Welcome to My "Fancy World"

Semua postingan yang ada di blog ini asli karya Renata Dinda it's Me . No Bash ! No Plagiat !
Song Sang Jae it's Me Kesya Hyena Idris it's Me
Cho Kyuhyun Lee Donghae Rachmanda Benn Primayudha


Facebook :
http://www.facebook.com/RenataDindaIdris

Selasa, 25 September 2012

~~I don’t know Who You’re but I’m with You [Part 1]~~




Author                  : Song Sang Jae (Renata Dinda Idris)
Genre                   : Romance
Rating                   : 24 page
Length                  : Series
Cast                       :     -Cho Kyuhyun Super Junior
      - Song Sang Jae a.k.a Cho Sang Jae
Other Cast          :    -Song Minah (Ibu Sang Jae)
                                     -Song Jung Hyun (Ayah Sang Jae)
                                     -Song Hyun Jae (Kakak Sang Jae)
                                     -Lee Sarang a.k.a Song Sarang (Kakak Ipar Sang Jae / Istri Song Hyun Jae)
                                     -Song Hyunseo (Keponakan Sang Jae / putri Song Hyun Jae)
                                     -Cho Yeung Hwan (Ayah Kyuhyun)
                                     -Cho Hanna (Ibu Kyuhyun)
                                     -Han Hyorin a.k.a Sekertaris Han (Yeojachingu Kyuhyun)
 NO COPAST ! ASLI hasil khayalan author ! ckck ^_^ FF ini beredar di blog dan fb author (renatadinda9694.blogspot.com) .  FF ini berseri (lebih dari 1 part yang kelanjutannya tidak bisa di perkirakan) . oh ya, cerita ini hanya fiksi belaka, just FanFiction. Arachi !

•••

Sang Jae POV
di rumah Hyun Jae Oppa..

“Hyunseo~ya, amma berangkat dulu, eoh ?”
“ah nde hati hati amma”
“eoh !”
Ake segera berlari keluar rumah , semoga dosenku datang kelas terlambat.
“amma ! kau melupakan sesuatu !”
Langkahku tertahan tepat di depan knock pintu. Aish keponakanku yang satu itu ! ya benar , Ia bukan anakku, Ia adalah keponakanku, anak dari Oppaku. Namun, karena Ayahnya adalah orang penting yang selalu sibuk, begitu pula dengan Ibunya yang kerjaannya hanya menghambur hamburkan uang dengan ahjumma ahjumma arisan untuk keliling keluar negeri, maka akulah yang merawat Song Hyunseo sejak kecil, kini gadis manis ini berusia 4 tahun.
“aigoo.. benar aku lupa memelukmu, kemarilah..”
Ajakku sambi mengulurkan tangan dan Ia pun berlari mengahamburkan tubuh mungilnya ke pelukanku.
“kau jangan lupa makan oke ? jika butuh sesutatu, ada Kim ahjumma yang menemanimu, amma berangkat kuliah dulu eoh?”
“nde amma oke”  dengan gaya jari kelingking yang Ia berikan sambil mengedipkan sebelah mata. Ck ! aku yang mengajarkannya, lucu bukan? Tapi untuk jari kelingking? Aku mengajarkan menggunakan Ibu Jari sejak Ia kecil, namun setiap Ia mengucapkan kata ‘oke’ selalu jari kelingking yang Ia gunakan.
“amma cepatlah pulang”
“ck ! amma saja belum berangkat Hyunseo~ya”

Ceklek #efek

“gomawo Sang Jae~ah, ada aku juga yang akan menjaganya”
“ah, eomma !!”
Cha ! itu dia, ibunya datang. Gadis kecil ini langsung berlari kepangkuan Ibunya.
“eoh ! eonni.. kau sudah datang?”
“hmm aku bawakan ini untukmu “ Ia memberikan bingkisan, oleh olehnya dari Hongkong.
“Aigoo.. eomma benar benar merindukanmu Seo~ya”
“jeoneun neomu bogoshipo eomma, chu~”
Aigoo manis sekali bukan ?
“hmm eonni, mengapa pulang tiba tiba? Setidaknya kau memberiku kabar terlebih dahulu”
“sengaja, aku ingin membuat kejutan untukmu dan Hyunseo,, kkk~ bukan itu sebenarnya ada hal penting yang membuatku mendadak pulang”
“benarkah? Apa itu ?”
“ck ! kaupun pasti akan mengetahuinya, kkkk~”
“aish ! eonnie~ya !!’
Ya, Sarang eonnie, kakak iparku itu memang baik dan sangaaat baik, Ia ramah, pintar, dan cantik, Oppaku memilih istri yang tepat. Namun, untuk masalah menghambur hamburkan uang? Ck ! sudah tidak usah diperpanjang. ^_^”
“AH AIGOO ! aku sampai lupa dengan kuliahku. Aku berangkat dulu, annyeong..”

•••

Drrrt ! Drrrt !

Benda mungil itu bergetar tepat di saku celana jeans ku.  Eommonim ?
“yeobohasseo ..”
“Sang Jae~ya, eoddi~yo?”
“kantin kampus, wae~yo eommonim?”
“tolong ambilkan baju gantiku di rumah, dan segera kau bawa ke rumah sakit”
“hmm ye, algashimnika eommonim”

Hey, apa kalian tidak penasaran dengan apa yang dikatakan Ibuku tadi ? rumah ? rumah sakit ? Aa ! aku lupa memperkenalkan diri.
Namaku Song Sang Jae, usiaku 20 tahun, aku kuliah di Unniversitas Korea jurusan Arsitektur, tinggiku 165 cm dengan berat  45 kg, uhm palagi yang ingin kalian ketahui ? ah ada lagi ! aku masih memiliki keluarga yang lengkap dengan kedua orang tua dan satu satunya Song Hyun Jae Oppa yang aku miliki, satu satunya kakak Ipar yang bernama Lee Sarang, dan satu satunya keponakan yang bernama Song Hyunseo.  Namun, selama Ayahku terbaring koma di rumah sakit, selama 9 bulan itulah aku sering tinggal di rumah Oppa ku dengan kakak ipar dan keponakanku yang manis itu, dirumahku sepi karena Ibuku selalu menemani Ayah di rumah sakit. Cha ! sampai sini, mengertikah ?

•••

di Seoul Hospital..

Dari kejauhan sudah terlihat seorang yeoja cantik yang sedang duduk di kursi depan ruang inap Ayahku. Chakkaman ! menangis ?
“EOMMONI !!”
Panggilku dari kejauhan sambil berlari menghampiri dan memeluk Ibuku. Benar !  Ia sedang menangis.
“Sang Jae~ya..”
Lirih eomma di dalam pelukanku.
“wae~yo eommonim?  Uri abeonim ?”
“uhm” eomma menganggukan kepalanya dan melanjutkan perkataannya.
“untuk yang kedua kalinya, detak jantungnya sempat menghilang”
Deg !! seketika tubuhku melemas dan dengan goyah terhempas di kursi. Tangis ibuku semakin menjadi dan segera memelukku. Tenang aku tidak pingsan.
Kulihat dokter dan susternya keluar dari ruang rawat.
“uisanim, eottohke ? suamiku, baik baik saja kan?”
“ye, syukurlah nyawanya masih bisa terselamatkan lagi, namun kondisi jantung dan fungsi syarafnya semakin melemah,  sekalipun Ia tersadar, besar kemungkinan Ia akan lumpuh karena tidurnya yang cukup lama”
“chebal, lakukan yang terbaik, apapun yang terpenting adalah suamiku masih bisa bernafas”
“ye, akan kami usahakan semaksimal mungkin”
“gamsahamnida uisanim”
Ucap ibuku melemas dan segera duduk di sampingku. Dokter dan susternyapun semakin menjauh dari jarak pandangku.

“eommonim, eottohke ?”
“Sang Jae~ya ! ada satu permintaan Ayahmu yang harus kau kabulkan !”
“mworago ?”
“menikahlah !”
“mwo ? eommonim, aku tidak memiliki namjachingu”
“karena itu, sebenarnya sudah lama Ayahmu memilihkan calon suami untukmu”
“nugu ?”
“dengan keluarga Cho”
“siapa dia ? aku tidak memiliki teman satupun yang  bermarga Cho, aku tidak mengenalinya, bagaimana mungkin aku menikah dengan namja yang sama sekali belum aku kenal, bahkan akupun tidak tahu bagaimana rupanya,  eommonim chebal..”
Di genggamnya tanganku dengan erat, aku tahu Ibuku ini sedang memohon.
“aku mohon putriku, demi Ayahmu yang entah kapan akan sadar atau bahkan tidak akan pernah sadar kembali”
“eommonim.. jangan bicara seperti itu..”
“Cho Kyuhyun. Namanya Cho Kyuhyun, umur kalian terpaut jarak 4 tahun, kini Ia melanjutkan S2 jurusan manajemen bisnis dan Ia pula pemegang saham Ayahnya, Ia pemilik “Lejel Corporation””
“Lejel Corporation ?”
“uhm, perusahaan yang cukup terkenal di Korea bahkan di mancanegara. Sang Jae~ya,  kau pasti akan bahagia bersamanya”
“eommonim, naega.......”
“ah sudah larut malam, kau pulanglah, istirahat. Bukankah besok kau ada kuliah ? pulang dari kampus langsung kemari, eoh ? kau bisa memberitahu Ayahmu besok bahwa kau menerima perjodohan ini”

Gleg!!  eottohke ?

“ye, eommonim, aku pulang..”
Aku melangkah cepat dengan tubuh yang masih lemas bahkan kini tubuhku bergetar. Sejak awal aku datang kerumah sakit, sampai aku pulang sekarang, tak henti hentinya aku menangis.

Mian Hyunseo~ya, amma tidak bisa pulang cepat.

Ya bukan rumah Hyun Jae Oppa yang aku tuju, aku ingin pulang kerumah, rumah sepi yang kini sedang tidak ada Ayah dan Ibu di dalamnya.


Keesokan harinya..

 Ceklek !! #efek

“ah, kau sudah datang ?”
Sambut Ibuku saat aku memasuki ruang inap Ayah.
“uhm..”
“cha ! tolong jaga Ayahmu sebentar, aku  pergi mengambil air hangat”
“uhm..”
Aku mendekati ranjang Ayah.  Tuhan, banyak sekali alat yang terpasang di tubuh Ayah ?
“Abeonim, kau mendengarku?”
Aku yakin kau mendengarku Ayah, ssh ! Sang Jae~ah suaramu jangan sampai bergetar, kau tidak boleh bersedih di depan Ayahmu !
“ck !  sudah terlalu lama kau tidur, abeonim..  sini aku bantu kau berolahraga seperti biasanya..”
Aku menggerakan kedua lengannya, aku memijatnya, aku.. aku menangis di hadapannya ! jangan bersuara Sang Jae ! chebal !
“abeonim, eommonim bilang kau memilihkan calon suami untukku, benarkah ?”
Sebisa mungkin aku harus terdengar bahagia.
“ah senang sekali mendengarnya. Abeonim, mengapa kau tidak dari dulu memberitahuku dan mengenalkannya padaku ?”
Aku menggenggam tangan hangat Ayahku, benar selalu ku syukuri setiap moment seperti  ini karena yang ku rasa tangannya “masih hangat”.
“uhhmm aku ingin secepatnya pernikahan itu diadakan, aku menerima pilihanmu, abeonim.. sadarlah, dan lihat Putrimu bahagia di atas altar”

Dan aku menerima dekapan Ibuku yang entah sejak kapan ada di belakangku.

“gomawo putriku..”
Ucap Ibuku yang terdengar sangat bahagia. DAN ....
“eo ? Eommonim ! JARINYA BERGERAK ! Abeonim  menggerakan jarinya !”
“BENARKAH ? yeobo... cepat panggilkan dokter !””
“uhm...”

•••

di rumah Hyun Jae Oppa..

“amma !”
Panggil Hyunseo ketika pintu kamarku berhasil Ia buka.
“uhm.. kemarilah”
Aku merentangkan tanganku dan gadis kecil itu berlari memelukku.
“amma mengapa kemarin tidak tidur di rumahku? “
“mian Hyunseo~ya, kemarin amma mengunjungi halaboji”
“benarkah? Halaboji sudah bangun tidur ?”
Aku menggelengkan kepala “belum”
“ish! Mengapa Ia belum bangun juga ? apa halaboji sedang bermimpi indah? Sehingga Ia tidak ingin bangun dari tidurnya ?”
“uhmm mungkin halaboji sedang bermimpi jalan jalan bersamamu Hyunseo~ya”
“benarkah? Ck! Pantas saja semalam aku memimpikannya. Uri aboji, eomma, amma, halamonni, dan halaboji, kami semua pergi ke taman rekreasi, aku di belikan es krim cokelat olehnya, seharian kita bermain bersama. Namun ketika pulang, halaboji mengatakan bahwa Ia ingin tidur di rumah sakit”

Aku terdiam sejenak memahami maksud dari mimpi Hyunseo itu dan mengingat kembali kata kata dokter kemarin. “ajaib, meningat detak jantungnya melemah kemarin, dan hari ini Ia sudah bisa menggerakan jarinya, sebuah kemajuan yang sangat pesat. Sangat drastis. Teruslah berdoa dan terus berkomunikasi yang baik dan menyenangkan hatinya agar Ia pun berusaha untuk sadar kembali”
Akankah ayah sadar ? sadar untuk jangka waktu yang lama atau hanya sesaat ?

“amma !!”
“eo Hyunseo~ya”
“jangan melamun”
“uhm.. kau mau es krim ? hari ini kita pergi ke taman bermain, eotte ?”
“amma tidak berangkat kuliah ?”
“ani, ini hari minggu sayang”
“oke” gaya kelingking dan kedipan mata seperti biasanya.
“cha ! gajja !!”

•••

Ditaman bermain..

“hmmm mashitta !!”
Ujar Hyunseo bersemangat ketika Ia melumat es krim cokelatnya
“uhm..  kita duduk di sana”
Aku menunjuk kursi taman tepat di bawah pohon
Gadis kecil itupun langsung berlari mendahuluiku ke tempat yang baru saja aku tunjuk. Namun .. langka kecilnya terhenti saat es krim yang Ia bawa mendarat di baju pengunjung lain. Astagaa..

“YAK !” sentak yeoja yang berdiri di sebelah namja itu.
Ya memang sebenarnya baju namja itulah yang kotor, mengapa yeoja itu yang marah dan menyentak anak kecil ? ck ! tidak punya perasaan !!
“jeoseonghamnida”
Ucap Hyunseo dengan lemah, aku yakin kini Ia benar benar takut. Jelas saja, seumur hidupnya Ia tidak pernah di sentak dan tumbuh dengan kelembutan.
Aku melangkah cepat menghampirinya.
“Hyunseo~ya..”
“eo amma..” lirihnya dan kedua lengannya langsung melingkar di pinggangku.
“ooh kau Ibunya?”
“ani, dia keponakanku”
“ck ! ck ! ck ! jaga keponakanmu itu dengan baik, jangan sampai Ia mencelakai orang lain. Lihatlah baju namjachinguku ! aigoo, kau tidak apa apa chagi~ya?”
“ya agassi ! langkah kakinya belum sempurna, Ia masih kecil, lagipula mengapa kau yang kelimpungan ? sedangkan namjachingumupun biasa saja. Bukankah keponakanku ini sudah meminta maaf ?”
“kau pikir dengan kata maaf semuanya bisa teratasi?”
Aigoo ada juga yang mau menjadi namjachingu gadis cerewet seperti ini.

“geumanhae ! geumanhae Hyorin~a..”
Akhirnya bersuara juga namja ini.
“Hyunseo~ya, ucapkan permintaan maafmu lagi pada ahjussi ini..”
“nde amma.. ahjussi, jeosonghamnida..”
“eo, gwaenchana gadis manis..”
Namja itu menunduk dan mencubit gemas pipi Hyunseo.
“uhm.. kalau begitu, kami permisi”
Pamitku sembari menggandeng tangan Hyunseo dan langsung meninggalkan pasangan itu.

“amma, es krimku..”
“amma belikan lagi yang baru eo ? yang lebih besar !”
“jeongmal ?”
“uhm..”
Jawabku mengangguk sebisa mungkin mengembalikan semangat ponakanku tersayang ini.

•••

Seminggu sudah semenjak kejadian detak jantung Ayahku sempat menghilang itu. Setiap hari aku selalu menjenguknya, melakukan hal hal seperti biasanya, mengajaknya olahraga, dan bercerita, tentu saja menceritakan tentang pernikahanku itu, mencoba menerima semua keadaan yang sudah direncanakan oleh Ayahku, dan benar saja memberi kemajuan yang sangat baik untuk kesembuhan Ayahku. Benar ! cerita tentang pernikahanku itu sukses aku buat sebahagia mungkin aku menerimanya dan membuat Ayah senang.

Drrrt ! Drrrt !  
Eommonim ?

“yeobohasseo”
“.............”
“wae ? eomma tenanglah..”
“.........”
“ye eommonim”

Dengan cepat kututup telephone dan berlari menuju menuju rumah sakit.
“Sang Jae~ah ! cepat kemari, Uri abeonim ..... Ia sudah sadar !”

•••

at Seoul Hospital..

“SONG SANG JAE !”

Aku segera menghampiri sumber suara.
“Oppa, mengapa kau duduk di luar ? Abeonim sudah bisa di jenguk ?”
“uhm, aku barusaja keluar. Cha ! kau masuklah. mereka sudah menunggumu”

Ceklek !! #efek

“d di dimana Song Sang Jae ?”
“sudahlah yeobo, kau tidak boleh banyak bicara. Ia sebentar lagi datang”

Benar ! terimakasih tuhan, terimakasih..

“abeonim..”
“cha ! Sang Jae~ya, kemarilah, Ayahmu sudah menunggumu”
Aku segera melangkah cepat dan memeluknya.
“Abeonim, jeoneun bogoshipda”

Sayangnya aku tidak merasakan Ayah membalas pelukanku. Tuhan, apa benar tubuhnya melumpuh ?

“k kau s selalu ada di s sampingku, putriku”
“uhm..” aku mengangguk.
“aku sudah membicarakan soal pernikahanmu padanya. Sang Jae~ah, besok besan akan datang menjenguk  Ayah dan merencanakan hari pernikahan” jelas Ibu.
“uhm.. ah akhirnya..  aku sudah tidak sabar, abeonim. Terimakasih kau sadar, dan kau bisa menyaksikan pernikahanku. Jeongmal gamsahamnida..”
Sekali lagi kupeluk tubuh lemahnya, berusaha menyembunyikan sedihku.
“gu gomawo Sang Jae~ya”
“uhm,, sudahlah, abeonim istirahat. Jangan terlalu memaksakan tubuhmu.  Besok aku datang dengan pakaian cantik, tenang saja besok  Putrimu ini tidak akan memakai celana jeans.  Kkk~”
“kkk~”

Aku tersenyum melihat tawanya, terimakasih tuhan. Aku akan mengabulkan segala permintaan ayahku dan akan selalu membahagiakannya.

•••

“eo ? oppa masih disini?”
Tanyaku saat melihat Oppa yang masih duduk di depan ruang inap Ayah.
“hmm kemarilah..”
Ia menepuk-nepuk bangku disampingnya.
“Oppa, eottohke ?”
“Sang Jae~ya.  Uri Abeonim, Ia pernah mengatakan bahwa Ia memiliki sarangan jantung sejak kacil. Makanya, sejak kecil itupun Ia sudah memikirkan masa depannya yang sangat jauh secara matang. Karena itu, Ia membuat segala macam rencana agar Ia tenang ketika tiba tiba Tuhan memanggilnya”
“maksudmu ?”
“saat itu usiamu masih kecil tuk mengetahui semuanya”
“oppa !”
“akupun sama sepertimu, aku dijohkan dengan keluarga Lee”
“dan kau bahagia ?”
“tentu ! uri abeonim tidak mungkin merencanakannya jika aku tidak bahagia. Menikah dengan gadis pintar, baik, cantik, dan memiliki putri yang manis. Itu merupakan kebahagiaan”
“bagaimana bisa bahagia itu datang tanpa cinta ?”
“kau akan menyadarinya ketika kau menjalaninya”
“tapi aku benar benar tidak mengenalinya, oppa”
“besok Ia akan datang, tidak ada celana jeans dan kaus oblong  lagi. Istriku sedang di rumah, pergilah bersamanya tuk membeli baju”
“oppa..”
“aigoo ! sejak kapan adik manisku ini menjadi seorang pembangkang ?”
“uhm.. aku akan menuruti dan menjalani semua. Semuanya !”
“bersabarlah, aku selalu melindungimu”
“gomawo Oppa”

•••

“aigoo neomu yeppoda, adik iparku ini cantik sekali”

Aku mengenakan dress baby doll soft pink. Dan make up hasil karya Sarang eonni.
“hmm gomawo eonni”
“cha ! pakai ini !”
Ia menawarkan high heels padaku !!
“ah shireo.. eonni, aku akan datang kerumah sakit bukan ke..”
“Sang Jae~ah, aku sengaja membelikanmu ini dari Hongkong kemarin”
“akan kugunakan di hari pernikahanku, aku janji eonni. Chebal..”
“uhm. Joha ..”
“eonni, apa ini alasannya menagapa kau mendadak pulang dari Hongkong kemarin ?”
“eoh, pada akhirnya kaupun pasti tahu. Benarkan ?”
“uhm..  tapi aku tidak tahu sampai kapan aku akan bertahan dengan namja yang belum aku kenal”
“kau pikir sebelum perjodohan itu terjadi, aku mengenali Oppamu?”
“jadi ?”
“uhm.. aku sama sepertimu. Aku menikah saat usiaku berumur 23 tahun dan Oppamu berumur 26 tahun”
“itu beda. Kau menikah pada saatnya di usiamu. Sedangkan aku? Usiaku 20 tahun dan berapa usia calon suamiku itu ? ck ! bisa hancur cita citaku”
“kau pikir aku tidak punya cita cita ! lihat aku, sama sepertimu ! aku berhasil menjadi seorang arsitek terkenal hingga kini,memiliki putri yang cantik dan manis, menikah dengan namja yang tampan, pintar, baik, dan juga kaya. Yak ! perjodohan itu tidak semengerikan yang kau kira Sang Jae~ya. Dan usia calon suamimu itu 24 tahun”
“MWO ? tua sekali ! jaraknya jauh denganku, aku tidak punya cita cita seperti itu, eonnie~ya..”
“Ia pengusaha muda ! Babo !”

Aish ! eonnie~ya. Sampai kapan otakmu itu berisi uang dan uang  ?

“cha ! aku berangkat dulu”
“kau yakin akan mengenakan sepatu cats itu ?”
“eoh ! wae ?”
“ck ! ck ! ck !”
Aku melihat kakak iparku itu menggelengkan kepalanya dengan pasrah.  ^^v

•••

di Seoul Hospital..

Dari jauh sudah terlihat Hyun Jae oppa sedang duduk di kursi dapan ruang inap dan sedang berbincang bincang dengan namja di sebelahnya. Chakkaman ! namja es krim ? ck ! ck ! ck ! akrab sekali mereka.

“eoh . Sang Jae~ya”
“uhm oppa, mengapa kau di luar ?”
“kami menunggumu, Cha ! Cho Kyuhyun, kalian masuklah, aku disini di dalam tidak boleh terlalu ramai”

DEG !!!    IGE MWO~YA ?

ck ! ck ! ck ! jaga keponakanmu itu dengan baik, jangan sampai Ia mencelakai orang lain. Lihatlah baju namjachinguku ! aigoo, kau tidak apa apa chagi~ya?

Namjachingu ?

“Yak ! Sang Jae~ya !”
Kaget ? jelas ! Hyun Jae Oppa berusaha menyadarkan lamunanku.
“eoh.. annyeonghaseo”
Sapaku untuk calon suamiku !
“hmm annyeonghaseo”
“joha, kalian masuklah..”
Aku menuruti perintah Oppaku. Melihat Kyuhyun membukakan pintu ruang inap dan akupun melangkah masuk. Baiklah.. permainan di mulai ! Tuan Cho !

•••

“eoh ? menantuku,  Kyu~a ajak calon istrimu itu kemari”
Mwo ? Ia merangkul bahuku dan mengajakku mendekat pada Ibunya.
“aigoo.. yeppo..”
“uhm, gomawo ahjumma”
“mwo ? kkk~ panggil saja eomma, jangan sungkan”
“ya benar, sebentar lagi kita semua akan menjadi keluarga”
Lanjut Cho Ahjussi.
“ye, aboji..”
“oh hahaha senang sekali bukan?  Song Jung Hyun ? Min ah ssi ? akhirnya kita benar benar menjadi besan”
“uhm, ye..”
Jawab Ibuku bersemangat. Bahagia sekali kalian ? sedangkan yang kulihat dari tadi Kyuhyun hanya terdiam dan tersenyum sama sepertiku. Ya senyuman “terpaksa”. Tak apalah, yang penting aku melihat Ayahku bahagia,begitu senangnya Ia hari ini.

“cha ! kalau begitu besok kita akan daftarkan pernikahanmu. Dan lusa kita adakan resepsi pernikahan. Eotte ?”
“ah, bukankah itu terlalu cepat, aboji ?”
Akhirnya Ia bersuara juga. Sebenarnya pria macam apa dia itu ?  lelucon ! aku sama sekali tidak mengenalinya.
“tidak ! Mengingat sudah 20 tahun semenjak kelahiran Sang Jae pernikahan ini sudah di rencanakan..”
Jawab Ayahnya dengan tenang.
“Sang Jae~ya, karena Ibumu selalu menjaga Ayahmu dirumah sakit, besok kau akan ku bantu mempersiapkan acara pernikahan kalian, eotte ?”
“aigoo, ibu mertuamu itu baik sekali..”
“ah tidak usah sungkan besan, putrimu itu putriku  juga”
“uhm.. Ye eomma”

•••

dikampus..

“argth !”
Rintihku saat tangan kananku ditarik paksa oleh seorang namja. Yup ! dialah calon suamiku yang menarik tanganku.

“Yak ! Tuan Cho ! apa apaan ini?”
“masuklah !!”
Ajaknya saat Ia membukakan pintu mobilnya untukku. Dan memaksaku untuk masuk.

di perjalanan..

“mau kemana kita?”
“..”
“yak ! jawablah. Aish ! kau itu malas sekali bicara”
“..”
“kau menculikku ya ?”
“mana ada penculik yang mendapatkan izin dari orang tua si korban?”
“ah, kau meminta izin orang tuaku tuk mengajakku pergi?”
“ck ! percaya diri sekali kau ! bukan itu maksudku. Ibumu yang menyuruhku menjemputmu dan Ibuku yang menyuruhku tuk mencari gaun dan persipan pernikahan lainnya”
“mwo ? bukankah Ibumu yang akan mengantarkanku ?”
“sudahlah, jangan banyak bertanya. Kita ikuti saja skenario yang diberikan orang tua kita”
“dan kita terus berakting, begitu ?”
“lalu ? kau tega menolak perjodohan ini? Malihat kondisi ayahmu itu?”
MWO ? segera aku melepaskan selfbelt.
“turunkan aku !”
“mwo ?”
“kau tuli ? turunkan aku !”
“Yak ! Sang Jae~ya ! neo waegeureo ?”

Dan kau malah bertanya ? kau kasihan padaku, ah ani, kau kasihan dengan kondisi ayahku makanya kau menerima perjodohan ini. Dan aku yakin setelah Ayahku tiada, kau akan menceraikanku. Begitukah maksud dari perkataanmu tadi, Tuan Cho ?

“Song Sang Jae ?”
Suara itu menghamburkan lamunanku. Sial ! mengapa belakangan ini aku jadi sering melamun ?
“eoh ?”
“kau sudah tenang ?”
“uhm, Kyu~ah... kapan rencana resepsi pernikahan kita?”
“besok” jawabnya dengan singkat
“ck ! mich’yoseo !!”

Aku mendengar Kyuhyun manarik nafas panjangnya dan membuangnya dengan berat. Ya.. sesak bukan ? apalagi aku, Tuan Cho. Aku mengetahui bahwa kau memiliki kekasih lain. Cemburu ? ani. Tapi adakah seorang wanita yang rela menerima semua ini?

•••

di Apartement Kyuhyun..

“Ya aku bersedia akan selalu menjaganya, suka maupun duka, susah maupun senang, akan ku habiskan sisa umurku bersamanya hingga rambutku tidak menghitam lagi, aku akan selalu mencintainya”

Aku mengingat kejadian dua hari yang lalu saat Ia mengucapkan janji itu di atas altar, Tuhaan.. sejak kapan sumpah itu menjadi ajang permainan ?

“ayoo cium cium cium !!”

Teriak para saksi yang hadir di hari itu, aku melihat ke arah Ayahku. Ya benar ! ayahku hadir di pernikahanku, dengan kursi rodanya, betapa syukurnya aku melihat Ayahku tersenyum bahagia. Saat itu Kyu langsung mengambil wajahku menghadap ke arahnya.

“bukankah kita harus menuruti perintah sutradara?”
Itulah yang Ia ucapkan sebelum Ia menciumku, nyaris tak terdengar.

Aku memejamkan mataku, penat sekali. Berendam air hangat membuatku sedikit tenang. Di sinilah aku sekarang, sudah dua hari terakhir aku tinggal bersamanya, di apartemennya.  Ck ! aku jadi ingat saat kami berdua keluar dari gereja, saat itu seharusnya kami menuju hotel tempat yang sudah disiapkan oleh orang tua kami tuk berbulan madu. Namun, berbagaimacam cara yang Kyu lakukan hingga Ia berhasil mengendarainya dan membawaku kesini. Syukurlah, setidaknya di tempat ini aku merasa aman, dengan dua kamar.

Tok Tok Tok !! #efek

“SANG JAE~YA !! PPALIWA !!”
“MWORAGO?”
AKU LAPAR !!”
HISSSSH !!

Sudah dua hari ini aku menjadi pembantu di rumah ini ! apaboleh buat, aku tetap harus menikmati peran sebagai seorang istri.

“SANG JAE~YA! KAU MENDENGARKU ? CEPATLAH KELUAR !”
“EOH ! KAU KELUARLAH DARI KAMARKU !”

Tanpa jawaban darinya. Benar ! aku lupa membuatkan makan malam, bukankah ini baru jam 7 ? kemarin Ia pulang kerja jam 9.. Ah NANMOLLA ! aku memang tidak tahu apa apa tentangnya.
Segera ku balut tubuhku dengan handuk.

“NEO !!?”
Sontak aku terkejut saat pintu kamar mandi berhasil ku buka dan melihat namja yang tadi aku suruh keluar ternyata Ia masih duduk di pinggir ranjangku !
“wae ? kaget ?”

Ia mendekat dan #PLETAK !  
Pinsil kayu ku sendiri mendarat di kepalaku.

“pelajaran untukmu karena kau telat menyiapkan makanan untukku !”
Ujarnya sambil tersenyum jahil.
“YAK ! MEMANGNYA AKU PEMBANTUMU ! penjahat ! sembarang memasuki kamar wanita !”
“mwo ? sembarangan ? ini rumahku. YAK SONG SANG JAE ! ah ani, CHO SANG JAE !”
Apa maksudnya Ia meninggikan suara saat memanggil namaku ? aku tidak bangga dengan gelar itu !
“Cho Sang Jae ! tidak baik bersikap kasar jika kau sedang berbusana seperti itu !”
Relfeks aku menyilangkan kedua tanganku.
“Hish ! JINJA ! keluarlah ! cepat keluar jika kau ingin makan malam !“
Aku mendorongnya  keluar.
“chakkaman !”
Ujarnya menahan pintu kamar yang hampir aku tutup
“wae ?”
Ia mendekatkan wajahnya hingga mengisi celah pintu kamar yang masih sedikit terbuka.
“dilihat lihat, ternyata kau cantik juga”

BRAK ! #efek

Ya ! aku menutup pintu kamar dengan satu hentakan kasar.
“YAK ! TIDAK SOPAN ! CEPAT TURUN ! DAN BUATKAN AKU MAKANAN !”
Teriaknya dari sebrang pintu.

at Dining room..

“woaha Mashitta ! seharusnya sejak kemarin kau masak seperti ini”
Ya kali ini aku masak jjajjangmyeon, apa enaknya makan tanpa sayur ?
“uhm” jawabku singkat.
“jangan masak sayur lagi. Ara !”
“uhm”
“ternyata kau hebat juga ya dalam hal memasak”
“uhm”
“apa tidak ada kata lain yang bisa kau ucapkan selain “uhm uhm !”  ?”
“Yak ! aku sedang mengunyah makanan ! babo ! habiskan makananmu baru bicara ! bawel sekali kau ini”
“ck ! ck ! galak sekali. Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan gadis sepertimu ?”
“BAGAIMANA MUNGKIN AKU MENIKAH DENGAN PRIA SEPERTIMU !? ..  aku sudah kenyang”
Segera aku meneguk segelas air dan meninggalkan meja makan. Tidak peduli dengan tatapan tajamnya.

 ABEONIM ...

di hari yang sama, tengah malam..

Ku buka perlahan pintu kamar Kyu, sebisa mungkin tidak bersuara. Berharap penghuni rumah ini sudah tidur. Yup ! benar saja, Ia sudah tidur. Annyeong Kyu~a, malam ini aku ingin tidur di samping Ayahku.

at Seoul Hospital..

Kulirik jam di tanganku, hampir  menunjukan pukul  12 malam. Bukan waktu yang tepat untuk menjenguk. Kulihat dari kejauhan  Ibuku sedang tidur di ruang kunjung pasien, benar sudah cukup sepi.

Perlahan aku buka pintu ruang inap Ayah, dan aku dapati Ayahku yang belum tidur.

“S Sang Jae~ya..”
Panggil Ayahku..
“sssst ! abeonim, tidak boleh banyak bicara” aku tarik kursi mendekat ke samping ranjang ayah “ Aku ingin tidur disini menjagamu , abeonim”
“mm me mengapa k kau belum tidur ?”
“aku tidak bisa tidur”
“nado”
“tidurlah, uhm ?”
“Kyu ?”
“ah, sebelum Ia tertidur. Ia memberiku izin tuk menemuimu. Abeonim, gomawo..”
“mworago?”
“aku benar benar bahagia menikah dengannya. Ia tampan dan juga baik padaku”
Ia menatapku. Namun, kali ini mengapa Ia menatapku dengan tatapan khawatir ?
“abeonim, wae~yo ?”
Kulihat jari tangannya bergerak, dan aku langsung menggenggamnya.
“abeonim, tidurlah. Eoh ?”
“uhm..”

•••

Keesokan harinya..
di Apartement Kyuhyun..

“aku pulang..”

Mwo ? dimana dia ?
Aku buka pintu kamarnya. Ah aku lupa. Ck ! Ia pasti sudah berangkat kerja. Mian Kyu~a aku tidak membuatkanmu sarapan pagi ini.

Selama kami menikah, aku belum pernah memasuki ruangan ini. Yup ! memang kami tidur di ruangan terpisah. Aku telusuri setiap sudut yang ada,  dan ku dapati fotonya dengan wanita itu di nakas samping ranjangnya. Aku hanya bisa tersenyum, dan kulihat lagi di samping foto itu tergeletak cincin pernikahan kami. Miris bukan? Saat cicin yang Ia pasangkan di hari pernikahan masih ada di jari manisku, sedangkan Ia ?

Eottohke ?
MWO ? sudah jam 10 ? aku lupa ada jadwal kuliah hari ini. Aish ! mich’yo !

•••

Aigoo.. aku lupa melihat jadwal di studentsite ku. Jika tahu,  pasti aku tidak akan masuk di pelajaran sejarah dengan dosen yang membosankan itu. Lebih baik aku menemani Ayah di rumah sakit.

Drrrt ! Drrrt !
Kyuhyun ?

“yeobohasseo..”
“Sang Jae~ya !  kemana saja kau ?”
“Kyu~a, lebih baik kita bicarakan di rumah, eoh ?”
“jangan membuatku khawatir ! ara !”
“eoh “
“ada di mana sekarang ?”
“kampus”
“tunggu aku 15 menit lagi. Aku akan menjemputmu”
“nde”

Jangan membuatku khawatir ! ara !
 Ck ! apa yang Ia khawatirkan dari ku ?

Beberapa jam kemudian..

Hebat sekali tuan Cho ! 15 menit kau bilang ? sudah lebih dari 4 jam aku menunggumu disini, di halte dekat kampus. Hujan , dan sudah malam. Bodoh ? memang ! aku masih menunggunya.

Gruuk !! Gruuk !! #efek

Astaga aku sampai lupa, sejak pagi aku belum memberi makan peliharaanku di dalam perut. Ck !
Sudahlah, aku bisa pulang sendiri..

di Apartement Kyuhyun..

Dirumahpun tidak tampak batang hidungnya ?
Ck ! kemana anak itu ?
Tak lama kemudian.

Brak ! #efek

Pintu rumah terbuka dengan satu hentakan kasar.  Itu dia ! pemilik apartement ini datang.
“Yak ! Sang Jae ~ ya !”
Aku jalan menghampirinya. Aish ! bau alkohol.
“kau mabuk ?”
“ani”

Bodoh, dari awal kau masukpun  sudah terlihat jelas bahwa kau sedang mabuk. Ah , atau aku yang bodoh ? jika sudah tahu, untuk apa aku bertanya? Ckck
Kulihat tubuhnya melemas dan menjatuhkan kepalanya di atas bahuku.

“Yak ! Cho Kyuhyun !”
“Cho Sang Jae, jangan buat aku khawatir, eoh ?”

To be Continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar