Welcome to My "Fancy World"

Semua postingan yang ada di blog ini asli karya Renata Dinda it's Me . No Bash ! No Plagiat !
Song Sang Jae it's Me Kesya Hyena Idris it's Me
Cho Kyuhyun Lee Donghae Rachmanda Benn Primayudha


Facebook :
http://www.facebook.com/RenataDindaIdris

Rabu, 06 Juni 2012

Kyaak !! Eomma !!


~~Kyaaak !! Eomma !! [ONESHOOT]~~

Author                  : Song Sang Jae (Renata Dinda Idris)
Genre                   : Romance
Rating                   : 45 page
Length                  : Oneshoot
Cast                     :    -Cho Kyuhyun Super Junior
         - Song Sang Jae
Other Cast           :    -Song Minah (Sang Jae Eomma)
                                 -Song Jun Su (Sang Jae Appa)
                                 -Cho Yeung Hwan (Kyuhyun Appa)
                                 -Cho Ahra (Kyuhyun Nuna)
                                 -Lee Donghae a.k.a Haeppa
                                 -Lee Hyukjae a.k.a Hyukkie Oppa (Eunhyuk)
                                 -Kim Jong Woon a.k.a Yeppa (Yesung)
                                 -Lee Sungmin
                                 -Leeteuk
                                 -Choi Shiwon
NO COPAST ! ASLI hasil Khayalan author ! ckck ^_^  FF ini beredar di blog dan fb author..

••••

 Sang Jae . POV

Aku menyentuh layar Hp ku dan tak ada niat sedikitpun tuk melepaskannya karena jika aku melepaskannya mobil ini akan berhenti. Aku memiringkan Hp ini ke kiri dan ke kanan sebagai arah kemana mobilku berjalan. Melewati mobil mobil lain sebagai musuhku, mengejar target tuk membuka level semakin tinggi, melewati tempat tempat baru dan jangan sampai menabrak.

“SpeedCar” game yang paling aku sukai, dan jangan ada yang mengangguku disaat aku sedang memainkan game ini, karena tidak ada kata “CONTINUE” pada permainan ini. Sekali kalah, maka kau harus mengulanginya lagi pada level awal yaitu level pertama. MENYEBALKAN BUKAN ? Aku terus memainkannya, aku menggunakan headset agar audio suaranya lebih memberikan sensasi yang lebih SERU !!

DAN .... TING TONG !!

Bel rumah ku berbunyi. Kureona (tetapi) aku tidak mempedulikannya, anggap saja rumah ini sedang tidak berpenghuni dan aku tetap melanjutkan game ku.

TING TONG !

Untuk kedua kalinya persetan dengan suara bel itu, aku tetap fokus memegang gadget ku.

TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG !!

Yish !! ckiiiiiit brakkkss !! #efek. BABO !! aku banting Hp itu ke atas sofa #beraninya cuma di atas sofa nih si author. Aku beranjak dari sofa di ruang Tv berniat untuk membukakan pintu pagar rumah ku, baru saja aku membuka pintu rumah..

TING TONG TING TONG TING TONG !!

“KYAAK !! KAU BISA BERSABAR TIDAK ??” teriakku sambil membuka pintu pagar rumah dan ku dapati sosok namja dari balik pintu pagar.

“ah, annyeong !” sapanya sambil melayangkan senyumannya untukku.

“Aish !! Song Sang Jae, bukankah kau berniat untuk memarahi tamu yang sangat mengganggumu ini ? wae ? “   Geramku di dalam hati.

“nde annyeong, nugueyo ? “
“aku pengganti guru privat mu mulai hari ini, dia sudah tidak bisa mengajar lagi karena persiapan pernikahannya” 
jelasnya dengan santai memasukkan jari jari dari kedua tangannya kedalam saku celananya.
“mwo ? ah gomawo, aku bisa mencari guru pengganti yang lain..”
“Yak ! apa ada yang salah dengan ku ? apa aku terlihat seperti orang jahat ? atau kau tidak percaya jika aku guru privat mu yang baru ?” 
#Jleb ! mata ku mebulat seketika karena Ia berbicara sambil mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Memang tubuh tingginya membuat dia berbicara sedikit menunduk.
“Ah, annieyo.. masalahnya aku disini sendiri, eomma ku bekerja dan selalu pulang malam, aku tidak bisa membiarkan sorang namja memasuki rumah ku begitu saja”
“neo ! Song Sang Jae~ssi ?” 
Ia menjauhkan wajahnya dan mengutarakan jari telunjuknya ke arah wajah ku. Dari nada bicaranya, aku yakin bahwa Ia sedang bertanya.
“nde..”
“Mahasiswi Universitas Korea jurusan Arsitektur ?”
“nde..”
“dan kau Song Sang Jae~ssi adalah salah satu siswi yang mengikuti les privat matematika dengan Cho Ahra, benarkan ?”
“olch’i ! (benar!) “  jawabku dengan santai.
“dan aku adalah pengganti Cho Ahra, apa kau masih berpikir bahwa aku adalah seorang namja yang akan memasuki rumah mu begitu saja? Seperti penjahat ? begitu ?”

Aigooo !! mich~yo namja .. bawel sekali !!

andaikan kau tahu tuan !! kau adalah tamu yang sangat menganggu !! dan untuk game ku ?? aku sudah melewatkan 33 level dengan tempat yang berbeda, aku sudah menghabiskan waktu 2 jam tanpa henti untuk membuka level selanjutnya. Hanya karena kedatanganmu !! grrrrrr !! #gumamku di dalam hati di antara keheningan kami berdua.

Aku mencoba menutup pintu pagar tanpa mengeluarkan satu patah katapun, seperti yang diajarkan oleh eomma ku bahawa kita harus bersikap dingin kepada orang asing apalagi jika orang itu adalah seorang namja.

“Yak ! Yak ! Yak ! apa yang kau lakukan ?” dia mencoba menahan pintu pagar rumahku.
“ya Tuan, kau pulanglah.. sekali lagi terimakasih atas tawaranmu. Aku akan mencari guru privat yang lain” ucapku sambil terus mendorong pintu pagar.
“Yak ! aku tidak bisa pulang begitu saja, kau ingin Nuna ku itu membunuhku ?’

Ngiaaaat Jeg!! #efek. Yess !! pintu pagar akhirnya berhasil ku tutup.

“MEMANGNYA AKU PEDULI ?” teriakku berusaha agar orang di seberang pintu pagar sana mendengarku.

Sang Jae~ah, neo waegeoreo ? dan apa yang dia katakan tadi ? Ahra eonnie, dia memanggilnya dengan sebutan NUNA KU ? aku menggelengkan kepala ku, membuang segala pertanyaan bodoh yang ada di sana.

Drrrt Drrrt !!

benda mungil itu bergetar tepat di saku celanaku.  Message..

To : Song Sang Jae
From : Cho Ahra
Dongsaeng~ah.. Mianhae, aku sudah tidak bisa mengajari mu lagi. Aku pikir aku hanya cuti untuk persiapan pernikahanku saja, ternyata calon suamiku itu tidak mengizinkan aku untuk bekerja lagi setelah kami menikah, dia ingin hidupku hanya untuknya dan anak anaknya kelak.. kkkk~ ^^v . Maka aku yang menyuruh adikku untuk menggantikanku mengajarimu. Kau tak usah khawatir, kemampuan matematikanya tidak jauh beda denganku, aku sudah meminta izin kepada eomma mu, dan beliau pun  menyetujuinya. Baik baiklah dengan adikku itu, dia tidak mau kalah.

Mwo ? tidak mau kalah ? apa maksudmu Ahra eonnie ?

To : Cho Ahra
From : Song Sang Jae
Baiklah eonnie, kamsahamnida.. aku akan menerimanya sebagai guru penggantimu. Dan untuk pernikahanmu, chukkae eonni~ya.. jangan lupa undang aku di acara pernikahanmu .. kkkk~ ^^

To : Song Sang Jae
From : Cho Ahra
Cheonmane~yo, bersiaplah menerima surat undangan pernikahanku.. hahaha . annyeong.. !!

To : Cho Ahra
From : Song Sang Jae
Nde.. Annyeong ^^

Ah, Ahra eonnie.. dia memang guru ku, tapi aku sudah menganggapnya seperti eonnie ku sendiri. Umur kami terpaut jarak 6 tahun, dan aku sudah menjadi siswi didiknya selama hampir 2 tahun. Aku sering mendengar cerita darinya tentang silsilah keluarganya, dia memang memiliki seorang adik namja yang hanya terpaut 3 tahun darinya. Cerita tentang kelakuan adiknya itu, bagaimana kesehariannya, namun selebihnya aku tidak tahu lagi.

Siapa namanya ? Cho... Cho Kye ? Cho Kya ? Cho Kyo ? Cho Kyu ? ah aku lupa, besok juga Ia pasti datang kerumah ku, karena jadwal les privat ku 2 kali dalam seminggu dan aku bisa menanyakan namanya..


●●●

OMO !! dimana aku sekarang ?  sepertinya aku memasuki taman kota. Aku merasa sangat lelah, tak seperti biasanya aku pulang kuliah larut malam seperti ini.
“Hah..!!”
aku membuang nafas lega setelah ku duduki bangku taman. Di bawah sorotan lampu taman, ku lihat sekeliling taman namun tak begitu jelas hanya lampu lampu taman yang menerangi pemandangan yang serba hitam ini.

BUUZZZ !!

Belum sempat aku mengedipkan mataku, dan di depan ku sudah ada sosok namja yang tersenyum padaku.
“Ya !! Song Sang Jae !”  
Ia mendekatkan wajahnya, membuatku semakin terpaku bahkan aku hampir tidak merasakan jantungku berdetak.
“Naega Cho Kyu-Hyun !” 
wajahnya semakin mendekat. Tampak jelas raut wajahnya, alisnya, matanya, hidungnya, bibirnya, tampak pucat.
“Yak!  Ch’amhan agassi ! (gadis yang cantik!)” 
Ia menyentuh pipiku dengan jari jari dari tangan kanannya. Dan aku masih diam seribu bahasa.
“kwiyeopta !” 
 kini wajahnya lebih mendekat dan aku merasakan aura dinginnya menyentuh kulitku. Tangan kirinya melingkar di tengkuk leherku, dan jari jari tangan kanannya masih mengelus pipi ku, pipi ku terasa seperti di raba oleh benda runcing. Dan OMO!! leher ku bercucuran darah ! Ia menggigit leherku dengan TARINGNYA !!!

AAAAAAAAA !!!  

Aku mengerjapkan mata ku, melihat ke sekelilingku. Jantungku berdegup kencang, dan keringat di jalur keningku. Ya Song Sang Jae ! kau sedang bermimpi !
Mungkin karena kejadian tadi sore, aku benar benar memikirkan namanya. Namun, mengapa Ia hadir dalam mimpi yang mengerikan seperti itu ? yaa aku tau sekarang.. kau Cho KyuHyun !!

Sang Jae POV end.

●●●

KyuHyun POV

Keesokan harinya..

“Yeobohasseo ..”
Kyaaak !! KyuHyun~ah .. neo eoddie~yo ? kau lihat jam berapa ini ?”
Ah, Ahra nuna.. telefon mu membuat ku tuli !
“aku sedang di dorm ku, wae~yo ?”
“mwo ? kau tanya kenapa ? kau ingin mempermalukanku dengan keluarga Song, HA ??”
“nuna~ya.. ! ini baru jam 4 sore, apa dia sudah pulang kuliah ?”
“dia kuliah di jam pagi. Jika kau tidak mau menggantikanku, maka aku akan ku katakan padanya agar Ia mencari guru pengganti yang lain saja !”
“Andwae !! Shireo ! aku tidak mungkin menolak tawaranmu yang menggiurkan ini. Kau kan tahu sendiri, bahwa aku benar benar menanti saat saat yang seperti ini. Saat saat dimana aku tahu langsung tentangnya tanpa perantara dari mu"
"ya.. jangan mempermainkan pekerjaan ini. Ini pekerjaan mulia, kau harus bisa membagi waktumu dengan baik. Arachi !!"
"eoh.. arasseo nuna !"

TUUT !!#efek .

aku segera menutup telfon nuna dan mengambil ranselku di atas sofa samping sungmin, dan Chu~  aku mencium pipi sungmin hyung sebelum berangkat.
“aku pergi dulu chagi~ya . kkkk~”  pamitku pada sungmin hyung.
“YAK ! KAU MAU KEMANA?” teriak leeteuk hyung dari bar dapur dorm.
“ah, itu... Ahra nuna barusan menelfonku, Ia memintaku untuk segera pulang..”
Jawabku memutar otak secepat mungkin untuk mencari alasan.
“Kyunnie~ya, jangan lama lama, cepat kembali “ suara itu berasal dari sungmin hyung terdengar sangat manja.
“kita sedang membicarakan konser kita untuk bulan depan, kau jangan main main Kyu !” Ujar shiwon hyung dengan suara lantangnya.
“nde.. nde.. nde.. arasseo. Aku akan kembali 2, ah ani, 3 jam lagi. Eotte ?”
Aku melihat tatapan sangar dari hyung hyung ku, apalagi tatapan yesung hyung,  dan leeteuk hyung. Ah , terserahlah.. aku tetap harus pergi sekarang.
●●●
Ada dua hal mengapa aku membawa mobil ini dengan kecepatan 120km/jam. Yang pertama adalah aku tidak suka jika Ahra nuna menganggapku bermain main dengan pekerjaanku, karena alasanku yang kedua adalah aku tidak main main untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan !! #smileEVIL ;>



Tak jauh dari dorm ku, kini tembok hitam besar yang kemarin aku kunjungi sudah ada di hadapan ku.
Baru saja aku akan memencet bel, namun..
“Ah, Neo !!” sontaknya ketika membuka pintu pagar rumahnya. Aku hanya tersenyum sambil menaikkan kedua alisku, banyak orang yang bilang bahwa dari situlah hipnotisku bekerja. Kali ini Ia berpakaian lebih rapi dari hari kemarin. Kini rambutnya terurai terlihat lebih manis, dengan dress soft pink yang mekar dibagian roknya, neomu kwiyeopta !
“hey nyonya song ! kau mau pergi kemana ?”
“aku baru saja akan kerumah mu, ah ani.. kerumah Ahra eonnie maksudku”
“YAK ! rumahnya rumahku juga, apa kau akan berkunjung kerumah untuk menemuiku?”
“tapi setiap aku berkunjung, aku tidak pernah melihatmu di rumah itu. Jangan mengada ada tuan cho ! aku ingin menemui eonnie, sudah seminggu lebih aku tidak bertemu, aku merindukannya”
“ck! Kau lupa hari ini jadwal privat matematikamu ?”
“justru itu aku akan membicarakan soal guru penggantinya untukku”
“eobsseo ! guru penggantinya sudah ada di hadapanmu sekarang ! kau harus terima kenyataan ini !”
“chakamman ! apa saja yang kau bawa ? kau akan mengajariku dengan tangan kosong ?”
“yang belajar itu kau ! bukan aku !” segera aku menarik lengannya dan lebih dulu memasuki pintu pagar rumahnya.
●●●
#Ceklek

Ia membukakan pintu rumahnya.
“aigoo.. kau tinggal sendiri di rumah sebesar ini ?” mataku terbelalak saat pertama kali melihat isi rumahnya.
“eoh.. “
“pantas saja sikapmu kemarin seperti itu padaku”
Ya aku banyak tahu dari nuna ku tentang gadis ini, Appanya sudah meninggal di hari ulang tahunnya dua tahun yang lalu. Dan hanya dia dengan eommanya yang tinggal dirumah ini, tidak ada pembantu ataupun satpam.
Langkah kami berhenti di tengah rumah, tepatnya di depan bar ruang tengah.
“kau tunggu aku disana, aku buatkan minuman untukmu” perintahnya sambil menunjukkan ruangan di sudut rumah bernuansa violet.




“apa disitu tempat belajarmu ? Ahra nuna juga mengajarimu disana?”
“hmm, wae~yo ?”
“ah ani, aaaaah aku haus sekali, ppali !!” aku melambaikan empat jari dari tangan kananku.
Dan apa yang aku dapatkan? Ia membulatkan matanya.
Aku melihat lihat sekeliling ruangan itu, banyak sekali foto fotonya. Ada foto almarhum Appanya di sudut kursi.
Dan satu foto yang membuat aku terpaku. 

 

“eotte ?  yeppo ? aku cantikkan ?”
Sontak aku melihat kearah suara tepat di samping kananku dan posisi wajah kami sangatlah dekat. Yaish ! Cho Kyuhyun. Kontrol !!
“itu kau ? “
“ya,,”  Ia menjauhkan wajahnya dan segera menuju sebuah kursi merah di depan sofa.
“minumlah..”
“eoh. Gomawo..” aku mulai mengedarkan pandangan ku dan ada lagi foto foto yang membuat mata ku ini tidak berkedip. MENGAPA BANYAK FOTO LEE DONGHAE DISINI ?

 

“ah, dia itu tampan sekali bukan ?”
“mwo ? nugu ? kau menyukai ikan ini ?”
“tentu ! yeoja mana yang tidak menyukai Lee Donghae superjunor?”
“yak ! hyungku itu sudah punya kekasih”
“hyungmu ? sok akrab sekali kau ? dia itu bias ku”
“kau tidak mengenaliku ?” aku mengambil salah satu foto yang terpajang di atas meja dinding dan menunjuk orang yang berada di samping donghae di foto itu. 




“Yak ! mengapa kau menunjuk.......... ah, neo ! Cho Kyuhyun super junior ? “
Omo kau ternyata tidak mengenaliku. Babo ! jelas jelas yang di sebelah donghae hyung itu aku.
“haha Ahra nuna bekerja dengan baik ternyata"
ujarku sambil menduduki sofa di sebrang kursi merahnya. Aku mendekatkan wajahku sambil menyilangkan kedua tangan diatas lututku. 
“jadi kau benar benar tidak mengenaliku?”

KyuHyun POV end.


Sang Jae POV.

“jadi kau benar benar tidak mengenaliku?”
Yaish Cho Kyuhyun babo ! siapa yang tidak mengenalimu ? apalagi kemarin itu kau kerumahku tanpa penyamaran. Ahra eonnie memang tidak pernah menceritakan bahwa adiknya itu adalah Cho Kyuhyun super junior. Kkeundae, aku benar benar harus memanfaatkan kesempatan ini. Mungkin saja aku bisa bertemu bahkan bisa menjadi akrab dengan Haeppa.
“tuan Cho ! wajahmu itu pasaran. Kau kenal dengan aktor yang bernama Jung Eui Chul ? wajah kalian sulit dibedakan !”
“Mwo ? Eui Chul kau bilang ? aigoo perhatikan baik baik ! bahkan hidungku pun lebih mancung darinya”
“lantas untuk apa kau mau menjadi guru privat ? apa kau belum puas dengan uang yang kau punya sekarang ?”
“hanya kerja part time, anggap saja sedang bermain game atau mengerjakan soal matematika di waktu luangku”
BUUG !! #efek
Sontak aku melempar bantal kursi ke arah wajahnya.
“NEO MICHEOSSEO ?  jadi kau bermain main denganku ? kau anggap aku apa ? PSP ?”
“ah annie~yo, kau ini sensi sekali. Aku tidak pernah bermain main dengan pekerjaanku. Apalagi jika berurusan dengan nunaku itu.”
“ya Cho Kyuhyun ! kau benar benar bisa mengajariku matematika ?”
“kau harus tahu bahwa kemampuan matematikaku lebih hebat di bandingkan dengan Ahra nuna”
“jinja ? “ aku membuka buku matematikaku, menandakan bahwa aku sudah siap belajar tanpa panjang lebar lagi.
“oke. Kajja !!” ajaknya semangat.



2 JAM KEMUDIAN..


Ceklek #efek.

Aku membuka pintu rumah, mengantarkannya hingga pintu pagar.

“eommamu kapan pulang ?” tanyanya saat kami baru saja melangkah keluar pintu rumah.

“dia biasa pulang jam 9 malam di waktu normal”

“maksudmu ?”

Aku menghentikan langkahku dan membuat langkahnyapun ikut terhenti. Aku langsung melihat wajah orang yang baru saja melemparkan pertanyaan itu. Eotteohke ? apa yang harus aku lakukan ? tahan Sang Jae~ah.. tahan air matamu !

“KyuHyun~a.. eommaku itu…..”

Brrrr aish jinja !  aku tidak kuat lagi menahan air mataku.

“ya, ya, ya.. Song Sang Jae, jeongmal mian eoh ?”

Aku menunduk dan merasakan tangannya menyeka air mataku.

“eomma berubah sejak appa meninggal. Sebenarnya eomma pemilik saham pengganti appa ku tapi, eommaku itu selalu pulang larut malam bahkan besok paginya baru pulang dan selalu diantar oleh ahjussi ahjussi tidak hanya satu namun dengan ahjussi yang berbeda”

Eomma, bagaimana cara menghentikan air mata ini ? bahkan menceritakan tentangmu saja terasa sakit, apalagi saat aku melihatmu dengan ahjussi ahjussi itu ? . Geram ku dalam hati.

Aku merasakan dekapan tubuhnya.

“aigoo.. sepertinya gadis ini sangat kesepian”

Perlahan-lahan Ia menepuk-nepuk bahuku dalam pelukannya.

“Song Sang Jae, aku yakin walaupun sikap eommamu seperti itu, namun hatinya tidak pernah berubah. Justru Ia terlalu mencintai appamu, Ia benar benar merasa kehilangan dan kesepian karena kepergian appa mu. Kau mengerti maksudku kan ?”

OMO !! pelukannya terasa hangat dan nyaman. Dan Ia berhasil membuat air mataku ini berhenti. Beberapa detik kemudian ia mengambil jarak melepaskan pelukkannya.

“Ya ! Song Sang Jae!”

Ia mendekatkan wajahnya dan memberikan senyumannya yang membuatku terpaku.

“Kwieyeopta !”

Wajahnya semakin mendekat dan kurasakan tangannya merapikan rambut poniku.

“aigoo Song Sang Jae ! Lihat itu ! disana ! disana ! dan di sana ! kau tidak merasa takut ? dan lihat pagar di depan kita itu, apa kau tidak takut jika ada penjahat yang masuk ?”

Tanyanya sambil menunjuk sudut sudut halaman rumah dan aku yakin dia berusaha untuk memecahkan suasana. Apalagi ketika melihat ekspresi wajahnya saat menanyakan hal itu, lucu sekali !

“kkkk~ yak ! Kyuhyun babo ! kau tidak lihat pagarku itu dikelilingi tembok tinggi dan appa sudah merancangnya seaman mungkin. Untuk apa aku takut ? aku yakin appa selalu melindungiku”

Kami melanjutkan langkah kami dan tidak lama kemudian kami sudah berhenti lagi di depan pintu pagar yang telah  kubuka.

“nyonya song…”

Ia mengacak acak rambutku. Lalu melanjutkan pembicaraannya

“jaljaeyo.. jaga dirimu baik baik, dan ah satu lagi, kau harus belajar lebih keras lagi agar dahimu itu aman untuk minggu depan ketika aku memberikan soal latihan untuk mu. Arasseo !!”

“ Nde…” aku sedikit membungkukkan tubuhku “Arasseo Seongsaengnim”

“Joha.. annyeong..”

“Chakkaman !”

“wae ?”

“dari sini, kau mau kemana?”

“aku akan ke dorm super junior, wae~yo ?”

“sampaikan salamku untuk…..”

“nugu ? untuk ikan mokpo itu? ANDWAE ! ANDWAE ! SHIREO ! “

Aigoo belum juga aku membereskan ucapanku namun ternyata dia sudah tahu sasaran salamku itu.

“Yak ! waegeureo ? CHO KYUHYUN ! BERITAHU DIA BAHWA AKU MENYUKAINYA ! AKU BENAR BENAR MENGIDOLAKANNYA ! DAN AJAK DIA BERKUNJUNG KERUMAH KU EOH ?”

Kali ini aku meninggikan volume suaraku karena langkahnya semakin menjauh menuju mobilnya, dan apa yang aku dapatkan balasan dari perkataanku tadi ? Ia menutup kedua telinganya dan melambai-lambaikan kedua tangan diatas kepalanya dalam posisi tubuh yang membelakangi ku .

TIIIN ! #efek

Ia membunyikan klakson mobilnya dan dalam hitungan detik mobil Ferrari hitam itu sudah menjauh dari jarak pandangku.

Drrt Drrt !! #efek

Tidak lama kemudian Hp ku bergetar tepat di genggamanku.

To : Song Sang Jae
From : Cho  KyuHyun
ah , aku lupa memberitahumu. Jika kau membutuhkanku, atau bahkan merindukanku, hubungi aku sesegera mungkin ! arasseo !! 
 
-->
                                                                     ••••         

Dan kau membiasakan waktuku dengan kehadiranmu.
Terbiasa dengan sentuhan kasarmu yang terkesan memanjakanku.
 Suaramu, tawamu, candamu, semua itu membuatku candu.
Waktuku menjadi bagian dari waktumu dan waktumu menjadi bagian dari waktuku.

Namja di depanku ini adalah seorang namja yang baru aku kenal selama  4 minggu terakhir. Hari ini adalah jadwal privatku untuk pertemuan yang ke-8. Namun,  di luar jadwal privat inipun kami sering bertemu dan aku sudah di ajaknya sekali ke dorm super junior, sayangnya tidak ada Haeppa saat itu. Ck !
                                                                                                 
“untuk soal seperti ini, kau bisa mengubah subjek pertama menjadi X dan subjek ke dua menjadi Y. kita harus mencari sumbu simetri dari X dan Y. X ini sama dengan min b per 2a, dan untuk Y sama dengan b kuadrat min 4 ac per min  4 a. Cha !! rumus sudah aku beritahu, sekarang tinggal kau hitung dan masukkan ke rumus !!”

Ia menyodorkan selembar kertas berisi soal yang baru saja Ia buat.

“kau gunakan rumus pertidaksamaan. Ab min ac samadengan a kali b min c. Itu  rumus sederhana. Kau masih ingat kan ?”

Ia melanjutkan pembicaraannya. Namun, sungguh aku benar benar tidak fokus mendengar ucapannya. Seperti mendengar suara serakan daun kering di musim gugur yang tertiup angin

PLETAK  !  # efek.
Sebuah pinsil kayu mendarat tepat di keningku.

”YAK ! Song Sang Jae, waegeureo ? eoh ?”

”mianhae Kyuhyun~ah..”
”kuperhatikan sejak awal pembelajaran kau sudah tidak konsentrasi, ada apa denganmu  ?”
”aku benar benar minta maaf, perasaan ku sedang kacau hari ini”
”kalau begitu kita akhiri saja pembelajaran hari ini, eotte ?”
”Nde.. kamsahamnida seongsaengim”
”Yak jangan panggi aku dengan sebutan itu ! ”

 Keesokan harinya..
10.00 P.M

TING TONG ! # efek.

Itu pasti eomma. Ah tepat sekali eomma datang setelah aku menyelesaikan masakanku. Hari ini aku membuatkan jjajjangmyeon kesukaan eomma.

TING TONG ! # efek.

Bel rumah sudah berbunyi 2 kali , aku masih membereskan perkakas terlebih dahulu. Sebentar lagi eomma. Bersabarlah ..

KRIING KRIIING ! # efek.

Hp ku berdering dan ku lihat ”eomma calling”

”yeobohasseo..”
”...”
”Nde eomma, eomma jangan telat makan ne ?”
”...”
”annyeong..”

TUUT ! # efek.

Lagi dan lagi eomma tidak pulang kerumah dengan alasan pekerjaan. Aku meratapi masakanku, jjajjangmyeon di hadapanku ini manamungkin aku sendiri yang menghabiskannya.

TING TONG ! # efek.

MWO ? siapa yang berani bertamu kerumahku malam malam begini ?
Aku segera menuju pagar rumah tuk membukakan pintu.

”YAK ! .......”
Teriakku ketika mendapati sosok namja di hadapanku, namun aku belum sempat bicara panjang lebar Ia langsung memotong pembicaraanku.
”Yak ! mengapa kau lama sekali membukakan pintu ? Sang Jae~ah kau ini ceroboh sekali, seharusnya kau lihat dulu tamu yang datang lewat commuicator camera mu ! Yaish babo~ya ! ”
”Mwo ? ”
Gleg .. aku menelan ludahku karena kurasa kerongkonganku mendadak kering. Tenang Song Sang Jae..
”YAK Cho Kyuhyun ! kau tidak lihat jam berapa ini ?”
”jika aku baru mempunyai waktu luang di jam segini, eotte ?”
Ia mendekatkan wajahnya , namun kali ini aku dengan sigap mendorong wajahnya dengan telapak tangan kananku. Dasar kebiasaan !
”untuk apa kau menghabiskan waktu luangmu di rumah ku ?”
”Istirahat ! aku ingin beristirahat sejenak dirumah mu ”
”ANDWAE !! ”
Segera aku mendorong pintu pagar sekuat tenaga karena Ia pun ikut mendorong pintu pagar dari luar sana.
”Yak Song Sang Jae !! kau tidak bisa mengusir tamu yang sedang kelaparan. Kau ini kejam sekali !”
”kau pikir aku peduli ? gunakan saja uangmu dan makan di restoran mahal !”
Chakkaman  dia bilang lapar?
Aku mebukakan pintu pagar kembali.
”Sang Jae~ah....” Ia menyebut namaku dengan suara manja ? Ck ! Aigoo senyumannya itu menggelitik. Benar benar SmirkEvil !!
”masuklah, aku barusaja membuat jjajjangmyeon. Namun ternyata eomma tidak pulang hari ini”
”Woahhaa.. JJAJJANGMYEON ??”
••••

”Ah ! Mashitta !!! ”

Aku belum makan sedikitpun. Namun melihatnya MENGHABISKAN semangkuk besar jjajjangmyeon yang aku buat tadi, aku sudah kenyang.

”jeongmalyo ?”
”hmm jinja !! kau pintar memasak rupanya”
”jika tidak bisa memasak, lantas sehari hari aku makan apa ? semenjak Appa meninggal  eommaku jarang memasak bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah memasak. Setahun sekalipun belum tentu”
”Ya gadis mandiri yang manis”
Ia tersenyum sambil mencubit pipiku. Lalu Ia beranjak dari kursi makan dan segera menarik tanganku.
”Gayo .. !!! ”
”eoddi ?”
”ikut saja..”
”Yak Kyuhyun~ah.. ini sudah tengah malam. Neo michyo ?”

••••

 at Namsan Seoul Tower. 














Mengapa kau ajak aku kesini ? Kyuhyun babo !! neomu babo !! tak perlu menunggu waktu lama bagiku tuk meneteskan air mata ketika berada disini. Appa ! teriakku dalam hati.

”2 tahun yang lalu kau berdiri di sini ”
”2 tahun yang lalu kau sendiri disini ” Ia melanjutkan pembicaraannya.
”2 tahun yang lalu kau menunggu seseorang yang nyatanya tidak akan pernah datang kesini”

Aku mengangkat wajahku dan menatap namja di sampingku ini. Ia menyeka air mataku.

”2 tahun yang lalu, disinilah aku menunggu Appa pulang dari Macau. Tepat menyambut hari istimewaku, Appa menyuruhku tuk menunggunya disini. Entah kejutan apa yang akan Appa beri waktu itu, dengan hati senang seorang putri yang akan menyambut kedatangan Appanya, akupun mematuhi perintah Appa dan menunggunya tepat di bawah tower”

”saat itu Appa memintaku tuk memakai dress hitam. Appa bilang agar dress yang aku pakai sama dengan warna jas yang Appa pakai saat itu”

”hingga eomma menelfonku, eomma bilang bahwa percuma saja aku menunggu Appa disini. Lebih baik aku menemuinya di rumah sakit”

”pesawat yang Appa tumpangi mengalami kecelakaan. Mungkin Tuhan menakdirkannya meninggal di atas pesawat. Ck!! ”
Aku tertawa kecil dalam tetesan air mataku. Sedikit memecahkan suasana.

”babo !! hingga pagi harinya aku tetap menunggu Appa”
Aku melanjutkan perkataanku di dalam peluknya.

”Menangislah Song Sang Jae !! menangislah sepuasnya”

Dan air matakupun mengalir deras membasahi jas hitam yang Ia pakai.

Jas hitam ? rasanya seperti memelukmu Appa.
Appa, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu !! #geramku dalam hati.

”saengil chukka hamnida.......... saengil chukka hamnida.......... saranghaeyo Song Sang Jae.......... saengil chukka hamnida....”

Ia bernyanyi untukku didalam pelukannya. Terdengar lambat dan lembut.

Tuhan, apa kau mengirimkannya sebagai pengganti Appa di hari ulang tahunku ?
Apa ini orang yang waktu itu aku tunggu ?
Appa, apa dia yang kau suruh untuk ku tunggu ? #geramku dalam hati.

”gomawo Kyuhyun~ah..”

”Sang Jae~ah....”

”hmmm?”

”aku izin pamit”

Deg !! mendengar ucapan dalam pelukannya itu sontak aku mendorong tubuhnya sehingga memberikan jarak di antara kami
.
”apa maksudmu ?”

”ya ya ya.. tenang saja ”
Ia mengacak acak poniku gusar.

“aku hanya meminta cuti dari mu selama satu minggu. Hmm berarti dua kali pertemuan. Setelah itu aku kembali bekerja ” #SmirkEvil

”kau mau kemana ?”

”aku akan mengadakan konser di Taiwan, sepulang dari sana aku langsung menemuimu. Woahhaa aku yakin kau pasti merindukanku ! ”

”YAISH !! kau ini !!! ”

Barusaja aku akan melayangkan tangan kananku ke kepalanya namun dengan sigap tangan kirinya menahan tanganku dan menariknya. 

"Tunggu aku kembali, eoh ?"
Ia sedikit merapikan poniku.

"Haeppa, Ia juga ikut denganmu ?"
tanyaku di sela sela senyum jahilku.

"YAK ! !!"
-->
••••

Pagi harinya..

Huek ! Huek ! Huek !

Eomma ? Ia sudah pulang ?
Segera aku menuruni anak tangga dari kamarku menuju kamar mandi lantai bawah, pintunya dalam keadaan terbuka dan benar saja aku mendapati eomma sedang muntah muntah di toilet.
Segera aku menghampiri, dan menepuk nepuk pundaknya.

”eomma, gwaenchana~yo ?”
Tanyaku memastikan keadaannya, namun tidak ada jawaban darinya.

Huek ! Huek !

“Eomma ?”

Huek !

“Ck ! eomma pasti mabuk lagi “
Tandasku yang berhasil membuat eomma berbicara.

”eoh, gwaenchana..”
Ucapnya sambil tersenyum sambil sedikit merapihkan rambut yang ku ikat asal.

”eomma, aku buatkan sarapan, eoh ?”

”eobsseo.. kau berangkat kuliah aja saja, ppalli.. !!
Ia menarik tanganku dan membawaku ke pintu rumah.

“ani, eomma.. aku tidak akan pergi kekampus”

“lalu? Kau mau kemana dengan pakaian serapi ini ?”

”eomma, kita kepemakaman Appa, hmm?”

”Shireo !! kau saja ..”
Ucapnya sambil berbalik melangkah masuk meninggalkanku di depan pintu.

”eomma..”
Panggilku dengan suara melirih, membuat langkahnya terhenti, perlahan Ia membalikkan tubuhnya menatap putri tunggalnya yang sedang berulang tahun ini.

”ah. Saengil chukkae..”
Jleb !!  sakit.. berat rasanya seperti ini, tersenyum dalam menahan tangis. Kata kata yang sama seperti tahun lalu. Padahal dulu sebelum Appa pergi, eomma selalu bernyanyi untuk memperingati hari ulang tahunku.

”hmm.. gomawo eomma. Kkeundae, hari ini peringatan kematian Appa yang ke-2. tahun lalu eomma juga sudah tidak mengunjungi pemakamannya”

”BAHKAN UNTUK YANG KE-100 TAHUN KEMATIANNYAPUN, EOMMA TIDAK AKAN PERNAH MAU MEMPERINGATI KEMATIAN APPAMU ITU !!
Eomma meninggikan suaranya, mengucapkan kata kata itu sambil melangkah cepat menuju kamarnya. Dan aku yakin eomma ingin segera sampai tuk mengeluarkan tangisannya.
Eomma !! #geramku dalam hati.

••••
Dipemakaman..

Apa yang akan kalian lakukan jika kalian merindukan seorang ayah yang sudah tidak bisa kalian temui lagi di sudut manapun, di ruang kerja, di teras rumah saat membaca koran, menemanimu duduk di samping kursi piano, bahkan pesan dan telfon di hp mu sebagai tanda bahwa Ia sedang mengkhawatirkanmu. Maka disinilah tempat yang bisa kalian kunjungi, tempat yang dimana seolah olah kalian bisa mengobrol langsung dengannya, rumah keduanya..

Langkahku terhenti tepat di depan sebuah bukit kecil yang di selimuti rumput hijau. Terdapat batu nisan yang tertulis nama ”Song Jun Su”

”Appa..”
”aku datang”
Seperti biasa aku melakukan  sujud salam, kemudian aku duduk dengan menduduki kakiku.

Aku sedikit membersihkan daun daun kering dan debu dibatu nisan.
”Appa,, bagaimana kabarmu ?”
”sudah lama aku tidak menemuimu, mian Appa..”
”Ah! Aku bawakan ini untukmu”
Aku menata bunga lilly calla putih di depan batu nisan

”Appa, bogoshipo~yo..”
Sesak !!  terasa sesak. Aku tidak sanggup menahan air mata lagi.
”neomu bogoshipo..”
”ah , ani. Bukan hanya Appa, aku juga merindukan eomma yang dulu”
”ck!  Mianhae..”
Aku tersenyum menyeka air mataku.
”belakangan ini aku jadi sering menangis. Dulu jika aku menangis, Appa selalu memelukku dan berkata bahwa Appa akan membelikan balon untukku, dan karena aku benar benar takut pada balon, aku langsung menghentikan tangisku”
”Appa.. mengapa waktu itu Appa selalu menakutiku dengan balon jika aku menangis ? padahal ada yang paling aku takuti di dunia ini, yaitu Appa dan eomma”
”Appa, semenjak kepergianmu, aku merasa eommapun ikut pergi meninggalkanku”
”aku merasa sendiri..”
”Appa, aku seperti tidak memiliki siapa siapa”
”Appa ingat hari ini ?”
”dulu, aku selalu lupa dengan hari ulang tahunk”
”Appa dan eomma selalu mengucapkannya di malam hari, saat di mana hari ulang tahunku akan berganti dengan hari lain”
”Appa......”
”Appa tahu ? hari itu aku menunggumu..”
”Appa dan eomma seharusnya datang”
”karena hari itu, karena di tanggal itu, eomma tidak mau mengenangnya”
”kenangan disaat kita bersama merayakan hari ulang tahunku sekaligus kepergianmu.”
”Appa..”
”sekarang aku selalu ingat dengan hari di tanggal ini”
”bahkan menjelang hari inipun perasaan ku selalu kacau”
”hari dimana aku kehilangan kebahagiaanku, kehilangan Appa, sekaligus Eomma yang dulu”
”Appa, kirimkan malaikat untuk menemaniku ...”
”eoh ?”
••••

4 hari kemudian..
11.25 P.M

TING TONG !! #efek.

Aku segera menuju Communicator Camera ‹CC› tepat disamping pintu rumah.
Siapa yang datang ? eomma? Bukankah eomma memegang kunci ganda? Untuk apa memencet bel? Atau... Cho Kyuhyun ?
Ah !! aku menggelengkan kepalaku. Mengapa tiba tiba aku memikirkannya ? Yak Song Sang Jae~ah !! waegeoreo ?

Segera aku menekan tombol  CC dan aku mendapatkan seorang ahjussi ?

”nugu~ya?”
”Yak !! cepat bukakan pintu !!”

Eomma ? itu suara eomma .
Asataga !! dengan ahjussi itu lagi ? mengapa eomma jadi sering mabuk jika pulang dengan ahjussi itu ?

Sang Jae POV end.

                                                                     ••••      
2 hari kemudian….
4.00 P.M

.:Battle Think:.

KyuHyun POV

Dan di hari ke-6 pun Ia belum menghubungiku ? apa harus aku yang menghubunginya ? joha !! segera aku menekan tombol di layar hp ku yang langsung terhubung dengan nomornya. Namun sebelum tersambung memanggilnya, aku sudah mengakhiri panggilanku. Ck !! jika aku menelfonnya, apa yang harus aku katakan ?

Sang Jae POV

Aku membuka kunci di layar hp ku, berencana tuk memainkan SpeedCar game. Dan di layar utama hp ku tertera hari jumat jam 4 p.m. bukankah hari ini jadwal lesku ? ck !! apa sebegitu sibuknya hingga Ia belum menghubungiku? Apa harus aku yang lebih dulu menghubunginya ?

KyuHyun POV

Aku duduk di kursi malas, di balkon kamar hotel. Sedang turun hujan, jadi aku bisa tenang dan bersantai menikmati pemandangan. Tidak banyak orang yang keluar, sehingga aku tidak perlu khawatir menghadapi para fans. Cukup sepi di sini.
Chakkaman  !! hujan ? mungkin aku bisa menjadikannya sebagai bahan pembicaraan. Segera aku mengetik sebuah pesan.

Sang Jae~ah.. disini hujan, apakah di sana juga hujan ?
Ah !! ani. !! #geleng geleng.

Song Sang Jae, apa yang akan kau lakukan jika sedang turun hujan ?
Ck !! #geleng geleng

ARRGGT !!  SONG SANG JAE !!  BOGOSHIPO !!

Sang Jae POV

Kureona, jika aku menghubunginya, apa yang harus aku katakan ?
Aku segera bangun dari tempat tidurku menuju meja belajar, mengambil dua pensil dan kembali merebahkan diri dia atas tempat tidur. Satu pensil di sebelah kanan dan satu pensil lagi di genggaman kiri.
Pensil kanan ”Kyuhyun~ah, eoddie~yo? Mengapa tidak ada kabar dari mu ?”
Pensil kiri ”ah, mianhae~yo, aku terlalu sibuk”
Pensil kanan ”Kyuhyun~ah.....”               ” Cho Kyuhyun... !!”            ”na...... bogoshipo~yo”
Pensil kiri “hmm nado, nado bogo shipo Sang Jae~ah..”  ah ani !! jika Ia mengatakan “MWO ? hahahaha simpan saja rasa rindumu itu !!” eottohkae ?

KyuHyun POV

Ok !!  persetan dengan rasa gengsimu itu Cho Kyuhyun !!  segera aku menekan tombol panggilan pada nomor Song Sang Jae.

Sang Jae POV

Segera aku mengambil hp yang selama tadi ikut berbaring di sebelahku. Cukup Sang Jae~ah !!  merindukan seseorang itu mengerikan bukan ?
Aku menyentuh layer hp ku untuk membuka kunci dan segera menghubunginya. Namun beberapa detik kemudian setelah panggilan tersambung.
”nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi !!”
MWO ? apa sebegitu sibuknya hingga Ia tidak bisa menerima telfon dari ku ?
Ck !! yak Song Sang Jae. Sadarlah !!  memangnya kau ini siapa ?

Sang Jae POV end

KyuHyun POV

”nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi !!”
Ige Mwo~ya ? apa di sana Ia sedang telfonan dengan orang lain  ? ck !!  Sang Jae~ah.. sudah kubilang jika kau merindukanku, kau harus segera menghubungiku.
Chakkaman !!  atau jangan jangan di sana Ia sama sekali tidak merindukanku ? sedangkan disini aku hampir gila karena merindukannya. MENGERIKAN !!

KyuHyun  POV end

••••
2 hari kemudian..
12.21 P.M

KyuHyun’s Home

KyuHyun POV

Ceklek !! #efek

“kyunnie~ya….”
Sapa Ahra nuna berdiri di depan pintu kamarku yang barusan Ia buka.

“hmmm..”
Jawabku tanpa harus bersusah payah membuka mata tuk melihat siapa orang yang masuk kamarku.

“mau antarkan aku mengambil kartu undngan pernikahanku ?”

Aku langsung merubah posisi tidurku, menyamping, tepatnya membelakangi posisinya berdiri.

“nuna.. aku baru saja sampai rumah, perjalanan dari Taiwan ke korea itu tidaklah dekat . mengapa tidak Siwon hyung saja, calon kakak iparku itu yang mengantarkanmu ?”

“dan alas an yang kau punya sama seperti alas an yang barusan dia beri untukku !! babo !! “

“nunaaaa!!
Segera aku bangkit dari tidurku dan memposisikan diri duduk di pinggir tempat tidurku.

“hmmm…?”

“Song Sang Jae.. sudah lama aku tidak mendengar cerita tentangnya darimu”

”harusnya sekarang aku yang mendapatkan cerita tentangnya darimu, bukankah sekarang kau yang lebih sering bertemu dengannya dibanding aku ? kau yang menggantikan posisiku dan kau bisa lebih dekat dengannya. Yak ! Cho Kyuhyun !! semua itu karena ku. Apa seperti ini caramu berterimakasih ? bahkan tuk mengantarkanku saja kau tidak mau ?”
Celotehnya sambil menyilangkan kedua tangannya. Melihat ekspresi nunaku itu. Aigoo !! nunaku benar benar cantik, lucu sekali marahnya.

Aku segera beranjak dari dudukku dan menghampirinya.
”anni~ya....”
Aku merentangkan kedua taganku dan segera memeluknya.
”gomawo nuna.. aah !! bogoshipo..”

“nado, bogoshipo.. ck!!  Sepertinya kau lebih merindukan Sang Jae mu itu dari pada aku”
Jawabnya di dalam pelukanku.

“kkkk~”
Aku tertawa kecil.
“baiklah nunaku tersayang, aku akan mengantarkanmu “

Di perjalanan...

Aku berusaha memfokuskan arah mobil yang aku bawa ini, walaupun di pikiranku terus tertuju pada gadis yang sudah lebih dari seminggu ini belum bertemu denganku.
”nuna..”
”eo ?”
”Song Sang Jae.. apa dia sudah punya kekasih ?”
”ani. Semenjak kepergian Appanya, Ia menjadi pribadi yang tertutup”
”Ya, sudah bisa ku tebak !!”
”namun, Ia cukupt terbuka denganku. Bahkan Ia pernah bilang bahwa seumur hidupnya belum pernah berciuman  dengan seorang namja”
” Woahahahaha benarkah ? Yak !! nuna.. sepertinya sekarang juga hal itu harus segera di ralat “
Tandasku sambil membuyarkan tawa. ;>
”MWO? Yak !! Cho KyuHyun!!
Aku merasakan pukulan pukulan kecil di bahu kananku.
”Nappeun Namja !!
“kkkk~ nunaaa aku sedang menyetir “

KyuHyun POV end.


••••



2 Hari Kemudian..
Sang Jae POV
01.0      p.m
“KyuHyun !!”
“Cho KyuHyun !!”
“Babo !!”
“Neo Babo~ya !!”
“aku hanya meminta cuti darimu selama satu minggu”
“ini sudah lebih dari satu minggu Tuan Cho !!”
Umpatku terus sepanjang jalan dari kampus menuju rumahku.
“dan kau sama sekali tidak menghubungiku?”
Aku menghentakkan langkah kakiku dengan kesal.
Dalam jarak lebih kurang 10 meter didepanku sudah terlihat perempatan tikungan, dan tujuan utamaku adalah tikungan ke arah kiri. Hanya beberapa langkah sudah sampai di depan pagar hitam rumahku. Dari kejauhan, aku melihat 2 orang namja berdiri di depan pagar rumahku, tampilannya seperti tukang kebun dengan alat alat yang mereka bawa. Aaa ! sepertinya mereka dari jasa tukang kebun langganan keluargaku yang selalu datang sebulan sekali. Namun, tunggu !! mengapa tampilan mereka begitu tertutup ? ada masker yang menutupi wajah mereka, tidak seperti biasanya.
Langkahku semakin mendekat, kedua dari mereka menunduk dan akupun membalas salamnya.
“chogi~yo.......”
Baru saja aku ingin bertanya, namun salah satu dari mereka dengan cepat memotong pembicaraanku.
“ah, kami dari jasa tukang kebun, benar ini rumah Song Min ah ?”
“nde, Ia eommaku. Cha ! kalau begitu masuklah .. jangan buang buang waktu !”
“nde..”
Jawab mereka serempak. Aku membuka pagar dan mempersilahkan mereka masuk.
“sebelumnya, apakah salah satu dari kalian pernah kerumahku ?”
Dan keduanya menggelengkan kepala.
“baiklah, kalian bersihkan halaman depan rumahku dan belakang rumahku. Kalian bisa ke belakang melalui samping rumah” aku menunjuk ke arah kiri.
“ya, kami mengerti”
“Joha ! kalau begitu aku masuk dulu. Jika sudah selesai, kalian bisa memencet bel pintu rumah”
“nde..”

1 Jam Kemudian..

Sudah satu jam aku menghabiskan waktu di kamarku. Tak ada yang aku lakukan, hanya berbaring dan memejamkan mata. Mencoba untuk tidur namun tidak bisa.
Aku mengambil foto Lee Donghae yang berada di atas nakas tepat berdempet di samping ranjangku.
Oppa, mengapa tidak kau saja yang menggantikan Ahra eonnie ?” #gumamku dalam hati.
namun, Sang Jae~ah.. selama inin yang kau pikirkan bukan biasmu itu ! melainkan KyuHyun ! Cho KyuHyun !!
TINGTONG !! #efek
Mwo ? baru satu jam. Apa mereka sudah menyelesaikannya? #gumamku dalam hati.
Segera kuturuni anak tangga dan membuka pintu rumah. Namun apa yang kudapati ? kedua namja itu masih sibuk dengan pekerjaannya di pekarangan rumahku.
TINGTONG !! #efek
Aku masuk dan melihat communicator camera di samping pintu. Ada 2 orang namja berjaket kulit hitam yang bertamu.
Astaga ! eomma ! siapa lagi itu ?  #gumamku sambil berjalan menuju pagar.
“chogi...”
Ucap salah satu namja sesaat setelah pintu pagar ku buka dan berhasil mengejutkanku karena mereka mengenakan seragam polisi berjaket kulit hitam menggunakan topi polisi, berkacamata hitam dan masker yang menutupi wajah mereka.
“Song Min ah ?”
“Eo ! Ia eomma ku”
Salah satu dari mereka mengeluarkan kartu identitas dengan cepat dan segera memasukkan kartu yang terlihat seperti kartu identitas kepolisian ke dalam saku jaketnya.
“kami dari kepolisian, mendapatkan tudas untuk melakukan pengecekan di rumahmu. Ini surat tugas kami beserta laporan bahwa lingkungan rumahmu sedang tidak aman”
Namja itu kembali menunjukkan surat surat sebagai bukti, dan pikiranku langsung tertuju pada dua namja tukang kebun itu. Tanpa ragu dan bertanya panjang lebar, aku langsung mengizinkan kedua polisi ini masuk tuk memeriksa rumahku.
“silahkan masuk..”
“gamsahamnida..”
••••
Setelah aku mempersilahkan mereka masuk dan menutup pagar, aku mengikuti mereka berdua melakukan pengecekan. Pengecekan pertama yaitu pekarangan depan rumahku, lalu halaman rumah, keduanya masih dalam tahap aman, dan tujuan pengecekan selanjutnya adalah dalam rumahku.
Baru saja aku akan membuka pintu rumah, namun aku tersadar akan keberadaan 2 namja tukang kebun itu yang tidak ada di mana mana semenjak pengecekan tadi. Aku segera masuk rumah tanpa peduli pintu rumah terbuka.  Aku periksa setiap sudut rumah dan ternyata kedua namja tukang kebun itu berada di dapur dan sedang membongkar kulkasku.
“aigoo panas sekali di luar,,”
“ck ! lihat saja. Bocah tengik ! akan ku balas dia !”
“apa sebegitu laparnya sehingga kalian ingin mencuri ? bukankah aku sudah menyediakan makanan untuk kalian?”
Sontak membuat mereka menghentikan aksinya menghabiskan makanan kulkasku. Mereka berdua, memunggungiku aku mendekat untuk melihat wajah mereka, karena masker, dan topi mereka lepas
“mianhae..!”
Salah satu dari mereka membalikan tubuhnya.
“MWO !! Eunhyuk oppa !!! “
Aku segera menghampirinya dan memeluknya.
“Yak ! kau tidak memelukku juga ?”
Tanya namja di samping Eunhyuk oppa.
“Donghae oppa !!”
Aku segera melepaskan pelukan Eunhyuk oppa dan memeluk donghae oppa.
“semua ini rencana orang itu !”
Tandas Haeppa menujuk salah satu polisi yang entah sejak kapan ada di belakangku.  Salah satu dari polisi itu membuka kacamata dan melepaskan topi serta maskernya.
“Aigoo !! Yesung oppa !!”
Yesung langsug merentangkan tangannya dan aku menerima pelukannya.
“kau tahu ? ini bukan ulah ku, tapi dia !”
Yeppa menun juk namja disampingnya dengan tawa kecilnya. Sudah ada Yeppa, Haeppa, dan Hyukie oppa, tinggal satu lagi dan tidak perlu susah payah untuk ku tebak, pasti dia ! orang yang sama sekali tidak memberikan kabar untukku, orang yang selama ini hampir membuatku gila karena setengah mati merindukannya.
Ia membuka topi dan kacamatanya, alis matanya terangkat menatapku, jahil sekali bukan ? lalu Ia membuka maskernya.
“Yak !! mengapa kau tidak terkejut melihatku ?? “Ommo !! KyuHyun oppa !!” seharusnya kau ucapkan seperti itu”
Ia merentangkan tangannya. Ck ! aku mendekat namun tidak memeluknya, hanya saja aku memukul keningnya dengan sendok makan yang entah sejak kapan ada di lenganku.
“babo !! lagi lagi kau menganggapku sebagai permainanmu ! KyuHyun~ah .. aku bukan PSP mu !!”
Kkkkk..! aku mendengar para Hyungnya tertawa kecil.
“Song Sang Jae, boleh aku pinjam ruangan tuk mengganti baju ini ?  Yaish !! Cho KyuHyun, aku akan membalasmu ! di luar itu benar benar panas !”
Protes Haeppa, aigoo ! lucu sekali ekspresi kesalnya.
“eoh !! kkk ~ gunakan saja kamarku. Mari ku antar..”
“aku ikut..” seru Eunhyuk oppa.
••••
15 Menit Kemudian...
Aku dan Yesung oppa duduk di sofa, sedangkan Kyu sendiri duduk di bangku seberang yang sama sama berada di ruang violet.
 Ck ! apa saja yang mereka lakukan ?  #gumamku dalam hati.
“Hyung ! dimana Lee Donghae ?”
Tanya Kyu saat melihat Eunhyuk sendiri turun dari tangga.
“Ya ! Song Sang Jae , susulah dia..”
“eoh..”
Aku segera menyusul Haeppa, namun Kyu langsung menarik tanganku dan membuat langkahku terhenti tepat di depan posisinya.
“wae ?”
Tanyaku dengan intonasi nyaris tidak terdengar. Namun, Ia hanya terdiam menatapku dengan serius lalu membebaskan genggamannya. Tanpa buang buang waktu aku segera menyusuri anak tangga dan dari kejauhan sudah terlihat ruang tidurku dengan posisi pintu dalam keadaan terbuka. Dan aku dapati Haeppa sedang mengamati sekeliling isi kamarku.
Aigoo ! Song Sang Jae ! babo !  #umpatku dalam hati.
“Oppa !!”
Panggilku dari depan pintu.
“eo ? Song Sang Jae, mengapa di kamarmu banyak sekali fotoku?”
Ia berjalan mendekat, lalu melanjutkan perkataannya.
“senang sekali mempunyai  fans secantik dirimu”
Lanjutnya dengan jarak yang semakin dekat lalu memelukku.
Aigoo ! mengapa Ia senang sekali dengan  peluk memeluk ? #gumamku dalam hati.
“malam ini kita jalan, eotte ?”
Tanya Haeppa saat melepaskan pelukannya. Namun, kedua tangannya masih memegang kedua bahuku.
“eoh, kkeundae.....”
“YAK !! Sang Jae~ah !!”
Teriak KyuHyun yang entah sejak kapan ada di belakangku, memotong ucapanku.
“ada tamu !” lanjutnya.
“benarkah ? mengapa tidak terdengar suara bel ?”
Tanyaku sambil melangkah meniggalkan Kyu dan Haeppa. Segera kulihat communicator camera dan..
“annyeong...”
Sapa Ahra eonnie melalui communicator camera. Segera aku berlari tuk mebuka pintu pagar.
••••
“eonnie!!”
Teriakku sambil berlari memeluknya saat pintu pagar berhasil kubuka.
“aigoo ! bogoshipo..”
Ucapnya di dalam pukan.
“hmm nado..”
“ini untuk mu !”
Ia memberikan sebuah kartu undangan pernikahannya.
“woaha.. gomawo..”
“hmm.. Cha !”
Ia menyodorkan bungkusan di tangannya.
“kau sudah makan ?” lanjutnya.
Aku menjawab dengan sebuah gerakan kepala cepat kekanan dan kekiri.
“joha ! kita masak !”
Ajaknya sambil melangkah masuk melewatiku.
Aku tersenyum sambil menutup pagar.
“tapi, di dalam ada.....”
“arasseo ! aku sudah tahu !”
Tandasnya cepat memotong pembicaraanku.

Taman Belakang Rumah..
04.00 p.m
“woaha.. hmm mashitta !!”
Ucap Yepppa saat merasakan barbeque yang baru saja aku buat dengan Ahra eonnia. Ya, kami (aku, Ahra eonnia, Yeppa, Haeppa, Hyukkie oppa, dan Tuan Cho) sedang menikmati makanan di gazebo taman belakang.
“tentu ! Song Sang Jae itu pandai sekali dalam urusan memasak “
Lanjut Ahra eonnie.
“benarkah ? kalau begitu datanglah kerumahku”
Ajak Eunhyuk oppa sembari tersenyum jahil.
“untuk apa ?”
Tanya Haeppa.
“masak untuk ku..”
Wohaha kkkk ~  tawa dan canda dalam obrolan kami. Aku benar benar senang hari ini.
Appa, lihatlah ! aku seperti memiliki keluarga baru #gumamku dalam hari.
Chakkaman ! Kyu ? mengapa Ia hanya terdiam ?
••••
“baiklah, kami pulang”
Pamit Yeppa ketika pintu pagar terbuka.
“hmm,, sering sering mampir kerumahku oppa..”
“oh. Itu sudah pasti !”
Ujar Eunhyuk oppa dengan semangat.
“Hyung !”
Panggil Kyu sembari menarik tangan Haeppa, mencari tempat yang sedikit jauh dari kami (aku, Ahra eonnie, Yeppa, dan Hyuk oppa). Entah apa yang mereka bicarakan, hanya saja aku melihat Haeppa sering sekali mengangguk saat Kyu bicara.
“mwo ? sedang apa mereka ?”
Tanya eunhyuk oppa kebingungan.
“bukankah setiap pria selalu mempunyai rencana yang tidak bisa ditebak?”
Jawab Ahra eonnie. Tidak lama kemudian dua namja itu kembali mendekat. Donghae menghampiriku dan memelukku sebagai tanda pamit.
“aku pulang”
“eoh, hati hati oppa”
“mian, ajakanku  tadi siang....”
“eoh ! gwaenchana.. aku juga belum sempat menjawab kalau aku tidak bisa menerima ajakanmu”
Potongku sebelum Haeppa membereskan ucapannya.
“Joha ! galgayo..”
“hmm anyeong...!”
Mereka melambaikan tangan dan segera masuk mobil masing masing.
TIIIN !!  #efek.
Suara klakson mobil bergantian dan aku melihat mobil mobil itu semakin menjauh. Aku segera masuk setelah pintu pagar ku tutup rapat dan menguncinya dengan baik. Mengingat bahwa ini sudah malam.
Aku menjatuhkan tubuhku keatas sofa, dan tersentak seketika saat melihat namja yang berdiri di hadapanku sekarang !
“NEO !! “
“wae ? apa sebegitu senangnya sehingga kau tak menyadari kehadiranku ? sama sekali?”
Ia mendekat dan duduk disofa yang sama di sampingku.
“Yak ! Cho KyuHyun ! kau tidak pulang ?”
“kau ingin aku pulang ? yakin ?? kau tidak merindukanku ?”
Mwo ? untuk apa kau bertanya? Bahkan karena hal itu hampir mebuatku gila. BABO !! #umpatku dalam hati.
“Lee Donghae !!”
Kali ini Ia menatapku, raut wajahnya kebih serius.
“Kau mencintainya ?” lanjutnya.
Pertanyaan bodoh apa lagi ini ? apa dia tidak bisa membedakan yang namanya mengagumi dengan mencintai ? kedua hal itu berbeda, bodoh !  #geramku dalam hati.
“wae?”
Tanyaku singkat sambil mengalihkan pandanganku, menutupi wajah merahku saat Ia menatapku dengan jarak sedekat ini.
“tidak bisakah kau mencintaiku?”
Deg ! mendadak kerongkonganku terasa kering, tuhaan.. mengapa tiba tiba aku sulit bernafas ?
“mungkin aku adalah orang yang baru kau kenal. Namun, aku sudah mengenalmu, 2 tahun ! selama 2 tahun aku......”
Tatapannya lebih tajam. Seperti inikah wajah seriusmu, Tuan Cho !
“Aku mencintaimu , Sang Jae~ah !” lanjutnya.
Astagaa !! jangankan untuk bicara, bahkan mataku saja sulit tuk berkedip. Tampan ? ck ! bukan hanya tampan, tapi MENGAGUMKAN ! anni, bukan Haeppa, aku bersyukur Kyuhyun yang menggantikan Ahra eonnie.
“ah, sudahlah.. maaf telah mengganggu waktumu. Ini sudah malam, lebih baik aku pulang”
Ia bangkit dari duduknya sembari tersenyum dan melangkah perlahan kulihat punggungnya semakin menjauhiku.
“gajimma !”
Ucapku sambil memeluknya dari belakang. Langkahnya pun terhenti.
“Kyu~ah, kau tidak memberiku kesempatan tuk bicara!”
Ia tertawa kecil sambil membalikan tubuhnya.
“Sang Jae~ah, aku sudah tau apa yang akan kau katakan”
“mwo ?”
“kkkk~ ekspresimu tadi itu lucu !”
“mwo ? apa kau tak sadar ? bagaimana ekspresimu saat mengatakan kata kata tadi ?”
“kata kata apa ?“
“kau mencintaiku ?”
“benarkah ? sejak kapan ?”
“yaish ! 2 tahun yang lalu !”
“ck ! gadis pintar..” ia tersenyum sambil mengacak acak poniku.
“berarti kau mendengarkan semua perkataanku.. ku pikir kau melamun, terkesima oleh wajah tampanku ini !” lanjutnya.
“hmm bogoshipo ! Kyu~ah..”
“nado jeongmal bgoshipo.. saranghae Sang Jae~ah”
Ia menarik tubuhku kedalam dekapannya.
“nado saranghae..”
“aku sudah tahu, chagi~ya !”
“ck !” aku memukulnya kecil
“cha ! bagaimana jika kita pergi kencan ?”
“kapan ?”
“sekarang !”
“mwo ? naui eomma, eottohke?”
“aah. Tenang saja. Selama kau bersamaku, Ia mempercayaiku”
“geurae, gaja !”
“hmm gaja !”
Mwo ? dia jalan mendahuluiku? Ck ! tidak ada romantis romantisnya namja yang satu ini !  Lihatlah Tuan Cho ! Lihat aku ! aku masih diam di tempat ! berbaliklah ! dan genggam tanganku !
HANA ! TUL ! SSSS !
“Ck ! aigoo ! apa yang kau lakukan ? masih terkesima dengan ketampananku? “
Ujarnya sambil melangkah kearahku.
“kaja ! ppali !”
Cha ! genggam tanganku lebih erat lagi ! aku tidak akan melepaskanmu !
“eoh ! kau terlihat tampan dari belakang !”
“jinja. Dari belakang saja sudah tampan !”
••••
“ppaliwa !”
“yak ! Kyu~ah ! bersabarlah. Ck ! aaa mengapa pagar ini sulit sekali tuk di kunci ? keras sekali. Yak ! Cho Kyuhyun ! jangan hanya melihatku saja ! bantulah aku !”
“mwo ? percaya diri sekali kau ! aku tidak melihat mu, aku sedang memperthatikan sepasang kekasih”
Aku langsung melirik kearah yang Ia maksud. Penasaran ? iya aku penasaran ! ckckck
“ish ! tidak bisa melihat tempat sepi”
Aku semakin memperhatikan yeoja yang menghadap kearahku namun sedikit terhalangi oleh namja di depannya.
Chakkaman ! aku mengenalinya !
“EOMMA !”
Sontak kedua pasangan itu menghadap ke arahku.
Benar ! Ia adalah eommaku ! dan bersama ahjussi itu lagi.. aigooo...!!
“M M MWO ? ABOJI !”
“k k kyuhyun~ah !”
“ige mwo~ya ? Ia Appa mu ?”
“ n nd nde “
“KYAAK !! EOMMA !!”

 THE END