Ia meninggikan suara saat memanggil namaku ? aku
tidak bangga dengan gelar itu !
“Cho Sang Jae ! tidak baik bersikap kasar jika kau sedang
berbusana seperti itu !”
Relfeks aku menyilangkan kedua tanganku.
“Hish ! JINJA ! keluarlah ! cepat keluar jika kau ingin makan
malam !“
Aku mendorongnya keluar.
“chakkaman !”
Ujarnya menahan pintu kamar yang hampir aku tutup
“wae ?”
Ia mendekatkan wajahnya hingga mengisi celah pintu kamar yang
masih sedikit terbuka.
“dilihat lihat, ternyata kau cantik juga”
BRAK ! #efek
Ya ! aku menutup pintu kamar dengan satu hentakan kasar.
“YAK !
TIDAK SOPAN ! CEPAT TURUN ! DAN BUATKAN AKU MAKANAN !”
Teriaknya dari sebrang pintu.
at Dining
room..
“woaha Mashitta ! seharusnya sejak kemarin kau masak seperti ini”
Ya kali ini aku masak jjajjangmyeon, apa enaknya makan tanpa sayur
?
“uhm” jawabku singkat.
“jangan masak sayur lagi. Ara !”
“uhm”
“ternyata kau hebat juga ya dalam hal memasak”
“uhm”
“apa tidak ada kata lain yang bisa kau ucapkan selain “uhm uhm !”
?”
“Yak ! aku sedang mengunyah makanan ! babo ! habiskan makananmu
baru bicara ! bawel sekali kau ini”
“ck ! ck ! galak sekali. Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan
gadis sepertimu ?”
“BAGAIMANA MUNGKIN AKU MENIKAH DENGAN PRIA SEPERTIMU !? .. aku sudah kenyang”
Segera aku meneguk segelas air dan
meninggalkan meja makan. Tidak peduli dengan tatapan tajamnya.
ABEONIM
...
di
hari yang sama, tengah malam..
Ku buka perlahan pintu kamar Kyu,
sebisa mungkin tidak bersuara. Berharap penghuni rumah ini sudah tidur. Yup !
benar saja, Ia sudah tidur. Annyeong
Kyu~a, malam ini aku ingin tidur di samping Ayahku.
at
Seoul Hospital..
Kulirik jam di tanganku, hampir menunjukan pukul 12 malam. Bukan waktu yang tepat untuk
menjenguk. Kulihat dari kejauhan Ibuku
sedang tidur di ruang kunjung pasien, benar sudah cukup sepi.
Perlahan aku buka pintu ruang inap
Ayah, dan aku dapati Ayahku yang belum tidur.
“S Sang Jae~ya..”
Panggil Ayahku..
“sssst ! abeonim, tidak boleh banyak
bicara” aku tarik kursi mendekat ke samping ranjang ayah “ Aku ingin tidur
disini menjagamu , abeonim”
“mm me mengapa k kau belum tidur ?”
“aku tidak bisa tidur”
“nado”
“tidurlah, uhm ?”
“Kyu ?”
“ah, sebelum Ia tertidur. Ia memberiku
izin tuk menemuimu. Abeonim, gomawo..”
“mworago?”
“aku benar benar bahagia menikah
dengannya. Ia tampan dan juga baik padaku”
Ia menatapku. Namun, kali ini mengapa
Ia menatapku dengan tatapan khawatir ?
“abeonim, wae~yo ?”
Kulihat jari tangannya bergerak, dan
aku langsung menggenggamnya.
“abeonim, tidurlah. Eoh ?”
“uhm..”
•••
Keesokan
harinya..
di
Apartement Kyuhyun..
“aku pulang..”
Mwo ? dimana dia ?
Aku buka pintu kamarnya. Ah aku lupa.
Ck ! Ia pasti sudah berangkat kerja. Mian Kyu~a aku tidak membuatkanmu sarapan
pagi ini.
Selama kami menikah, aku belum pernah
memasuki ruangan ini. Yup ! memang kami tidur di ruangan terpisah. Aku telusuri
setiap sudut yang ada, dan ku dapati
fotonya dengan wanita itu di nakas samping ranjangnya. Aku hanya bisa
tersenyum, dan kulihat lagi di samping foto itu tergeletak cincin pernikahan
kami. Miris bukan? Saat cicin yang Ia pasangkan di hari pernikahan masih ada di
jari manisku, sedangkan Ia ?
Eottohke
?
MWO
? sudah jam 10 ? aku lupa ada jadwal kuliah hari ini. Aish ! mich’yo !
•••
Aigoo.. aku lupa melihat jadwal di
studentsite ku. Jika tahu, pasti aku
tidak akan masuk di pelajaran sejarah dengan dosen yang membosankan itu. Lebih
baik aku menemani Ayah di rumah sakit.
Drrrt
! Drrrt !
Kyuhyun
?
“yeobohasseo..”
“Sang
Jae~ya ! kemana saja kau ?”
“Kyu~a, lebih baik kita bicarakan di
rumah, eoh ?”
“jangan
membuatku khawatir ! ara !”
“eoh “
“ada
di mana sekarang ?”
“kampus”
“tunggu
aku 15 menit lagi. Aku akan menjemputmu”
“nde”
Jangan membuatku khawatir ! ara !
Ck ! apa yang Ia khawatirkan dari ku ?
Beberapa jam kemudian..
Hebat
sekali tuan Cho ! 15 menit kau bilang ? sudah lebih dari 4 jam aku menunggumu
disini, di halte dekat kampus. Hujan , dan sudah malam. Bodoh ? memang ! aku
masih menunggunya.
Gruuk !! Gruuk !! #efek
Astaga aku
sampai lupa, sejak pagi aku belum memberi makan peliharaanku di dalam perut. Ck
!
Sudahlah,
aku bisa pulang sendiri..
di Apartement Kyuhyun..
Dirumahpun tidak tampak batang
hidungnya ?
Ck ! kemana anak itu ?
Tak lama kemudian.
Brak
! #efek
Pintu rumah terbuka dengan satu
hentakan kasar. Itu dia ! pemilik
apartement ini datang.
“Yak ! Sang Jae ~ ya !”
Aku jalan menghampirinya. Aish ! bau
alkohol.
“kau mabuk ?”
“ani”
Bodoh, dari awal kau masukpun sudah terlihat jelas bahwa kau sedang mabuk.
Ah , atau aku yang bodoh ? jika sudah tahu, untuk apa aku bertanya? Ckck
Kulihat tubuhnya melemas dan
menjatuhkan kepalanya di atas bahuku.
“Yak ! Cho Kyuhyun !”
“Cho Sang Jae, jangan buat aku
khawatir, eoh ?”
To be Continued...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar