~~Kyaaak !! Eomma !! [ONESHOOT]~~
Author :
Song Sang Jae (Renata Dinda Idris)
Genre :
Romance
Rating : 45 page
Length :
Oneshoot
Cast :
-Cho Kyuhyun Super Junior
- Song Sang Jae
Other Cast :
-Song Minah (Sang Jae Eomma)
-Song Jun Su (Sang Jae Appa)
-Cho Yeung Hwan (Kyuhyun Appa)
-Cho Ahra (Kyuhyun Nuna)
-Lee Donghae a.k.a Haeppa
-Lee Hyukjae a.k.a Hyukkie Oppa (Eunhyuk)
-Kim Jong Woon a.k.a Yeppa (Yesung)
-Lee Sungmin
-Leeteuk
-Choi Shiwon
NO COPAST ! ASLI hasil
Khayalan author ! ckck ^_^ FF ini beredar di blog dan fb author..
••••
Sang Jae . POV
Aku menyentuh layar
Hp ku dan tak ada niat sedikitpun tuk melepaskannya karena jika aku
melepaskannya mobil ini akan berhenti. Aku memiringkan Hp ini ke kiri dan ke
kanan sebagai arah kemana mobilku berjalan. Melewati mobil mobil lain sebagai
musuhku, mengejar target tuk membuka level semakin tinggi, melewati tempat
tempat baru dan jangan sampai menabrak.
“SpeedCar” game yang
paling aku sukai, dan jangan ada yang mengangguku disaat aku sedang memainkan
game ini, karena tidak ada kata “CONTINUE” pada permainan ini. Sekali kalah,
maka kau harus mengulanginya lagi pada level awal yaitu level pertama.
MENYEBALKAN BUKAN ? Aku terus memainkannya, aku menggunakan headset agar audio
suaranya lebih memberikan sensasi yang lebih SERU !!
DAN .... TING TONG !!
Bel rumah ku
berbunyi. Kureona (tetapi) aku tidak mempedulikannya, anggap saja rumah ini
sedang tidak berpenghuni dan aku tetap melanjutkan game ku.
TING TONG !
Untuk kedua kalinya
persetan dengan suara bel itu, aku tetap fokus memegang gadget ku.
TING TONG TING TONG TING TONG
TING TONG !!
Yish !! ckiiiiiit brakkkss !! #efek. BABO !! aku
banting Hp itu ke atas sofa #beraninya cuma
di atas sofa nih si author. Aku beranjak dari sofa di ruang Tv berniat untuk
membukakan pintu pagar rumah ku, baru saja aku membuka pintu rumah..
TING TONG TING TONG TING TONG !!
“KYAAK !! KAU BISA
BERSABAR TIDAK ??” teriakku sambil membuka pintu pagar rumah dan ku dapati
sosok namja dari balik pintu pagar.
“ah, annyeong !”
sapanya sambil melayangkan senyumannya untukku.
“Aish !! Song Sang Jae, bukankah
kau berniat untuk memarahi tamu yang sangat mengganggumu ini ? wae ? “ Geramku di dalam hati.
“nde annyeong, nugueyo ? “
“aku pengganti guru
privat mu mulai hari ini, dia sudah tidak bisa mengajar lagi karena persiapan
pernikahannya”
jelasnya dengan santai memasukkan jari jari dari kedua tangannya kedalam saku celananya.
jelasnya dengan santai memasukkan jari jari dari kedua tangannya kedalam saku celananya.
“mwo ? ah gomawo, aku
bisa mencari guru pengganti yang lain..”
“Yak ! apa ada yang
salah dengan ku ? apa aku terlihat seperti orang jahat ? atau kau tidak percaya
jika aku guru privat mu yang baru ?”
#Jleb ! mata ku mebulat seketika karena Ia berbicara sambil mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Memang tubuh tingginya membuat dia berbicara sedikit menunduk.
#Jleb ! mata ku mebulat seketika karena Ia berbicara sambil mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Memang tubuh tingginya membuat dia berbicara sedikit menunduk.
“Ah, annieyo..
masalahnya aku disini sendiri, eomma ku bekerja dan selalu pulang malam, aku
tidak bisa membiarkan sorang namja memasuki rumah ku begitu saja”
“neo ! Song Sang
Jae~ssi ?”
Ia menjauhkan wajahnya dan mengutarakan jari telunjuknya ke arah wajah ku. Dari nada bicaranya, aku yakin bahwa Ia sedang bertanya.
Ia menjauhkan wajahnya dan mengutarakan jari telunjuknya ke arah wajah ku. Dari nada bicaranya, aku yakin bahwa Ia sedang bertanya.
“nde..”
“Mahasiswi Universitas
Korea jurusan Arsitektur ?”
“nde..”
“dan kau Song Sang
Jae~ssi adalah salah satu siswi yang mengikuti les privat matematika dengan Cho
Ahra, benarkan ?”
“olch’i ! (benar!) “ jawabku dengan santai.
“dan aku adalah
pengganti Cho Ahra, apa kau masih berpikir bahwa aku adalah seorang namja yang
akan memasuki rumah mu begitu saja? Seperti penjahat ? begitu ?”
Aigooo !! mich~yo
namja .. bawel sekali !!
andaikan kau tahu tuan !! kau
adalah tamu yang sangat menganggu !! dan untuk game ku ?? aku sudah melewatkan
33 level dengan tempat yang berbeda, aku sudah menghabiskan waktu 2 jam tanpa
henti untuk membuka level selanjutnya. Hanya karena kedatanganmu !! grrrrrr !! #gumamku di dalam hati di antara
keheningan kami berdua.
Aku mencoba menutup
pintu pagar tanpa mengeluarkan satu patah katapun, seperti yang diajarkan oleh
eomma ku bahawa kita harus bersikap dingin kepada orang asing apalagi jika
orang itu adalah seorang namja.
“Yak ! Yak ! Yak !
apa yang kau lakukan ?” dia mencoba menahan pintu pagar rumahku.
“ya Tuan, kau
pulanglah.. sekali lagi terimakasih atas tawaranmu. Aku akan mencari guru
privat yang lain” ucapku sambil terus mendorong pintu pagar.
“Yak ! aku tidak bisa
pulang begitu saja, kau ingin Nuna ku itu membunuhku ?’
Ngiaaaat Jeg!! #efek. Yess !! pintu pagar akhirnya
berhasil ku tutup.
“MEMANGNYA AKU PEDULI
?” teriakku berusaha agar orang di seberang pintu pagar sana mendengarku.
Sang Jae~ah, neo waegeoreo ? dan apa yang dia katakan tadi ? Ahra eonnie, dia memanggilnya dengan sebutan NUNA KU ? aku menggelengkan kepala ku,
membuang segala pertanyaan bodoh yang ada di sana.
Drrrt Drrrt !!
benda mungil itu
bergetar tepat di saku celanaku. Message..
To : Song Sang Jae
From : Cho Ahra
Dongsaeng~ah.. Mianhae, aku sudah
tidak bisa mengajari mu lagi. Aku pikir aku hanya cuti untuk persiapan
pernikahanku saja, ternyata calon suamiku itu tidak mengizinkan aku untuk
bekerja lagi setelah kami menikah, dia ingin hidupku hanya untuknya dan anak
anaknya kelak.. kkkk~ ^^v . Maka aku yang menyuruh adikku untuk menggantikanku
mengajarimu. Kau tak usah khawatir, kemampuan matematikanya tidak jauh beda
denganku, aku sudah meminta izin kepada eomma mu, dan beliau pun menyetujuinya. Baik baiklah dengan adikku
itu, dia tidak mau kalah.
Mwo ? tidak mau kalah
? apa maksudmu Ahra eonnie ?
To : Cho Ahra
From : Song Sang Jae
Baiklah eonnie, kamsahamnida..
aku akan menerimanya sebagai guru penggantimu. Dan untuk pernikahanmu, chukkae
eonni~ya.. jangan lupa undang aku di acara pernikahanmu .. kkkk~ ^^
To : Song Sang Jae
From : Cho Ahra
Cheonmane~yo, bersiaplah menerima
surat undangan pernikahanku.. hahaha . annyeong.. !!
To : Cho Ahra
From : Song Sang Jae
Nde.. Annyeong ^^
Ah, Ahra eonnie.. dia
memang guru ku, tapi aku sudah menganggapnya seperti eonnie ku sendiri. Umur kami
terpaut jarak 6 tahun, dan aku sudah menjadi siswi didiknya selama hampir 2
tahun. Aku sering mendengar cerita darinya tentang silsilah
keluarganya, dia memang memiliki seorang adik namja yang hanya terpaut 3 tahun
darinya. Cerita tentang kelakuan adiknya itu, bagaimana kesehariannya, namun selebihnya
aku tidak tahu lagi.
Siapa namanya ?
Cho... Cho Kye ? Cho Kya ? Cho Kyo ? Cho Kyu ? ah aku lupa, besok juga Ia pasti datang kerumah ku, karena
jadwal les privat ku 2 kali dalam seminggu dan aku bisa menanyakan namanya..
TUUT !!#efek .
Tak jauh dari dorm ku, kini tembok hitam besar yang kemarin aku kunjungi sudah ada di hadapan ku.
Ia membukakan pintu rumahnya.
“apa disitu tempat belajarmu ? Ahra nuna juga mengajarimu disana?”
“eotte ? yeppo ? aku cantikkan ?”
“ah, dia itu tampan sekali bukan ?”
“Yak ! mengapa kau menunjuk.......... ah, neo ! Cho Kyuhyun super junior ? “
-->
●●●
OMO !! dimana aku sekarang ? sepertinya aku memasuki taman kota. Aku merasa
sangat lelah, tak seperti biasanya aku pulang kuliah larut malam seperti ini.
“Hah..!!”
aku membuang nafas lega setelah
ku duduki bangku taman. Di bawah sorotan lampu taman, ku lihat sekeliling taman
namun tak begitu jelas hanya lampu lampu taman yang menerangi
pemandangan yang serba hitam ini.
BUUZZZ !!
Belum sempat aku mengedipkan
mataku, dan di depan ku sudah ada sosok namja yang tersenyum padaku.
“Ya !! Song Sang Jae !”
Ia mendekatkan wajahnya, membuatku semakin terpaku bahkan aku hampir tidak merasakan jantungku berdetak.
Ia mendekatkan wajahnya, membuatku semakin terpaku bahkan aku hampir tidak merasakan jantungku berdetak.
“Naega Cho Kyu-Hyun !”
wajahnya semakin mendekat. Tampak jelas raut wajahnya, alisnya, matanya, hidungnya, bibirnya, tampak pucat.
wajahnya semakin mendekat. Tampak jelas raut wajahnya, alisnya, matanya, hidungnya, bibirnya, tampak pucat.
“Yak! Ch’amhan agassi ! (gadis yang cantik!)”
Ia menyentuh pipiku dengan jari jari dari tangan kanannya. Dan aku masih diam seribu bahasa.
Ia menyentuh pipiku dengan jari jari dari tangan kanannya. Dan aku masih diam seribu bahasa.
“kwiyeopta !”
kini wajahnya lebih mendekat dan aku merasakan aura dinginnya menyentuh kulitku. Tangan kirinya melingkar di tengkuk leherku, dan jari jari tangan kanannya masih mengelus pipi ku, pipi ku terasa seperti di raba oleh benda runcing. Dan OMO!! leher ku bercucuran darah ! Ia menggigit leherku dengan TARINGNYA !!!
kini wajahnya lebih mendekat dan aku merasakan aura dinginnya menyentuh kulitku. Tangan kirinya melingkar di tengkuk leherku, dan jari jari tangan kanannya masih mengelus pipi ku, pipi ku terasa seperti di raba oleh benda runcing. Dan OMO!! leher ku bercucuran darah ! Ia menggigit leherku dengan TARINGNYA !!!
AAAAAAAAA !!!
Aku mengerjapkan mata ku, melihat
ke sekelilingku. Jantungku berdegup kencang, dan keringat di jalur keningku. Ya
Song Sang Jae ! kau sedang bermimpi !
Mungkin karena kejadian tadi
sore, aku benar benar memikirkan namanya. Namun, mengapa Ia hadir dalam mimpi
yang mengerikan seperti itu ? yaa aku tau sekarang.. kau Cho KyuHyun !!
Sang Jae POV end.
●●●
KyuHyun POV
Keesokan harinya..
“Yeobohasseo ..”
“Kyaaak !! KyuHyun~ah .. neo eoddie~yo ? kau lihat jam berapa ini ?”
Ah, Ahra nuna.. telefon mu membuat
ku tuli !
“aku sedang di dorm ku, wae~yo ?”
“mwo ? kau tanya kenapa ? kau ingin mempermalukanku dengan keluarga Song, HA ??”
“nuna~ya.. ! ini baru jam 4 sore,
apa dia sudah pulang kuliah ?”
“dia kuliah di jam pagi. Jika kau tidak mau
menggantikanku, maka aku akan ku katakan padanya agar Ia mencari guru pengganti
yang lain saja !”
“Andwae !! Shireo ! aku tidak
mungkin menolak tawaranmu yang menggiurkan ini. Kau kan tahu sendiri, bahwa aku
benar benar menanti saat saat yang seperti ini. Saat saat dimana aku tahu langsung tentangnya tanpa perantara dari mu"
"ya.. jangan mempermainkan pekerjaan ini. Ini pekerjaan mulia, kau harus bisa membagi waktumu dengan baik. Arachi !!"
"eoh.. arasseo nuna !"
TUUT !!#efek .
aku segera
menutup telfon nuna dan mengambil ranselku di atas sofa samping sungmin, dan Chu~ aku mencium pipi sungmin hyung sebelum berangkat.
“aku pergi
dulu chagi~ya . kkkk~” pamitku pada
sungmin hyung.
“YAK ! KAU
MAU KEMANA?” teriak leeteuk hyung dari bar dapur dorm.
“ah, itu...
Ahra nuna barusan menelfonku, Ia memintaku untuk segera pulang..”
Jawabku
memutar otak secepat mungkin untuk mencari alasan.
“Kyunnie~ya,
jangan lama lama, cepat kembali “ suara itu berasal dari sungmin hyung
terdengar sangat manja.
“kita sedang
membicarakan konser kita untuk bulan depan, kau jangan main main Kyu !” Ujar
shiwon hyung dengan suara lantangnya.
“nde.. nde..
nde.. arasseo. Aku akan kembali 2, ah ani, 3 jam lagi. Eotte ?”
Aku melihat
tatapan sangar dari hyung hyung ku, apalagi tatapan yesung hyung, dan leeteuk hyung. Ah , terserahlah.. aku
tetap harus pergi sekarang.
●●●
Ada dua hal
mengapa aku membawa mobil ini dengan kecepatan 120km/jam. Yang pertama adalah
aku tidak suka jika Ahra nuna menganggapku bermain main dengan pekerjaanku,
karena alasanku yang kedua adalah aku tidak main main untuk mendapatkan sesuatu
yang aku inginkan !! #smileEVIL ;>
Tak jauh dari dorm ku, kini tembok hitam besar yang kemarin aku kunjungi sudah ada di hadapan ku.
Baru saja
aku akan memencet bel, namun..
“Ah, Neo !!”
sontaknya ketika membuka pintu pagar rumahnya. Aku hanya tersenyum sambil
menaikkan kedua alisku, banyak orang yang bilang bahwa dari situlah hipnotisku
bekerja. Kali ini Ia berpakaian lebih rapi dari hari kemarin. Kini rambutnya terurai terlihat lebih manis, dengan dress soft
pink yang mekar dibagian roknya, neomu kwiyeopta !
“hey nyonya song ! kau mau pergi kemana ?”
“aku baru saja akan kerumah mu, ah ani.. kerumah Ahra eonnie maksudku”
“YAK ! rumahnya rumahku juga, apa kau akan berkunjung kerumah untuk
menemuiku?”
“tapi setiap aku berkunjung, aku tidak pernah melihatmu di rumah itu.
Jangan mengada ada tuan cho ! aku ingin menemui eonnie, sudah seminggu lebih
aku tidak bertemu, aku merindukannya”
“ck! Kau lupa hari ini jadwal privat matematikamu ?”
“justru itu aku akan membicarakan soal guru penggantinya untukku”
“eobsseo ! guru penggantinya sudah ada di hadapanmu sekarang ! kau harus
terima kenyataan ini !”
“chakamman ! apa saja yang kau bawa ? kau akan mengajariku dengan tangan
kosong ?”
“yang belajar itu kau ! bukan aku !” segera aku menarik lengannya dan
lebih dulu memasuki pintu pagar rumahnya.
●●●
#Ceklek
Ia membukakan pintu rumahnya.
“aigoo.. kau tinggal sendiri di rumah sebesar ini ?” mataku terbelalak
saat pertama kali melihat isi rumahnya.
“eoh.. “
“pantas saja sikapmu kemarin seperti itu padaku”
Ya aku banyak tahu dari nuna ku tentang gadis ini, Appanya sudah meninggal
di hari ulang tahunnya dua tahun yang lalu. Dan hanya dia dengan eommanya yang
tinggal dirumah ini, tidak ada pembantu ataupun satpam.
Langkah kami berhenti di tengah rumah, tepatnya di depan bar ruang tengah.
“kau tunggu aku disana, aku buatkan minuman untukmu” perintahnya sambil
menunjukkan ruangan di sudut rumah bernuansa violet.
“apa disitu tempat belajarmu ? Ahra nuna juga mengajarimu disana?”
“hmm, wae~yo ?”
“ah ani, aaaaah aku haus sekali, ppali !!” aku melambaikan empat jari dari
tangan kananku.
Dan apa yang aku dapatkan? Ia membulatkan matanya.
Aku melihat lihat sekeliling ruangan itu, banyak sekali foto fotonya. Ada foto
almarhum Appanya di sudut kursi.
Dan satu foto yang membuat aku terpaku.
“eotte ? yeppo ? aku cantikkan ?”
Sontak aku melihat kearah suara tepat di samping kananku dan posisi wajah
kami sangatlah dekat. Yaish ! Cho
Kyuhyun. Kontrol !!
“itu kau ? “
“ya,,” Ia menjauhkan wajahnya dan
segera menuju sebuah kursi merah di depan sofa.
“minumlah..”
“eoh. Gomawo..” aku mulai mengedarkan pandangan ku dan ada lagi foto
foto yang membuat mata ku ini tidak berkedip. MENGAPA BANYAK FOTO LEE DONGHAE
DISINI ?
“ah, dia itu tampan sekali bukan ?”
“mwo ? nugu ? kau menyukai ikan ini ?”
“tentu ! yeoja mana yang tidak menyukai Lee Donghae superjunor?”
“yak ! hyungku itu sudah punya kekasih”
“hyungmu ? sok akrab sekali kau ? dia itu bias ku”
“kau tidak mengenaliku ?” aku mengambil salah satu foto yang terpajang di
atas meja dinding dan menunjuk orang yang berada di samping donghae di foto itu.
“Yak ! mengapa kau menunjuk.......... ah, neo ! Cho Kyuhyun super junior ? “
Omo kau ternyata tidak mengenaliku. Babo ! jelas jelas yang di sebelah
donghae hyung itu aku.
“haha Ahra nuna bekerja dengan
baik ternyata"
ujarku sambil menduduki sofa di sebrang kursi merahnya. Aku mendekatkan
wajahku sambil menyilangkan kedua tangan diatas lututku.
“jadi kau benar benar tidak mengenaliku?”
“jadi kau benar benar tidak mengenaliku?”
KyuHyun POV end.
Sang Jae POV.
“jadi kau benar benar tidak mengenaliku?”
Yaish Cho Kyuhyun babo ! siapa yang tidak mengenalimu ? apalagi kemarin
itu kau kerumahku tanpa penyamaran. Ahra eonnie memang tidak pernah menceritakan
bahwa adiknya itu adalah Cho Kyuhyun super junior. Kkeundae, aku benar benar
harus memanfaatkan kesempatan ini. Mungkin saja aku bisa bertemu bahkan bisa
menjadi akrab dengan Haeppa.
“tuan Cho ! wajahmu itu pasaran. Kau kenal dengan aktor yang bernama Jung
Eui Chul ? wajah kalian sulit dibedakan !”
“Mwo ? Eui Chul kau bilang ? aigoo perhatikan baik baik ! bahkan hidungku
pun lebih mancung darinya”
“lantas untuk apa kau mau menjadi guru privat ? apa kau belum puas dengan
uang yang kau punya sekarang ?”
“hanya kerja part time, anggap saja sedang bermain game atau mengerjakan
soal matematika di waktu luangku”
BUUG !! #efek
Sontak aku melempar bantal kursi ke arah wajahnya.
“NEO MICHEOSSEO ? jadi kau bermain
main denganku ? kau anggap aku apa ? PSP ?”
“ah annie~yo, kau ini sensi sekali. Aku tidak pernah bermain main dengan
pekerjaanku. Apalagi jika berurusan dengan nunaku itu.”
“ya Cho Kyuhyun ! kau benar benar bisa mengajariku matematika ?”
“kau harus tahu bahwa kemampuan matematikaku lebih hebat di bandingkan
dengan Ahra nuna”
“jinja ? “ aku membuka buku matematikaku, menandakan bahwa aku sudah siap
belajar tanpa panjang lebar lagi.
“oke. Kajja !!” ajaknya semangat.
ah , aku lupa memberitahumu. Jika kau membutuhkanku, atau bahkan merindukanku, hubungi aku sesegera mungkin ! arasseo !!
2 JAM KEMUDIAN..
Ceklek #efek.
Aku membuka pintu rumah, mengantarkannya hingga pintu pagar.
“eommamu kapan pulang ?” tanyanya saat kami baru saja
melangkah keluar pintu rumah.
“dia biasa pulang jam 9 malam di waktu normal”
“maksudmu ?”
Aku menghentikan langkahku dan membuat langkahnyapun ikut
terhenti. Aku langsung melihat wajah orang yang baru saja melemparkan
pertanyaan itu. Eotteohke ? apa yang
harus aku lakukan ? tahan Sang Jae~ah.. tahan air matamu !
“KyuHyun~a.. eommaku itu…..”
Brrrr aish jinja ! aku
tidak kuat lagi menahan air mataku.
“ya, ya, ya.. Song Sang Jae, jeongmal mian eoh ?”
Aku menunduk dan merasakan tangannya menyeka air mataku.
“eomma berubah sejak appa meninggal. Sebenarnya eomma
pemilik saham pengganti appa ku tapi, eommaku itu selalu pulang larut malam
bahkan besok paginya baru pulang dan selalu diantar oleh ahjussi ahjussi tidak
hanya satu namun dengan ahjussi yang berbeda”
Eomma, bagaimana cara
menghentikan air mata ini ? bahkan menceritakan tentangmu saja terasa sakit,
apalagi saat aku melihatmu dengan ahjussi ahjussi itu ? . Geram ku dalam
hati.
Aku merasakan dekapan tubuhnya.
“aigoo.. sepertinya gadis ini sangat kesepian”
Perlahan-lahan Ia menepuk-nepuk bahuku dalam pelukannya.
“Song Sang Jae, aku yakin walaupun sikap eommamu seperti
itu, namun hatinya tidak pernah berubah. Justru Ia terlalu mencintai appamu, Ia
benar benar merasa kehilangan dan kesepian karena kepergian appa mu. Kau mengerti
maksudku kan ?”
OMO !! pelukannya terasa hangat dan nyaman. Dan Ia berhasil
membuat air mataku ini berhenti. Beberapa detik kemudian ia mengambil jarak
melepaskan pelukkannya.
“Ya ! Song Sang Jae!”
Ia mendekatkan wajahnya dan memberikan senyumannya yang
membuatku terpaku.
“Kwieyeopta !”
Wajahnya semakin mendekat dan kurasakan tangannya merapikan rambut poniku.
“aigoo Song Sang Jae ! Lihat itu ! disana ! disana ! dan di
sana ! kau tidak merasa takut ? dan lihat pagar di depan kita itu, apa kau
tidak takut jika ada penjahat yang masuk ?”
Tanyanya sambil menunjuk sudut sudut halaman rumah dan aku
yakin dia berusaha untuk memecahkan suasana. Apalagi ketika melihat ekspresi
wajahnya saat menanyakan hal itu, lucu sekali !
“kkkk~ yak ! Kyuhyun babo ! kau tidak lihat pagarku itu
dikelilingi tembok tinggi dan appa sudah merancangnya seaman mungkin. Untuk apa
aku takut ? aku yakin appa selalu melindungiku”
Kami melanjutkan langkah kami dan tidak lama kemudian kami
sudah berhenti lagi di depan pintu pagar yang telah kubuka.
“nyonya song…”
Ia mengacak acak rambutku. Lalu melanjutkan
pembicaraannya
“jaljaeyo.. jaga dirimu baik baik, dan ah satu lagi, kau
harus belajar lebih keras lagi agar dahimu itu aman untuk minggu depan ketika
aku memberikan soal latihan untuk mu. Arasseo !!”
“ Nde…” aku sedikit membungkukkan tubuhku “Arasseo Seongsaengnim”
“Joha.. annyeong..”
“Chakkaman !”
“wae ?”
“dari sini, kau mau kemana?”
“aku akan ke dorm super junior, wae~yo ?”
“sampaikan salamku untuk…..”
“nugu ? untuk ikan mokpo itu? ANDWAE ! ANDWAE ! SHIREO ! “
Aigoo belum juga aku membereskan ucapanku namun ternyata dia
sudah tahu sasaran salamku itu.
“Yak ! waegeureo ? CHO KYUHYUN ! BERITAHU DIA BAHWA AKU
MENYUKAINYA ! AKU BENAR BENAR MENGIDOLAKANNYA ! DAN AJAK DIA BERKUNJUNG KERUMAH
KU EOH ?”
Kali ini aku meninggikan volume suaraku karena langkahnya
semakin menjauh menuju mobilnya, dan apa yang aku dapatkan balasan dari
perkataanku tadi ? Ia menutup kedua telinganya dan melambai-lambaikan kedua tangan
diatas kepalanya dalam posisi tubuh yang membelakangi ku .
TIIIN ! #efek
Ia membunyikan klakson mobilnya dan dalam hitungan detik
mobil Ferrari hitam itu sudah menjauh dari jarak pandangku.
Drrt Drrt !! #efek
Tidak lama kemudian Hp ku bergetar tepat di genggamanku.
To : Song Sang Jae
From : Cho KyuHyunah , aku lupa memberitahumu. Jika kau membutuhkanku, atau bahkan merindukanku, hubungi aku sesegera mungkin ! arasseo !!
••••
Dan
kau membiasakan waktuku dengan kehadiranmu.
Terbiasa
dengan sentuhan kasarmu yang terkesan memanjakanku.
Suaramu, tawamu, candamu, semua itu membuatku
candu.
Waktuku
menjadi bagian dari waktumu dan waktumu menjadi bagian dari waktuku.
Namja di depanku ini adalah
seorang namja yang baru aku kenal selama 4 minggu terakhir. Hari ini adalah jadwal privatku untuk pertemuan yang
ke-8. Namun, di luar jadwal privat
inipun kami sering bertemu dan aku sudah di ajaknya sekali ke dorm super junior,
sayangnya tidak ada Haeppa saat itu. Ck !
“untuk soal seperti ini, kau
bisa mengubah subjek pertama menjadi X dan subjek ke dua menjadi Y. kita harus
mencari sumbu simetri dari X dan Y. X ini sama dengan min b per 2a, dan untuk Y
sama dengan b kuadrat min 4 ac per min 4
a. Cha !! rumus sudah aku beritahu, sekarang tinggal kau hitung dan masukkan ke
rumus !!”
Ia menyodorkan selembar kertas berisi soal yang
baru saja Ia buat.
“kau gunakan rumus pertidaksamaan. Ab min ac samadengan a kali b min c. Itu rumus sederhana. Kau masih ingat kan ?”
Ia melanjutkan pembicaraannya. Namun, sungguh aku benar benar tidak fokus
mendengar ucapannya. Seperti mendengar suara serakan daun kering di musim gugur
yang tertiup angin
PLETAK ! #
efek.
Sebuah pinsil kayu mendarat tepat di keningku.
”YAK ! Song Sang Jae, waegeureo ? eoh ?”
”mianhae Kyuhyun~ah..”
”kuperhatikan sejak awal pembelajaran kau sudah tidak konsentrasi, ada apa
denganmu ?”
”aku benar benar minta maaf, perasaan ku sedang kacau hari ini”
”kalau begitu kita akhiri saja pembelajaran hari ini, eotte ?”
”Nde.. kamsahamnida seongsaengim”
”Yak jangan panggi aku dengan sebutan itu ! ”
Keesokan harinya..
10.00 P.M
TING TONG ! # efek.
Itu pasti eomma. Ah tepat sekali eomma datang setelah aku menyelesaikan
masakanku. Hari ini aku membuatkan jjajjangmyeon kesukaan eomma.
TING TONG ! # efek.
Bel rumah sudah berbunyi 2 kali , aku
masih membereskan perkakas terlebih dahulu. Sebentar lagi eomma. Bersabarlah ..
KRIING KRIIING ! # efek.
Hp ku berdering dan ku lihat ”eomma calling”
”yeobohasseo..”
”...”
”Nde eomma, eomma jangan telat makan ne ?”
”...”
”annyeong..”
TUUT ! # efek.
Lagi dan lagi eomma tidak pulang kerumah dengan alasan pekerjaan. Aku
meratapi masakanku, jjajjangmyeon di hadapanku ini manamungkin aku sendiri yang
menghabiskannya.
TING TONG ! # efek.
MWO ? siapa yang berani bertamu kerumahku malam malam begini ?
Aku segera menuju pagar rumah tuk membukakan pintu.
”YAK ! .......”
Teriakku ketika mendapati sosok namja di hadapanku, namun aku belum sempat bicara panjang lebar Ia langsung memotong
pembicaraanku.
”Yak ! mengapa kau lama sekali membukakan pintu ? Sang Jae~ah kau ini ceroboh
sekali, seharusnya kau lihat dulu tamu yang datang lewat commuicator camera mu
! Yaish babo~ya ! ”
”Mwo ? ”
Gleg .. aku menelan ludahku karena kurasa
kerongkonganku mendadak kering. Tenang Song Sang Jae..
”YAK Cho Kyuhyun ! kau tidak lihat jam berapa ini ?”
”jika aku baru mempunyai waktu luang di jam segini, eotte ?”
Ia mendekatkan wajahnya , namun kali ini aku dengan sigap mendorong
wajahnya dengan telapak tangan kananku. Dasar kebiasaan !
”untuk apa kau menghabiskan waktu luangmu di rumah ku ?”
”Istirahat ! aku ingin beristirahat sejenak dirumah mu ”
”ANDWAE !! ”
Segera aku mendorong pintu pagar sekuat tenaga karena Ia pun ikut mendorong
pintu pagar dari luar sana.
”Yak Song Sang Jae !! kau tidak bisa mengusir tamu yang sedang kelaparan.
Kau ini kejam sekali !”
”kau pikir aku peduli ? gunakan saja uangmu dan makan di restoran mahal !”
Chakkaman dia bilang lapar?
Aku mebukakan pintu pagar kembali.
”Sang Jae~ah....” Ia menyebut namaku dengan suara manja ? Ck ! Aigoo senyumannya itu menggelitik.
Benar benar SmirkEvil !!
”masuklah, aku barusaja membuat jjajjangmyeon. Namun ternyata eomma tidak
pulang hari ini”
”Woahhaa.. JJAJJANGMYEON ??”
••••
”Ah ! Mashitta !!! ”
Aku belum makan sedikitpun. Namun melihatnya MENGHABISKAN semangkuk besar
jjajjangmyeon yang aku buat tadi, aku sudah kenyang.
”jeongmalyo ?”
”hmm jinja !! kau pintar memasak rupanya”
”jika tidak bisa memasak, lantas sehari hari aku makan apa ? semenjak Appa
meninggal eommaku jarang memasak bahkan
bisa dibilang hampir tidak pernah memasak. Setahun sekalipun belum tentu”
”Ya gadis mandiri yang manis”
Ia tersenyum sambil mencubit pipiku. Lalu Ia beranjak dari kursi makan dan
segera menarik tanganku.
”Gayo .. !!! ”
”eoddi ?”
”ikut saja..”
”Yak Kyuhyun~ah.. ini sudah tengah malam. Neo michyo ?”
••••
Mengapa kau ajak aku kesini ? Kyuhyun babo !! neomu babo !! tak perlu menunggu waktu lama bagiku tuk meneteskan air mata ketika berada disini. Appa ! teriakku dalam hati.
”2 tahun yang lalu kau berdiri di sini ”
”2
tahun yang lalu kau sendiri disini ” Ia melanjutkan pembicaraannya.
”2
tahun yang lalu kau menunggu seseorang yang nyatanya tidak akan pernah datang
kesini”
Aku
mengangkat wajahku dan menatap namja di sampingku ini. Ia menyeka air mataku.
”2
tahun yang lalu, disinilah aku menunggu Appa pulang dari Macau. Tepat
menyambut hari istimewaku, Appa menyuruhku tuk menunggunya disini. Entah
kejutan apa yang akan Appa beri waktu itu, dengan hati senang seorang putri
yang akan menyambut kedatangan Appanya, akupun mematuhi perintah Appa dan
menunggunya tepat di bawah tower”
”saat
itu Appa memintaku tuk memakai dress hitam. Appa bilang agar dress yang aku
pakai sama dengan warna jas yang Appa pakai saat itu”
”hingga
eomma menelfonku, eomma bilang bahwa percuma saja aku menunggu Appa disini.
Lebih baik aku menemuinya di rumah sakit”
”pesawat
yang Appa tumpangi mengalami kecelakaan. Mungkin Tuhan menakdirkannya meninggal
di atas pesawat. Ck!! ”
Aku
tertawa kecil dalam tetesan air mataku. Sedikit memecahkan suasana.
”babo
!! hingga pagi harinya aku tetap menunggu Appa”
Aku
melanjutkan perkataanku di dalam peluknya.
”Menangislah
Song Sang Jae !! menangislah sepuasnya”
Dan
air matakupun mengalir deras membasahi jas hitam yang Ia pakai.
Jas hitam ? rasanya seperti memelukmu
Appa.
Appa, aku merindukanmu. Sangat
merindukanmu !! #geramku
dalam hati.
”saengil
chukka hamnida.......... saengil chukka hamnida.......... saranghaeyo Song Sang
Jae.......... saengil chukka hamnida....”
Ia
bernyanyi untukku didalam pelukannya. Terdengar lambat dan lembut.
Tuhan, apa kau mengirimkannya sebagai
pengganti Appa di hari ulang tahunku ?
Apa ini orang yang waktu itu aku tunggu ?
Appa, apa dia yang kau suruh untuk ku
tunggu ? #geramku dalam
hati.
”gomawo
Kyuhyun~ah..”
”Sang
Jae~ah....”
”hmmm?”
”aku
izin pamit”
Deg !! mendengar ucapan dalam pelukannya itu sontak
aku mendorong tubuhnya sehingga memberikan jarak di antara kami
.
.
”apa
maksudmu ?”
”ya
ya ya.. tenang saja ”
Ia mengacak acak poniku gusar.
“aku
hanya meminta cuti dari mu selama satu minggu. Hmm berarti dua kali pertemuan.
Setelah itu aku kembali bekerja ” #SmirkEvil
”kau
mau kemana ?”
”aku
akan mengadakan konser di Taiwan, sepulang dari sana aku langsung menemuimu.
Woahhaa aku yakin kau pasti merindukanku ! ”
”YAISH
!! kau ini !!! ”
Barusaja
aku akan melayangkan tangan kananku ke kepalanya namun dengan sigap tangan
kirinya menahan tanganku dan menariknya.
"Tunggu aku kembali, eoh ?"
Ia sedikit merapikan poniku.
"Haeppa, Ia juga ikut denganmu ?"
tanyaku di sela sela senyum jahilku.
"YAK ! !!"
-->
"Tunggu aku kembali, eoh ?"
Ia sedikit merapikan poniku.
"Haeppa, Ia juga ikut denganmu ?"
tanyaku di sela sela senyum jahilku.
"YAK ! !!"
••••
Pagi harinya..
Huek ! Huek ! Huek !
Eomma ? Ia sudah pulang ?
Segera aku menuruni anak tangga dari kamarku menuju kamar mandi lantai
bawah, pintunya dalam keadaan terbuka dan benar saja aku mendapati eomma sedang
muntah muntah di toilet.
Segera aku menghampiri, dan menepuk nepuk pundaknya.
”eomma, gwaenchana~yo ?”
Tanyaku memastikan keadaannya, namun tidak ada jawaban darinya.
Huek ! Huek !
“Eomma ?”
Huek !
“Ck ! eomma pasti mabuk lagi “
Tandasku yang berhasil membuat eomma berbicara.
”eoh, gwaenchana..”
Ucapnya sambil tersenyum sambil sedikit merapihkan rambut yang ku ikat
asal.
”eomma, aku buatkan sarapan, eoh ?”
”eobsseo.. kau berangkat kuliah aja saja, ppalli.. !! ”
Ia menarik tanganku dan membawaku ke pintu rumah.
“ani, eomma.. aku tidak akan pergi kekampus”
“lalu? Kau mau kemana dengan pakaian serapi ini ?”
”eomma, kita kepemakaman Appa, hmm?”
”Shireo !! kau saja ..”
Ucapnya sambil berbalik melangkah masuk meninggalkanku di depan pintu.
”eomma..”
Panggilku dengan suara melirih, membuat langkahnya terhenti, perlahan Ia
membalikkan tubuhnya menatap putri tunggalnya yang sedang berulang tahun ini.
”ah. Saengil chukkae..”
Jleb !! sakit.. berat rasanya seperti ini, tersenyum
dalam menahan tangis. Kata kata yang sama seperti tahun lalu. Padahal dulu
sebelum Appa pergi, eomma selalu bernyanyi untuk memperingati hari ulang
tahunku.
”hmm.. gomawo eomma. Kkeundae, hari ini peringatan kematian Appa yang ke-2.
tahun lalu eomma juga sudah tidak mengunjungi pemakamannya”
”BAHKAN UNTUK YANG KE-100 TAHUN KEMATIANNYAPUN, EOMMA TIDAK AKAN PERNAH MAU
MEMPERINGATI KEMATIAN APPAMU ITU !!”
Eomma meninggikan suaranya, mengucapkan kata kata itu sambil melangkah
cepat menuju kamarnya. Dan aku yakin eomma ingin segera sampai tuk mengeluarkan
tangisannya.
Eomma !! #geramku
dalam hati.
••••
Dipemakaman..
Apa yang akan kalian lakukan jika kalian
merindukan seorang ayah yang sudah tidak bisa kalian temui lagi di sudut
manapun, di ruang kerja, di teras rumah saat membaca koran, menemanimu duduk di
samping kursi piano, bahkan pesan dan telfon di hp mu sebagai tanda bahwa Ia
sedang mengkhawatirkanmu. Maka disinilah tempat yang bisa kalian kunjungi,
tempat yang dimana seolah olah kalian bisa mengobrol langsung dengannya, rumah
keduanya..
Langkahku
terhenti tepat di depan sebuah bukit kecil yang di selimuti rumput hijau.
Terdapat batu nisan yang tertulis nama ”Song Jun Su”
”Appa..”
”aku datang”
Seperti biasa
aku melakukan sujud salam, kemudian aku
duduk dengan menduduki kakiku.
Aku sedikit
membersihkan daun daun kering dan debu dibatu nisan.
”Appa,,
bagaimana kabarmu ?”
”sudah lama aku
tidak menemuimu, mian Appa..”
”Ah! Aku bawakan ini untukmu”
Aku menata bunga
lilly calla putih di depan batu nisan
”Appa,
bogoshipo~yo..”
Sesak !! terasa sesak. Aku tidak sanggup menahan air
mata lagi.
”neomu
bogoshipo..”
”ah , ani. Bukan
hanya Appa, aku juga merindukan eomma yang dulu”
”ck! Mianhae..”
Aku tersenyum
menyeka air mataku.
”belakangan ini aku jadi sering menangis. Dulu jika aku menangis, Appa
selalu memelukku dan berkata bahwa Appa akan membelikan balon untukku, dan
karena aku benar benar takut pada balon, aku langsung menghentikan tangisku”
”Appa.. mengapa
waktu itu Appa selalu menakutiku dengan balon jika aku menangis ? padahal ada
yang paling aku takuti di dunia ini, yaitu Appa dan eomma”
”Appa, semenjak
kepergianmu, aku merasa eommapun ikut pergi meninggalkanku”
”aku merasa
sendiri..”
”Appa, aku
seperti tidak memiliki siapa siapa”
”Appa ingat hari
ini ?”
”dulu, aku selalu
lupa dengan hari ulang tahunk”
”Appa dan eomma
selalu mengucapkannya di malam hari, saat di mana hari ulang tahunku akan
berganti dengan hari lain”
”Appa......”
”Appa tahu ?
hari itu aku menunggumu..”
”Appa dan eomma
seharusnya datang”
”karena hari
itu, karena di tanggal itu, eomma tidak mau mengenangnya”
”kenangan disaat
kita bersama merayakan hari ulang tahunku sekaligus kepergianmu.”
”Appa..”
”sekarang aku
selalu ingat dengan hari di tanggal ini”
”bahkan
menjelang hari inipun perasaan ku selalu kacau”
”hari dimana aku
kehilangan kebahagiaanku, kehilangan Appa, sekaligus Eomma yang dulu”
”Appa, kirimkan
malaikat untuk menemaniku ...”
”eoh ?”
••••
4 hari kemudian..
11.25 P.M
TING TONG !! #efek.
Aku segera menuju Communicator Camera
‹CC› tepat disamping pintu rumah.
Siapa yang datang ? eomma?
Bukankah eomma memegang kunci ganda? Untuk apa memencet bel? Atau... Cho
Kyuhyun ?
Ah !! aku menggelengkan kepalaku.
Mengapa tiba tiba aku memikirkannya ? Yak Song Sang Jae~ah !! waegeoreo ?
Segera aku menekan tombol CC dan aku
mendapatkan seorang ahjussi ?
”nugu~ya?”
”Yak !! cepat bukakan pintu !!”
Eomma ? itu suara eomma .
Asataga !! dengan ahjussi itu lagi ? mengapa eomma jadi sering mabuk jika
pulang dengan ahjussi itu ?
Sang Jae POV end.
••••
2 hari kemudian….
4.00 P.M
.:Battle
Think:.
KyuHyun POV
Dan
di hari ke-6 pun Ia belum menghubungiku ? apa harus aku yang menghubunginya ?
joha !! segera aku menekan tombol di layar hp ku yang langsung terhubung dengan nomornya. Namun sebelum
tersambung memanggilnya, aku sudah mengakhiri panggilanku. Ck !! jika aku menelfonnya, apa yang harus
aku katakan ?
Sang Jae POV
Aku
membuka kunci di layar hp ku, berencana tuk memainkan SpeedCar game. Dan di
layar utama hp ku tertera hari jumat jam 4 p.m. bukankah hari ini jadwal lesku
? ck !! apa sebegitu sibuknya hingga
Ia belum menghubungiku? Apa harus aku yang lebih dulu menghubunginya ?
KyuHyun POV
Aku
duduk di kursi malas, di balkon kamar hotel. Sedang turun hujan, jadi aku bisa tenang dan bersantai menikmati pemandangan. Tidak banyak orang yang keluar, sehingga
aku tidak perlu khawatir menghadapi para fans. Cukup sepi di sini.
Chakkaman !! hujan ? mungkin
aku bisa menjadikannya sebagai bahan pembicaraan. Segera aku mengetik sebuah
pesan.
Sang Jae~ah.. disini hujan,
apakah di sana juga hujan ?
Ah !! ani. !! #geleng geleng.
Song Sang Jae, apa yang akan kau lakukan jika sedang turun hujan ?
Ck !! #geleng geleng
ARRGGT !! SONG SANG JAE !! BOGOSHIPO !!
Sang Jae POV
Kureona, jika aku
menghubunginya, apa yang harus aku katakan ?
Aku segera bangun dari tempat tidurku menuju meja belajar, mengambil dua
pensil dan kembali merebahkan diri dia atas tempat tidur. Satu pensil di
sebelah kanan dan satu pensil lagi di genggaman kiri.
Pensil kanan ”Kyuhyun~ah, eoddie~yo?
Mengapa tidak ada kabar dari mu ?”
Pensil kiri ”ah, mianhae~yo, aku
terlalu sibuk”
Pensil kanan ”Kyuhyun~ah.....” ” Cho Kyuhyun...
!!” ”na...... bogoshipo~yo”
Pensil kiri “hmm
nado, nado bogo shipo Sang Jae~ah..” ah ani !! jika Ia mengatakan “MWO
? hahahaha simpan saja rasa rindumu itu !!”
eottohkae ?
KyuHyun POV
Ok !! persetan dengan rasa gengsimu itu Cho Kyuhyun !! segera aku menekan tombol panggilan pada nomor
Song Sang Jae.
Sang Jae POV
Segera aku mengambil hp yang selama tadi ikut berbaring di sebelahku. Cukup
Sang Jae~ah !! merindukan seseorang itu mengerikan bukan ?
Aku menyentuh layer hp ku untuk membuka kunci dan segera menghubunginya. Namun
beberapa detik kemudian setelah panggilan tersambung.
”nomor yang anda tuju sedang
sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi !!”
MWO ? apa sebegitu sibuknya hingga Ia tidak bisa menerima telfon dari ku ?
Ck !! yak Song Sang Jae. Sadarlah
!! memangnya kau ini siapa ?
Sang Jae POV end
KyuHyun POV
”nomor yang anda tuju sedang
sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi !!”
Ige Mwo~ya ? apa di sana Ia sedang telfonan dengan orang lain ? ck !!
Sang Jae~ah.. sudah kubilang jika
kau merindukanku, kau harus segera menghubungiku.
Chakkaman !! atau jangan jangan di sana Ia sama sekali
tidak merindukanku ? sedangkan disini aku hampir gila karena merindukannya.
MENGERIKAN !!
KyuHyun POV end
••••
2 hari kemudian..
12.21 P.M
KyuHyun’s Home
KyuHyun POV
Ceklek !! #efek
“kyunnie~ya….”
Sapa Ahra nuna berdiri di depan
pintu kamarku yang barusan Ia buka.
“hmmm..”
Jawabku tanpa harus bersusah payah
membuka mata tuk melihat siapa orang yang masuk kamarku.
“mau antarkan aku mengambil kartu
undngan pernikahanku ?”
Aku langsung merubah posisi
tidurku, menyamping, tepatnya membelakangi posisinya berdiri.
“nuna.. aku baru saja sampai rumah,
perjalanan dari Taiwan ke korea itu
tidaklah dekat . mengapa tidak Siwon hyung saja, calon kakak iparku itu yang
mengantarkanmu ?”
“dan alas an yang kau punya sama
seperti alas an yang barusan dia beri untukku !! babo !! “
“nunaaaa!!”
Segera aku bangkit dari tidurku
dan memposisikan diri duduk di pinggir tempat tidurku.
“hmmm…?”
“Song Sang Jae.. sudah lama aku tidak mendengar cerita tentangnya darimu”
”harusnya sekarang aku yang mendapatkan cerita tentangnya darimu, bukankah
sekarang kau yang lebih sering bertemu dengannya dibanding aku ? kau yang
menggantikan posisiku dan kau bisa lebih dekat dengannya. Yak ! Cho
Kyuhyun !! semua itu karena ku. Apa
seperti ini caramu berterimakasih ? bahkan tuk mengantarkanku saja kau tidak
mau ?”
Celotehnya sambil menyilangkan kedua tangannya. Melihat ekspresi nunaku itu. Aigoo !! nunaku benar benar cantik, lucu
sekali marahnya.
Aku segera beranjak dari dudukku dan menghampirinya.
”anni~ya....”
Aku merentangkan kedua taganku dan segera memeluknya.
”gomawo nuna.. aah !! bogoshipo..”
“nado, bogoshipo.. ck!! Sepertinya kau lebih merindukan Sang Jae mu
itu dari pada aku”
Jawabnya di dalam pelukanku.
“kkkk~”
Aku tertawa kecil.
“baiklah nunaku tersayang, aku akan mengantarkanmu “
Di perjalanan...
Aku berusaha memfokuskan arah mobil yang aku bawa ini, walaupun di
pikiranku terus tertuju pada gadis yang sudah lebih dari seminggu ini belum
bertemu denganku.
”nuna..”
”eo ?”
”Song Sang Jae.. apa dia sudah punya kekasih ?”
”ani. Semenjak kepergian Appanya, Ia menjadi pribadi yang tertutup”
”Ya, sudah bisa ku tebak !!”
”namun, Ia cukupt terbuka denganku. Bahkan Ia pernah bilang bahwa seumur
hidupnya belum pernah berciuman dengan
seorang namja”
” Woahahahaha benarkah ? Yak !! nuna..
sepertinya sekarang juga hal itu harus segera di ralat “
Tandasku sambil membuyarkan tawa. ;>
”MWO? Yak !! Cho KyuHyun!! “
Aku merasakan pukulan pukulan kecil di bahu kananku.
”Nappeun Namja !!”
“kkkk~ nunaaa aku sedang menyetir “
KyuHyun POV end.
••••
2
Hari Kemudian..
Sang
Jae POV
01.0 p.m
“KyuHyun !!”
“Cho KyuHyun !!”
“Babo !!”
“Neo Babo~ya !!”
“aku hanya meminta cuti darimu selama
satu minggu”
“ini sudah lebih dari satu minggu Tuan
Cho !!”
Umpatku terus sepanjang jalan dari
kampus menuju rumahku.
“dan kau sama sekali tidak
menghubungiku?”
Aku menghentakkan langkah kakiku
dengan kesal.
Dalam jarak lebih kurang 10 meter
didepanku sudah terlihat perempatan tikungan, dan tujuan utamaku adalah
tikungan ke arah kiri. Hanya beberapa langkah sudah sampai di depan pagar hitam
rumahku. Dari kejauhan, aku melihat 2 orang namja berdiri di depan pagar
rumahku, tampilannya seperti tukang kebun dengan alat alat yang mereka bawa. Aaa
! sepertinya mereka dari jasa tukang kebun langganan keluargaku yang selalu
datang sebulan sekali. Namun, tunggu !! mengapa tampilan mereka begitu tertutup
? ada masker yang menutupi wajah mereka, tidak seperti biasanya.
Langkahku semakin mendekat, kedua dari
mereka menunduk dan akupun membalas salamnya.
“chogi~yo.......”
Baru saja aku ingin bertanya, namun
salah satu dari mereka dengan cepat memotong pembicaraanku.
“ah, kami dari jasa tukang kebun,
benar ini rumah Song Min ah ?”
“nde, Ia eommaku. Cha ! kalau begitu
masuklah .. jangan buang buang waktu !”
“nde..”
Jawab mereka serempak. Aku membuka
pagar dan mempersilahkan mereka masuk.
“sebelumnya, apakah salah satu dari
kalian pernah kerumahku ?”
Dan keduanya menggelengkan kepala.
“baiklah, kalian bersihkan halaman
depan rumahku dan belakang rumahku. Kalian bisa ke belakang melalui samping
rumah” aku menunjuk ke arah kiri.
“ya, kami mengerti”
“Joha ! kalau begitu aku masuk dulu.
Jika sudah selesai, kalian bisa memencet bel pintu rumah”
“nde..”
1
Jam Kemudian..
Sudah satu jam aku menghabiskan waktu
di kamarku. Tak ada yang aku lakukan, hanya berbaring dan memejamkan mata.
Mencoba untuk tidur namun tidak bisa.
Aku mengambil foto Lee Donghae yang
berada di atas nakas tepat berdempet di samping ranjangku.
Oppa,
mengapa tidak kau saja yang menggantikan Ahra eonnie ?” #gumamku
dalam hati.
namun,
Sang Jae~ah.. selama inin yang kau pikirkan bukan biasmu itu ! melainkan
KyuHyun ! Cho KyuHyun !!
TINGTONG
!! #efek
Mwo
? baru satu jam. Apa mereka sudah menyelesaikannya? #gumamku
dalam hati.
Segera kuturuni anak tangga dan
membuka pintu rumah. Namun apa yang kudapati ? kedua namja itu masih sibuk
dengan pekerjaannya di pekarangan rumahku.
TINGTONG
!! #efek
Aku masuk dan melihat communicator
camera di samping pintu. Ada 2 orang namja berjaket kulit hitam yang bertamu.
Astaga
! eomma ! siapa lagi itu ? #gumamku sambil berjalan menuju pagar.
“chogi...”
Ucap salah satu namja sesaat setelah
pintu pagar ku buka dan berhasil mengejutkanku karena mereka mengenakan seragam
polisi berjaket kulit hitam menggunakan topi polisi, berkacamata hitam dan
masker yang menutupi wajah mereka.
“Song Min ah ?”
“Eo ! Ia eomma ku”
Salah satu dari mereka mengeluarkan
kartu identitas dengan cepat dan segera memasukkan kartu yang terlihat seperti
kartu identitas kepolisian ke dalam saku jaketnya.
“kami dari kepolisian, mendapatkan
tudas untuk melakukan pengecekan di rumahmu. Ini surat tugas kami beserta
laporan bahwa lingkungan rumahmu sedang tidak aman”
Namja itu kembali menunjukkan surat
surat sebagai bukti, dan pikiranku langsung tertuju pada dua namja tukang kebun
itu. Tanpa ragu dan bertanya panjang lebar, aku langsung mengizinkan kedua
polisi ini masuk tuk memeriksa rumahku.
“silahkan masuk..”
“gamsahamnida..”
••••
Setelah aku mempersilahkan mereka
masuk dan menutup pagar, aku mengikuti mereka berdua melakukan pengecekan.
Pengecekan pertama yaitu pekarangan depan rumahku, lalu halaman rumah, keduanya
masih dalam tahap aman, dan tujuan pengecekan selanjutnya adalah dalam rumahku.
Baru saja aku akan membuka pintu
rumah, namun aku tersadar akan keberadaan 2 namja tukang kebun itu yang tidak
ada di mana mana semenjak pengecekan tadi. Aku segera masuk rumah tanpa peduli
pintu rumah terbuka. Aku periksa setiap
sudut rumah dan ternyata kedua namja tukang kebun itu berada di dapur dan
sedang membongkar kulkasku.
“aigoo
panas sekali di luar,,”
“ck
! lihat saja. Bocah tengik ! akan ku balas dia !”
“apa sebegitu laparnya sehingga kalian
ingin mencuri ? bukankah aku sudah menyediakan makanan untuk kalian?”
Sontak membuat mereka menghentikan
aksinya menghabiskan makanan kulkasku. Mereka berdua, memunggungiku aku
mendekat untuk melihat wajah mereka, karena masker, dan topi mereka lepas
“mianhae..!”
Salah satu dari mereka membalikan
tubuhnya.
“MWO !! Eunhyuk oppa !!! “
Aku segera menghampirinya dan
memeluknya.
“Yak ! kau tidak memelukku juga ?”
Tanya namja di samping Eunhyuk oppa.
“Donghae oppa !!”
Aku segera melepaskan pelukan Eunhyuk
oppa dan memeluk donghae oppa.
“semua ini rencana orang itu !”
Tandas Haeppa menujuk salah satu
polisi yang entah sejak kapan ada di belakangku. Salah satu dari polisi itu membuka kacamata
dan melepaskan topi serta maskernya.
“Aigoo !! Yesung oppa !!”
Yesung langsug merentangkan tangannya
dan aku menerima pelukannya.
“kau tahu ? ini bukan ulah ku, tapi
dia !”
Yeppa menun juk namja disampingnya
dengan tawa kecilnya. Sudah ada Yeppa, Haeppa, dan Hyukie oppa, tinggal satu
lagi dan tidak perlu susah payah untuk ku tebak, pasti dia ! orang yang sama
sekali tidak memberikan kabar untukku, orang yang selama ini hampir membuatku
gila karena setengah mati merindukannya.
Ia membuka topi dan kacamatanya, alis
matanya terangkat menatapku, jahil sekali bukan ? lalu Ia membuka maskernya.
“Yak !! mengapa kau tidak terkejut
melihatku ?? “Ommo !! KyuHyun oppa !!”
seharusnya kau ucapkan seperti itu”
Ia merentangkan tangannya. Ck ! aku
mendekat namun tidak memeluknya, hanya saja aku memukul keningnya dengan sendok
makan yang entah sejak kapan ada di lenganku.
“babo !! lagi lagi kau menganggapku
sebagai permainanmu ! KyuHyun~ah .. aku bukan PSP mu !!”
Kkkkk..! aku
mendengar para Hyungnya tertawa kecil.
“Song Sang Jae, boleh aku pinjam
ruangan tuk mengganti baju ini ? Yaish
!! Cho KyuHyun, aku akan membalasmu ! di luar itu benar benar panas !”
Protes Haeppa, aigoo ! lucu sekali
ekspresi kesalnya.
“eoh !! kkk ~ gunakan saja kamarku.
Mari ku antar..”
“aku ikut..” seru Eunhyuk oppa.
••••
15
Menit Kemudian...
Aku dan Yesung oppa duduk di sofa,
sedangkan Kyu sendiri duduk di bangku seberang yang sama sama berada di ruang
violet.
Ck ! apa
saja yang mereka lakukan ? #gumamku
dalam hati.
“Hyung ! dimana Lee Donghae ?”
Tanya Kyu saat melihat Eunhyuk sendiri
turun dari tangga.
“Ya ! Song Sang Jae , susulah dia..”
“eoh..”
Aku segera menyusul Haeppa, namun Kyu
langsung menarik tanganku dan membuat langkahku terhenti tepat di depan
posisinya.
“wae ?”
Tanyaku dengan intonasi nyaris tidak
terdengar. Namun, Ia hanya terdiam menatapku dengan serius lalu membebaskan
genggamannya. Tanpa buang buang waktu aku segera menyusuri anak tangga dan dari
kejauhan sudah terlihat ruang tidurku dengan posisi pintu dalam keadaan
terbuka. Dan aku dapati Haeppa sedang mengamati sekeliling isi kamarku.
Aigoo
! Song Sang Jae ! babo ! #umpatku dalam hati.
“Oppa !!”
Panggilku dari depan pintu.
“eo ? Song Sang Jae, mengapa di
kamarmu banyak sekali fotoku?”
Ia berjalan mendekat, lalu melanjutkan
perkataannya.
“senang sekali mempunyai fans secantik dirimu”
Lanjutnya dengan jarak yang semakin
dekat lalu memelukku.
Aigoo
! mengapa Ia senang sekali dengan peluk
memeluk ? #gumamku dalam hati.
“malam ini kita jalan, eotte ?”
Tanya Haeppa saat melepaskan
pelukannya. Namun, kedua tangannya masih memegang kedua bahuku.
“eoh, kkeundae.....”
“YAK !! Sang Jae~ah !!”
Teriak KyuHyun yang entah sejak kapan
ada di belakangku, memotong ucapanku.
“ada tamu !” lanjutnya.
“benarkah ? mengapa tidak terdengar
suara bel ?”
Tanyaku sambil melangkah meniggalkan
Kyu dan Haeppa. Segera kulihat communicator camera dan..
“annyeong...”
Sapa Ahra eonnie melalui communicator
camera. Segera aku berlari tuk mebuka pintu pagar.
••••
“eonnie!!”
Teriakku sambil berlari memeluknya
saat pintu pagar berhasil kubuka.
“aigoo ! bogoshipo..”
Ucapnya di dalam pukan.
“hmm nado..”
“ini untuk mu !”
Ia memberikan sebuah kartu undangan
pernikahannya.
“woaha.. gomawo..”
“hmm.. Cha !”
Ia menyodorkan bungkusan di tangannya.
“kau sudah makan ?” lanjutnya.
Aku menjawab dengan sebuah gerakan
kepala cepat kekanan dan kekiri.
“joha ! kita masak !”
Ajaknya sambil melangkah masuk
melewatiku.
Aku tersenyum sambil menutup pagar.
“tapi, di dalam ada.....”
“arasseo ! aku sudah tahu !”
Tandasnya cepat memotong
pembicaraanku.
Taman
Belakang Rumah..
04.00
p.m
“woaha.. hmm mashitta !!”
Ucap Yepppa saat merasakan barbeque
yang baru saja aku buat dengan Ahra eonnia. Ya, kami (aku, Ahra eonnia, Yeppa,
Haeppa, Hyukkie oppa, dan Tuan Cho) sedang menikmati makanan di gazebo taman
belakang.
“tentu ! Song Sang Jae itu pandai
sekali dalam urusan memasak “
Lanjut Ahra eonnie.
“benarkah ? kalau begitu datanglah
kerumahku”
Ajak Eunhyuk oppa sembari tersenyum
jahil.
“untuk apa ?”
Tanya Haeppa.
“masak untuk ku..”
Wohaha
kkkk ~ tawa dan canda dalam
obrolan kami. Aku benar benar senang hari ini.
Appa,
lihatlah ! aku seperti memiliki keluarga baru #gumamku
dalam hari.
Chakkaman ! Kyu ? mengapa Ia hanya
terdiam ?
••••
“baiklah, kami pulang”
Pamit Yeppa ketika pintu pagar
terbuka.
“hmm,, sering sering mampir kerumahku
oppa..”
“oh. Itu sudah pasti !”
Ujar Eunhyuk oppa dengan semangat.
“Hyung !”
Panggil Kyu sembari menarik tangan
Haeppa, mencari tempat yang sedikit jauh dari kami (aku, Ahra eonnie, Yeppa,
dan Hyuk oppa). Entah apa yang mereka bicarakan, hanya saja aku melihat Haeppa
sering sekali mengangguk saat Kyu bicara.
“mwo ? sedang apa mereka ?”
Tanya eunhyuk oppa kebingungan.
“bukankah setiap pria selalu mempunyai
rencana yang tidak bisa ditebak?”
Jawab Ahra eonnie. Tidak lama kemudian
dua namja itu kembali mendekat. Donghae menghampiriku dan memelukku sebagai
tanda pamit.
“aku pulang”
“eoh, hati hati oppa”
“mian, ajakanku tadi siang....”
“eoh ! gwaenchana.. aku juga belum
sempat menjawab kalau aku tidak bisa menerima ajakanmu”
Potongku sebelum Haeppa membereskan
ucapannya.
“Joha ! galgayo..”
“hmm anyeong...!”
Mereka melambaikan tangan dan segera
masuk mobil masing masing.
TIIIN
!! #efek.
Suara klakson mobil bergantian dan aku
melihat mobil mobil itu semakin menjauh. Aku segera masuk setelah pintu pagar
ku tutup rapat dan menguncinya dengan baik. Mengingat bahwa ini sudah malam.
Aku menjatuhkan tubuhku keatas sofa,
dan tersentak seketika saat melihat namja yang berdiri di hadapanku sekarang !
“NEO !! “
“wae ? apa sebegitu senangnya sehingga
kau tak menyadari kehadiranku ? sama sekali?”
Ia mendekat dan duduk disofa yang sama
di sampingku.
“Yak ! Cho KyuHyun ! kau tidak pulang
?”
“kau ingin aku pulang ? yakin ?? kau
tidak merindukanku ?”
Mwo
? untuk apa kau bertanya? Bahkan karena hal itu hampir mebuatku gila. BABO !! #umpatku
dalam hati.
“Lee Donghae !!”
Kali ini Ia menatapku, raut wajahnya
kebih serius.
“Kau mencintainya ?” lanjutnya.
Pertanyaan
bodoh apa lagi ini ? apa dia tidak bisa membedakan yang namanya mengagumi
dengan mencintai ? kedua hal itu berbeda, bodoh ! #geramku dalam hati.
“wae?”
Tanyaku singkat sambil mengalihkan
pandanganku, menutupi wajah merahku saat Ia menatapku dengan jarak sedekat ini.
“tidak bisakah kau mencintaiku?”
Deg
! mendadak kerongkonganku terasa kering, tuhaan.. mengapa tiba tiba
aku sulit bernafas ?
“mungkin aku adalah orang yang baru
kau kenal. Namun, aku sudah mengenalmu, 2 tahun ! selama 2 tahun aku......”
Tatapannya lebih tajam. Seperti inikah
wajah seriusmu, Tuan Cho !
“Aku mencintaimu , Sang Jae~ah !”
lanjutnya.
Astagaa
!! jangankan untuk bicara, bahkan mataku saja sulit tuk berkedip. Tampan ? ck !
bukan hanya tampan, tapi MENGAGUMKAN ! anni, bukan Haeppa, aku bersyukur
Kyuhyun yang menggantikan Ahra eonnie.
“ah, sudahlah.. maaf telah mengganggu
waktumu. Ini sudah malam, lebih baik aku pulang”
Ia bangkit dari duduknya sembari
tersenyum dan melangkah perlahan kulihat punggungnya semakin menjauhiku.
“gajimma !”
Ucapku sambil memeluknya dari
belakang. Langkahnya pun terhenti.
“Kyu~ah, kau tidak memberiku
kesempatan tuk bicara!”
Ia tertawa kecil sambil membalikan tubuhnya.
“Sang Jae~ah, aku sudah tau apa yang
akan kau katakan”
“mwo ?”
“kkkk~ ekspresimu tadi itu lucu !”
“mwo ? apa kau tak sadar ? bagaimana
ekspresimu saat mengatakan kata kata tadi ?”
“kata kata apa ?“
“kau mencintaiku ?”
“benarkah ? sejak kapan ?”
“yaish ! 2 tahun yang lalu !”
“ck ! gadis pintar..” ia tersenyum
sambil mengacak acak poniku.
“berarti kau mendengarkan semua
perkataanku.. ku pikir kau melamun, terkesima oleh wajah tampanku ini !”
lanjutnya.
“hmm bogoshipo
! Kyu~ah..”
“nado jeongmal bgoshipo.. saranghae
Sang Jae~ah”
Ia menarik tubuhku kedalam dekapannya.
“nado saranghae..”
“aku sudah tahu, chagi~ya !”
“ck !” aku memukulnya kecil
“cha ! bagaimana jika kita pergi
kencan ?”
“kapan ?”
“sekarang !”
“mwo ? naui eomma, eottohke?”
“aah. Tenang saja. Selama kau
bersamaku, Ia mempercayaiku”
“geurae, gaja !”
“hmm gaja !”
Mwo
? dia jalan mendahuluiku? Ck ! tidak ada romantis romantisnya namja yang satu
ini ! Lihatlah Tuan Cho ! Lihat aku !
aku masih diam di tempat ! berbaliklah ! dan genggam tanganku !
HANA
! TUL ! SSSS !
“Ck ! aigoo ! apa yang kau lakukan ?
masih terkesima dengan ketampananku? “
Ujarnya sambil melangkah kearahku.
“kaja ! ppali !”
Cha
! genggam tanganku lebih erat lagi ! aku tidak akan melepaskanmu !
“eoh ! kau terlihat tampan dari
belakang !”
“jinja. Dari belakang saja sudah
tampan !”
••••
“ppaliwa !”
“yak ! Kyu~ah ! bersabarlah. Ck ! aaa
mengapa pagar ini sulit sekali tuk di kunci ? keras sekali. Yak ! Cho Kyuhyun !
jangan hanya melihatku saja ! bantulah aku !”
“mwo ? percaya diri sekali kau ! aku
tidak melihat mu, aku sedang memperthatikan sepasang kekasih”
Aku langsung melirik kearah yang Ia
maksud. Penasaran ? iya aku penasaran ! ckckck
“ish ! tidak bisa melihat tempat sepi”
Aku semakin memperhatikan yeoja yang
menghadap kearahku namun sedikit terhalangi oleh namja di depannya.
Chakkaman
! aku mengenalinya !
“EOMMA !”
Sontak kedua pasangan itu menghadap ke arahku.
Benar ! Ia adalah eommaku ! dan
bersama ahjussi itu lagi.. aigooo...!!
“M M MWO ? ABOJI !”
“k k kyuhyun~ah !”
“ige mwo~ya ? Ia Appa mu ?”
“ n nd nde “
“KYAAK !! EOMMA !!”
THE END



